
Rey yang nampak sedang frustasi akan permintaan istri kecilnya. Namun tiba-tiba handphone Rey berdering.
Rey hanya melirik dan mengangkat telepon dengan tidak semangat.
"Hallo mi." Sapa Rey dengan suara yang tidak semangat.
Ya, yang menelpon Rey adalah mami Arum. Ibu dari Rey.
Sedangkan mami Arum mendengar suara putranya dengan lesu. Ia mengerutkan keningnya karena tidak biasa putranya seperti ini.
"Sayang, are you ok?"
"Rey, baik-baik saja mi." Jawab Rey.
"Syukurlah jika kau baik- baik saja. bagaimana menantu mami selama hamil."
Rey terdiam. Hanya terdengar suara Rey yang mendesah. Mami Arum tersenyum. Ia pasti tahu putranya sedang ada masalah menghadapi istrinya yang tengah hamil.
"Sabar Rey, namanya ibu hamil pasti banyak kemauan nya. dan pasti sedikit manja. Itu wajar Rey."
"Iya mih, tapi permintaan Ayumi kali ini susah untuk di penuhi."
"Memang menantu kesayangan mami minta apa? Hingga Suaminya saja tidak bisa memenuhinya. belikan saja Rey. kau kan pasti mampu untuk membelinya."
"Mih, ini bukan perkaya soal uang. Rey mampu membelikan apa saja yang Ayumi minta bahkan Rey akan membelikan tanpa Ayumi meminta."
"Lalu." Ucap mami Arum yang masih penasaran.
"Menantu dan cucu mami minta buah mangga manalagi. Rey harus cari dimana? bukannya buah itu hanya ada di Indonesia?"
Mami Arum tertawa mendengar permintaan menantunya itu.
"Aduh Rey, kenapa kamu tidak bilang sama mami? bukan nya di belakang mansion ada kebun mangga Manalagi?"
"Hah." Rey bengong. Karena ia baru ingat jika di Mansion banyak pohon mangga.
Mau Arum terkekeh geli. "Sudah nanti mami suruh mang Tejo."
"Iya mih, terimakasih mami memang yang terbaik."
Anak dan ibu tertawa bersama. "Oh iya mih, ada apa mami menghubungi Rey?"
"Aduh tuh kan. Mami sampai lupa." Rey terkekeh.
__ADS_1
"Rey." seru mami Arum yang nampak serius.
"Iya. mih."jawab Rey.
"Apa kau akan mengijinkan mami untuk menikah lagi?"
"Ma-maksud mami apa?"
"Apa Rey akan keberatan.jika suatu saat nanti ada yang mengajak mami untuk menikah lagi."
Rey terdiam. Rey tahu jika mami nya sudah di tinggal oleh papi Rey saat Rey masih remaja.
"Jika Rey keberatan mami akan menolaknya sayang. Mami menikah lagi bukan berarti mami sudah tidak sayang dan cinta lagi tapi ..."
"Rey tahu mi, mami pasti kesepian selama ini tanpa Rey di samping mami selama papi tidak ada. Rey akan mendukung apa pun keputusan yang mami ambil. Yang terpenting mami bahagia." Jelas Rey.
Sedangkan mami Arum di sebrang telepon tersenyum. Akhirnya putranya menyetujui keputusan untuk menikah lagi.
"Tapi, laki-laki itu harus baik dan tidak membuat mami menderita. Rey tidak mau mi. Jika nanti Rey mempunyai ayah tiri yang jahat. Apa mami lupa seperti apa Ayumi saat mendapatkan ibu tirinya yang tidak peduli."
"Iya, sayang. Mami ingat ko..."
"Terus siapa yang akan menjadi ayah tiri Rey. Mih ..."
"Apa!" Pekik Rey.
"Bagaimana bisa mami sama Dady mengajaknya untuk menikah."
"Jadi begini Rey ..."
Mami Arum menceritakan semua saat pertemuan dan Dady Andreas melamar mami Arum. Karena Dady Andreas sayang sekali kepada Rey. Ia tidak ingin kehilangan putra angkat nya itu dan Dady Andreas memantapkan untuk menikahi mami Arum. Agar Rey menjadi putra semata wayangnya yang sesungguhnya.
Rey merasa bahagia ternyata yang akan menjadi ayah tirinya adalah Dady Andreas yang sudah menolong nya dulu dan menjadikan Rey putranya itu.
🍃🍃🍃
Empat jam telah berlalu.
Rey menutup untuk mendekati Ayumi yang ada di dalam kamar.
Tok ... Tok ...
"Baby, buka pintunya." Ucap Rey.
__ADS_1
"Gak mau, sebelum sayang membawa. buah mangga yang Ayumi minta. Apa sayang tidak kasian sama calon anak-anak sendiri. Katanya kalau istri. Ngidam harus di turuti nanti anaknya ileran. " Teriak Ayumi dari dalam kamar.
Astaga baby, kau masih membahas .buah mangga.
Batin Rey.
Rey harus mencari cara agar istri kecilnya mau membukakan pintu kamar nya. Rey tersenyum ia mempunyai ide agr istrinya mau.kwkuar kamar.
"Iya aku tahu honey, makanya buka dulu pintunya. Ada sesuatu ini Baby, sweety, bunny, sayang, calon mommy nya anak- anak."kata Rey.
Ayumi cekikikan didalam kamar mendengar panggilan mommy. Ayumi terharu Rey begitu ada inisiatif untuk membujuknya. Ini yang Ayumi tunggu dari tiga jam yang lalu.
"Awas kalau Sayang bohong. tidak mendapatkan jatah nanti selama sebulan."
"Oh my ... Baby apa kau lupa, sebelum kau mengancam tidak mendapatkan jatah. Aku saja tidak mendapatkan jatah sekarang karena kau sedang bed rest. Baby ... "
Gelek
Ayumi menelan salavi nya. Ia lupa jika hampir sebulan Rey tidak mendapatkan jatahnya.
Astaga kenapa sampai lupa. Ini aja hampir mau sebulan terus mau di tambah lagi. Duh jadi istri durhaka gak sih. Tapi bodo amat kan memang Ayumi sedang bed rest.
Batin Ayumi.
Ceklek
Ayumi membukakan pintu kamarnya. Sedangkan Rey sudah memasang wajah nya dengan sangat imut di depan pintu.
"Apa." Ketus Ayumi. Seraya melipatkan kedua tangannya ke dalam dadanya. dan pandangan ke sembarang arah.
"Astaga honey, Jagan seperti itu. Kasian anak-anak kita nanti. Jika, mommy seperti itu."
"Mana buah mangga yang Ayumi minta." Ayumi membuka telapak tangan nya seakan menagih.
"Tunggu mami, katanya dimansion banyak. Mang Tejo akan mengirimkan ke sini."
Mendengar akan mendapatkan buah mangga permintaan nya Ayumi jadi kegirangan.
"Tunggu, kenapa mami sampai tahu. Jika, Ayumi sedang ingin makan buah mangga itu." Ayumi mencondongkan tubuhnya seraya berkacak pinggang dan menyipitkan matanya.
"Ayo duduk dulu, apa tidak kasian sama ini."Rey mengulur tangan nya untuk duduk di sofa kamar. Dan juga memegang perut Ayumi.
Ayumi menurut dan mengikuti langkah Rey untuk duduk di sofa.
__ADS_1
Rey menahan tawanya. Karena berhasil meluluhkan Istrinya itu.