Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 151


__ADS_3

Setelah merebahkan Ayumi di atas kasur. Rey memilih untuk membersihkan badannya terlebih dahulu. Karena, Rey meras tubuhnya begitu lengket. Mengingat perjalanan dari Indonesia menuju Moskow Rusia menguras waktu yang cukup lama dan membuat Rey sedikit lelah, di tambah lagi Ayumi sejak di pesawat hingga sampai di Mansion tertidur.


"Baby, kau ini tidur apa pingsan. Kenapa lama sekali," gumam Rey. Ia menatap wajah cantik Ayumi. Rey menyentuh kening Ayumi dengan telapak tangan Rey.


"Tidak demam. Tapi kenapa lama sekali .... " Rey terkekeh.


Rey masuk kedalam kamar mandi. Tidak ingin meninggalkan Ayumi, Rey mandi tidak terlalu lama. Namun, saat Rey sudah selesai membersihkan badannya yang sudah terasa fresh dan segar. Tiba-tiba handphone Rey berdering. Rey melihat jika, Nick menghubungi. Tidak ingin mengganggu istrinya, Rey memilih untuk keluar dari kamar, meski kamar milik Ayumi begitu luas.


Tn. Dominik melihat Rey yang sedang menerima telepon dengan sangat serius. Hingga, Rey membalikkan badannya batu Rey menyadari Jika Tn. Dominik ada di belakang nya.


"Deduska," lirih Rey.


"Nak, setelah selesai temui Deduska di ruang kerja."


Rey hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


"Baiklah, Nick kau kirim saja semua lewat email. Nanti aku lihat."


Rey memutuskan sambungan telepon dengan Nick yang sekarang ada di Paris mengurus Perusahaan milik Rey.


Sebelum turun ke lantai satu. Rey mencari keberadaan kepala pelayan yang bernama Berta terlebih dulu, sebelum menemui Tn. Dominik.


"Berta," panggil Rey. Saat melihat Berta yang sedang mengurus beberapa pelayan.


Berta menoleh dan menunduk sebagai tanda hormat.


"Iya, Tuan muda Rey, ada apa anda mencari saya hingga ke dapur,"


"Berta, tolong kau jaga Ayumi, Jika dia mencariku, aku ada di ruang kerja Deduska."


"Baik Tuan muda."


Berta dengan segera naik ke lantai dua dimana kamar Ayumi berada. Berta langsung masuk ke dalam dan berdiri tidak jauh dari Ayumi yang sedang tidur. Sedangkan Rey masuk kedalam ruang kerja milik Tn. Dominik.


Tok ... tok ...

__ADS_1


"Masuk" teriak Tn. Dominik dari dalam.


Rey masuk setelah mendengar suara untuk masuk.


Ceklek


Pintu are ruang kerja di buka. Nampak terlihat sangat elegan dan mewah dengan interior berwarna gold.


"Duduk, nak." pinta Tn. Dominik.


"Maaf,jika tadi Deduska mendengar percakapan mu di telepon."


"Deduska dengar kau akan menjalin kerja sama dengan perusahaan Muller?"


"Iya, Deduska. Apa ada sesuatu jika nanti Rey menjalin kerja sama dengan Perusahaan Muller."


Tn. Dominik menghela napas panjang. "Rey, bukannya Deduska tidak mengijinkan mu untuk bergabung bersama Perusahaan Tn. Muller. Tapi apa kau tahu jika perusahaan itu milik Keluarga Jessica."


Deg


"Iya, Deduska, Rey tahu jika itu perusahaan milik Jessica."


Tn. Dominik tersenyum melihat Rey. Ia membuka laci dan menyerah map kedepan Rey.


"Baca ... Kau akan tahu semuanya." pinta Tn. Dominik.


Eh membuka map itu dengan seksama dan tidak ada yang tertinggal sedikitpun.


Rey tercengah melihat perusahaan Muller yang sedang mencari investor baru untuk membantu perusahaan Nya yang sempat anjog, Karena Ulah Tn. Dominik. setelah Jessica membuat masalah dengan Ayumi. Tn. Dominik dengan segera mengambil semua saham. Dan mencabut semua kerja sama dengan Perusahaan Muller.


"Dan itu, foto Jessica. Kau tahu selama ini Jessica sudah mengincar Ayumi."


"Apa" pekik Rey.


Brak

__ADS_1


Pintu ruangan Kerja di buka paksa dengan seseorang sangat keras.


Huwe .... Huwe ...


Terdengar suara tangisan yang mereka kenal.


"Sayang ... "


"Baby ..."


Ucap kedua pria yang beda generasi dengan bersamaan.


"Maaf, tuan, jika nona Ayumi mencari Anda dan dia langsung kesini"


"Tidak apa Berta, Terimakasih kau telah menjaganya dengan baik." kata Rey.


"Honey ... Kau kenapa menangis."


"Sayang, kenapa kau meninggalkanku, Ayumi sudah bilang jangan tinggalkan Ayumi."


"Tapi, baby, aku sudah menyusur Berta menjaga mu."


"Kau jahat, kenapa menyuruh Berta untuk menjagaku?"


"Astaga, sayang , cuma gara- gara Rey tidak ada kau hingga menangis histeris seperti ini?" Tanya Tn. Dominik.


"Deduska yang menyuruh Rey untuk datang kesini. Jangan marahi Suami kamu sayang, ingat kau sudah menikah bukan?"


Rey bangkit dari tempat duduknya dan ia mendekati Ayumi yang masih menangis dan berdiri di depan pintu.


"Kemarilah Honey, maaf kan aku yang sudah meninggalkan mu tadi, dan menyuruh Berta menjaga mu." ucapan Rey menghangat.


Rey menuntun Ayumi untuk ikut bergabung dengan Tn. Dominik. Seketika tangisan Ayumi mereda.


Tn. Dominik melihat begitu sabarnya Rey terhadap Ayumi yang nampak terlihat kekanak-kanakan. Dia juga binggung dengan perubahan sikap Ayumi yang begitu tidak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2