Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 127


__ADS_3

"Iya namaku Jeremy Francisco Stoner"


Deg


Bagaikan petir di siang bolong. Irian terkejut dengan pengakuan Jeremy. Pria lemah gemulai itu.


"Apa" pekik Irina terkejut.


Irian merasa tubuhnya mendadak lemas dan sedikit akan terjungkal. Jika tangan Irina tidak menompang pada sisi meja kerja Jeremy.


Irina memegang dadanya. Tubuhnya benar-benar merasakan lunglai hingga. akhirnya, tubuh Irina merosot ke lantai marmer.


Ayumi yang menatap Irina dari jauh berteriak dan menyerahkan gaun yang Ayumi pegang ke asisten Jeremy.


"Kak Irina" teriak Ayumi.


Jeremy hanya diam di tempat. Pria gemulai itu hanya menatap Ayumi yang berlari menghampiri Irina.


"Kak, ada apa? Kenapa dengan kakak?" Tanya Ayumi yang bertubi-tubi seraya memeluk Irina yang sudah duduk di lantai.


Irina menangis dalam pelukan Ayumi.


"Ini tidak mungkin Ayumi" gumam Irina. Dengan derai air mata yang sudah membasahi baju Ayumi.


Ayumi tidak tahu menahu tentang Irina yang tiba-tiba tubuh nya jatuh ke lantai dan menangis. Ayumi hanya bisa menenangkan Irina.


"Miss" panggil Ayumi.


"Bisa tolong minta air dan bantu Ayumi untuk menompang tubuh kak Irina untuk duduk di sofa" kata Ayumi lagi. Membuat Jeremy tersadar dari lamunannya. Karena dari tadi Jeremy masih mencerna ucapan Irina tentang pertanyaan foto yang ada di atas meja.


"Cris, ye ambilkan air untuk nona itu" pinta Jeremy.


Irina sudah duduk di atas sofa dan di temani Ayumi.


"Jangan bilang jika, anak kecil itu kau nona" tanya Jeremy yang sudah bisa mencerna apa yang sudah terjadi.


Irina menganggukan kepalanya. "Iya anak kecil itu aku." Ucap Irina.


Mendengar pengakuan Irina. Jeremy ikut lunglai dan menjatuhkan bokongnya di atas sofa empuk.


"Ti-dak mungkin ye adik eyke yang hilang dulu" kata Jeremy tidak percaya.


"Itu kenyataan jika. Aku adikmu Jean Marie Stoner. Dady sama mommy mengganti namaku dulu. Karena tidak ingin larut dalam kehilangan anak sulung nya yang hilang"tutur Irina. Acapkali mengingat masa lalu nya dulu.


"Jika kau adikku Jean. lalu, kenapa kalian tidak mencariku" kata Jeremy yang sudah nampak emosi.


Jeremy bukan nya senang sudah bertemu dengan adiknya dan keluarga nya yang selama ini Jeremy cari. Namun, Jeremy sudah berusaha untuk mencari keberadaan keluarganya.


Irina mengelengkan kepalanya. "Kami semua mencarimu, hingga akhirnya, Dady menemukan anak kecil yang tidak bisa di kenali lagi wajahnya. Kami pikir sudah" Irina menangis lagi. Ayumi hanya bisa menenangkan Irina agar tenang.


Tidak lama asisten Jeremy datang dan memberikan Irina segelas air putih.

__ADS_1


"Terimakasih" ucap Ayumi. Ia mengambil gelas berisi air putih untuk Irina.


"Minum kak" ucap Ayumi. Membantu Irina untuk meminum.


Irina meminum sedikit. " Dad, mom kalian pasti akan senang.jika, anak sulung kalian masih hidup" gumam Irina.


Jeremy akhirnya mengerti setelah Irina menceritakan semuanya saat kehilangan Jeremy kecil dulu.


"Aku ingin bertemu Dady dan mommy" tegas Jeremy yang sudah berkaca-kaca. Ia juga tidak mau egois. jika Jeremy mencari keluarganya.


"Dia sudah ada di surga kak" kata Irina.


Deg


Impian Jeremy hancur seketika. Jeremy sudah membayangkan saat Irina menjelaskan dirinya dan keluarganya. Namun, saat mendengar kedua orang tuanya meninggal karena di bunuh. Membuat darah Jeremy mendidih. Jiwa ke lakian Jeremy bangkit. Ia bangun dari tempat duduknya dan mengepalkan tangannya.


Jeremy mengumpat kasar dengan mengeluarkan berbagai sumpah serapahnya.


"Siapa yang sudah berani membunuh Dady dan mommy je" kata Jeremy.


"Zeck Holcim" seru Irina seraya mengusap air matanya dengan kasar.


