Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
episode 4


__ADS_3

Setelah merasa cukup puas berkeliling kota jogja, Dimas pun menghentikan laju motor ninja ******** 250cc di salah satu cafe yang ada di daerah taman siswa.


"Yuuk, turun.." ucap Dimas.


Eliza pun mengangguk tanda setuju, dan segera turun dari motor.


Mereka pun berjalan memasuki cafe tersebut, dan duduk di salah satu meja pengunjung dengan posisi saling berhadapan.


"Kamu mau pesan apa? Tadi kamu belum makan kan?" tanya Dimas sambil menyodorkan daftar menu cafe pada Eliza.


"Dih, sotoy deh..sok tahu!! Aku udah makan kok tadi, sebelum kak Dimas datang." sahut Eliza.


"Lhoo.. bukannya tadi kamu bilang lagi masak-masak sama temen-temen kost yang lai" ucap Dimas.


"Iya, tapi bukan berarti belum selesai masaknya. Aku tadi makan duluan pas menu pertama yang dimasak udah matang, trus abis makan langsung lanjut masak menu yang lain lagi. Begitu ceritanya kak Dim.. dim sum..hahaha" ucap Eliza.


"Dih, pake ganti nama orang segala lagi nih anak. Emangnya aku makanan?? huuuh... Awas ya.. " Dimas menimpali ucapan Eliza tadi yang mengejeknya dengan panggilan dim sum.


"Hehe... Iya deh, maaf ya kak Dimas yang baik hati dan tidak sombong.. Eh, tapi dim sum enak lho kak. Hahaha... Piss.." lanjut Eliza

__ADS_1


"Dasar nih anak.. Udah cepet, kamu mau pesen apa?" ucap Dimas.


"Aku minum aja kak, mochacino float." sahut Eliza.


"Yakin itu aja? Cemilan-cemilan gitu, mau enggak?" tanya Dimas.


"Emmmh, boleh juga tuh.. Kalo gitu, french fries nya juga deh. Hehe..." sahut Eliza.


Dimas pun memanggil salah satu pelayan cafe teraebut, dan memesan menu yang tadi sudah dipilih oleh mereka berdua.


******


Tiba-tiba Dimas pun memegang tangan Eliza, dan menatap wajah Eliza dengan penuh arti. Eliza pun membiarkan tangannya berada dalam genggaman tangan Dimas. Ya, tanpa ada penolakan dari perlakuan Dimas, ada semburat merah di kedua pipi Eliza.


"El... Eliza, mau kah kau jadi pacarku?" tanya Dimas serius, sambil tetap memegang kedua tangan Eliza.


"Apa?? Pacar?? Apa enggak salah kak?? Jangan becanda aahhh.." sahut Eliza.


"Iya, pacar. Aku serius, mau enggak jadi pacarku? Jujur, pas pertama ketemu kamu, aku langsung suka sama kamu. Tapi baru sekarang aku berani buat ngungkapin perasaanku sama kamu." ucap Dimas.

__ADS_1


Seketika itu pun Eliza merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Ternyata apa yang selama ini Eliza rasakan, tidak lah bertepuk sebelah tangan. Ya, Eliza pub ternyata memiliki perasaan yang sama terhadap Dimas. Tapi Eliza malah terdiam setelah mendengar pengakuan Dimas.


"Hei El.. Kok malah diem sih? Gimana? Apa kamu masih ragu untuk nerima aku? Atau jangan-jangan kamu malah udah punya pacar??" tanya Dimas.


"Eh.. emmhhh.. Enggak kok, aku enggak punya pacar." jawab Eliza sambil melepaskan tangannya dari genggaman Dimas, kemudian menggaruk hidungnya yang tak gatal.


"Trus gimana, kamu nerima aku enggak??" tanya Dimas.


"Iya..." jawab Eliza.


"Iya apa?? Yang jelas dong. " sahut Dimas.


"Iya, aku mau jadi pacar kamu kak.." ucap Eliza, masih dengan semburat merah di kedua pipinya.


" Jadi, kita resmi jadian nih?" tanya Dimas.


"Iya kak..." jawab Eliza.


Kedua mata mereka pun saling beradu pandang, dan bibir keduanya pun saling melemparkan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2