
Ayumi masih menatap wajah Rey yang tidak mau menjelaskan apapun kepada nya. Membuat Ayumi penasaran. Yang masih di dalam gendongan Rey. Hingga mereka menaiki helikopter. Rey belum mau membuka suaranya.
"Sayang, kita mau kemana?," Tanya Ayumi. Ibu hamil ini sudah bertanya kepada suaminya yang ke lima kalinya. Namun, lagi-lagi Rey tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan Ayumi. Membuat Ayumi jengah dengan sikap suaminya.
Rey melihat istrinya yang merajuk di samping nya itu. Ayumi lebih memilih memandang pemandangan kota Paris dari atas. daripada mengajak suaminya berbicara.
Hingga mereka sampai di bandara untuk menaiki pesawat private jet.
Ayumi lagi-lagi di buat terkejut karena Rey kembali menggendong Ayumi meski Istri nya tengah hamil besar. Ayumi berfikir ia akan pulang ke apartemen.
Hingga Ayumi memutuskan untuk bertanya lagi. Namun lagi-lagi Rey tidak menjawab pertanyaan Ayumi.
"Kau cerewet sekali Honey, lebih baik kau pergi tidur. Karena aku tidak mau kau kenapa- kenapa kau baru saja keluar dari rumah sakit,"
Dengan wajah di tekuk, Ayumi menghentakkan kakinya. Dan pergi ke tempat tidur untuk istirahat.
Rey menggelengkan kepalanya melihat Ayumi. Ia memilih kembali bekerja sebelum sampai nanti. Karena akan memakan waktu yang cukup lumayan lama di pesawat. Maka ia menyuruh Ayumi untuk pergi istirahat.
🍃🍃🍃
Willi masih menunggu kabar dari Rey untuk menerima dirinya bertemu secara pribadi.
"Tuan, anda sudah beberapa kali mondar mandir." Ucap lucky asisten Willi.
__ADS_1
"Diam kau. Apa kau ingin aku pecat.Hah ..." Bentak Willi.
Lucky hanya bisa menundukkan kepalanya saja saat bosnya sedang di moode tidak baik- baik saja. Willi menatap lucky dan mencengkram lengan lucky.
"Apa kau serius sudah membuat janji temu dengan Rey." Tanya willi
"Be- benar tuan. Saya sudah membuat janji dengan Tuan Nick." Jawab lucky.
Brakk
Willi mengebrak meja untuk melampiaskan kekesalannya.
"Saya mendapat laporan jika, istri tuan Rey masuk kerumah sakit. Itu gara- gara nona..."
"Ayumi masuk rumah sakit. Siapa yang sudah membuat dia masuk rumah sakit, cepat katakan yang jelas." Hardik Willi.
"Nona Emily berada di Paris, ia mencoba membunuh Ayumi. Dan ia mencoba merebut Rey dari Ayumi. Emily berkata dia hamil maka Rey harus bertanggung jawab."
"Shitt," umpat Willi.
"Dasar wanita tidak tau diri, wanita murahan. Trik kotor apa lagi yang ia lakukan. Untuk membuat Rey berbalik dari istrinya." Ujar Willi.
"Nona Emily di bawa ke tempat pengasingan di antartika oleh anak buah Rey atas perintah Nyonya besar Xavier."
__ADS_1
"Biar kan saja, seharusnya di lenyap kan saja. Wanita murahan itu tidak pantas ada di dunia ini." Kata Willi.
"Bagaimana dengan Jessica, apa kau tahu dia sekarang?" Imbuh Willi.
"Anak buah kita yang bertugas mengawasi nya dia sudah ada di Paris." Lucky kembali menjelaskan tentang Jessica.
"Damn,"
"Aku tidak mau terjadi sesuatu, Dady mommy harus tahu keberadaan Jessica." Kata Willi.
Setelah tahu dimana adik angkatnya. Willi langsung meninggalkan ruangan nya dan pergi menuju mansion keluarga Muller yang ada di California.
Willi harus ikut turun tangan, dia tidak mau Jessica melakukan hal di luar nalar.
Mendengar keberadaan Jessica, Tn. Robert dan Jenifer merasa senang akhirnya putri angkat nya itu menampakkan persembunyian. Dan ia akan membawa Jessica menjalankan masa hukumannya.
"Dady, mungkin ini gara-gara kita meninggalkan Jessica sendirian di Moskow." Kata Jennifer kepada Tn Robert.
"Tidak mom, jangan salahkan keluarga kita. Tujuan Jessica datang ke kota Paris hanya untuk merebut Garret dan menghancurkan keluarga Ayumi,"
"Astaga, Jessica dad," ucap Jennifer merasa sedih dengan Jessica. Putri yang ia rawat hingga besar namun, dia memilih mengikuti jejak orang tua nya. Meski dirinya tidak menceritakan siapa Jessica sebenarnya di keluarga Muller.
"Sudah mom, jangan sedih karena Jessi, kita berdoa saja, agar Jessi mau menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib," Tn. Robert merasa berharap putri angkat nya itu mau berubah.
__ADS_1
"Amiin, iya dad, mommy juga berharap begitu." Seru Jenifer.