"Kau tenang saja Je. Akan ku habisi dia"


"Miss mau menghabisi siapa? Apa Miss berani?" tanya Cristi sang asisten Jeremy.


Glek


Semua tahu, jika, jeremy pria yang tidak memiliki kekuatan yang sepadan dengan Pria yang bernama Zeck itu.


Jeremy tersenyum sinis. Karena asisten nya telah meremehkan dirinya.


"Hei.. lontong. Ye meragukan kekuatan eyke untuk melawan si bajingan itu"


"Ck. Jangan bilang eyke Jeremy yang cantik paripurna di dunia ini untuk menaklukkan pria seperti dia."


"Bagaimana caranya" kata ketiga wanita yang ada di ruangan Jeremy itu. Yang menatap Jeremy dengan intens.


Sebelum Jeremy menjawab pertanyaan ketiga wanita cantik ini ia tertawa kecil.


"Dengan menghajar dia di atas ranjang"


Gubrak


Ketiga wanita yang sudah menunggu jawaban Jeremy merasa geram dengan jawaban nya.


🍃🍃🍃


Berbeda dengan seseorang yang ada di belahan dunia lain. Yang sudah bersiap-siap untuk terbang ke negara kincir angin atau yang biasa di sebut negara Belanda.


"Huft" Rey menghembuskan napas panjang.

__ADS_1


"Sabarlah Rey. Setelah selesai kau akan segera menyusul adikku" kata Nick menepuk bahu bos sekaligus sahabatnya itu.


"Dia seperti sudah berpaling dariku nick" gumam Rey. Membuat Nick melotot tajam ke arah Rey.


"Jaga ucapan mu Rey." Tegas Nick.


"Itu benar Nick, Deduska sudah mengabulkan Ayumi dan dia sekarang memilih Angelo dari pada suaminya." Keluh Rey kepada Nick.


"Angelo?" Pekik Nick. Karena ia juga belum tahu siapa Angelo yang di maksud Rey.


Rey yang berdiri dengan tangan nya masuk ke dalam saku celananya dan pandangan melihat ke luar jendela kaca. Nampak terlihat gedung gedung tinggi menjuntai dan jalanan ibu kota dari atas.



Rey dan Nick berada di markas milik Rey. Seraya menunggu Lukas dan yang lainnya. Karena mereka akan pergi ke Belanda untuk mengikuti pertandingan.


"Apa kau lupa Nick, jika Ayumi meminta hadiah dari Deduska anak harimau "


"Iya aku ingat Rey. Apa Deduska sudah membelikan anak harimau itu?" Tanya Nick penasaran.


Rey menganggukan kepalanya.


"Lalu, masalah apa kenapa kau marah tentang Angelo dan siapa Angelo Rey?"


"Angelo nama anak harimau itu Nick" jelas Rey tanpa menatap Nick yang ada di belakang nya. Rey masih menatap ke luar jendela kaca.


"Oh my" Nick memijit keningnya yang tidak sakit.


"Jadi kau cemburu dengan anak harimau itu, Rey?" Tanya Nick.


"Iya Nick, dia baru saja sampai di Moskow. Tapi, Ayumi tidak langsung menghubungiku. Tapi dia malah asyik bermain dengan Angelo itu" tutur Rey.


Membuat Nick tertawa terpingkal-pingkal. Ia memegang perutnya karena sakit.


"Astaga, Rey hanya anak harimau kau sudah cemburu?"


Rey menganggukan kepalanya. "Ckck, bagaimana nanti. jika, kalian punya anak?"


Deg


Rey tersadar. Jika ia dan Ayumi sudah melakukan hubungan suami-istri.


"Iya kau benar Nick, apa Ayumi sedang hamil sekarang? Apa secepat itu Ayumi hamil. kita baru melakukan nya nick " kata Rey dengan polos.


"Asataga, Rey. Jadi kau baru menyentuh Ayumi"tanya Nick. Karena obrolan Rey dan dirinya yang tidak berfaidah.


Rey lagi-lagi menganggukan kepalanya. Sedang Nick tertawa. "Oh my, jadi selama ini kau dan Ayumi sama-sama masih tersegel?" Nick mengelengkan kepalanya tidak percaya.


"Jadi waktu kau menghilang waktu itu Ayumi" sahut seseorang yang telah mendengar kan percakapan antara Rey dan Nick.


"Apa" kata Nick penasaran karena, ucapan Tom berhenti.

__ADS_1


"Ayumi seorang janda tapi Perawan dong" kata Tom. "Huft. tahu gitu dulu aku kencani" ucap Tom. Membuat Rey mendelik tajam.


__ADS_2