Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 225


__ADS_3

"Danilo kamu mau kemana?" Tanya papi Dani Petrucci. Saat melihat putra semata wayangnya hendak pergi.


"Nil, mau bertemu teman-teman pih," jawab Danilo tanya menoleh ke sumber suara. Ia sudah siap ingin pergi dengan tas ransel miliknya yang selalu ia bawa.


Danilo tidak mempedulikan papi nya.ia melangkah semakin menjauh darinya.


"Tunggu Nil, sampai kapan kau akan pergi-pergi terus, kau harus segera memegang perusahaan Nilo! "


Danilo seketika berhenti dan membalikkan badannya, ia tersenyum kecut atas ucapan papi nya.


"Papi, atau mami tidak perlu khawatir, Nil pasti akan menggantikan papi diperusahaan.tapi ingat pih, Nil tidak mau jika harus menikah karena bisnis." Tegas Danilo.


Malam ini adalah dimana Danilo akan di jodohkan atau diperkenalkan dengan anak teman rekan bisnis Papi nya.


Papi Danilo menyetujuinya karena perusahaan nya akan meningkatkan tiga kali lipat mendapatkan keuntungan. Sedangkan Danilo yakin, dia bisa membuat perusahaan Papi nya sukses dengan kemampuan dirinya.


"Jika papi tetap melakukan pertemuan malam ini, Danilo tidak akan pernah kembali kerumah ini." Sambung Danilo.


Danilo membalikkan badannya dan meninggalkan papinya sendirian. Sedangkan mami Danilo tengah menyambut tamu undangan yang akan makan malam bersama sekaligus membahas pernikahan bisnis putra putrinya.

__ADS_1


"Nil, kamu mau kemana. Keluarga Marc sudah datang sayang." Tanya mami Danilo saat berpapasan dengan putra nya.


Danilo tidak mempedulikan mami nya ia tetap melangkah pergi tanpa menatap wajah para tamu undangan.


"Tuan Marc , maafkan perlakuan putra kami," mami Danilo meminta maaf atas perlakuan Danilo kepadanya.


"Tidak apa-apa Tante, maaf tante, apa boleh Selen menyusul Danilo."


Mami Danilo mengangguk kepalanya memberikan ijin untuk pergi bersama Danilo.


"Danilo tunggu!" Panggil Selena.


Danilo menghentikan langkahnya dan menunggu Selena mengejarnya. Ia menarik tangan Selena untuk masuk kedalam mobilnya.


Danilo yang sudah duduk di depan kemudi mobilnya. . Ia meninggalkan halaman mansion.


"Ini pasti akal - akalan kamu kan, sampai kapan pun, gue tidak mau di jodohkan dengan kamu," kata Danilo.


"Ini bukan gue yang mau. Tapi ,Selen di paksa Dady." Selena pura- pura sedih merasa di paksa untuk menerima perjodohan ini dengan alasan perusahaan.

__ADS_1


"Ck, akal busuk mu tidak akan pernah merubah gue untuk menerima ini. Dan lho jika tidak membatalkan rencana pernikahan ini," Danilo tersenyum melihat Selena yang penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh Danilo.


Danilo menghentikan mobilnya dan membuka dasboard mobil yang ada didepan Selena. Ia mengambil sesuatu dan melemparnya di depan Selena.


Selena mengambil beberapa gambar foto dirinya bersama beberapa pria. Ia sengaja melakukan agar mereka mau bekerja sama dengan perusahaan Dady.


"Gue masih punya banyak,dan ini hanya copyan nya saja, kalau lho masih ingin perjodohan ini di lanjut. Semua foto-foto ini bakal jatuh di tangan Dady lho. "


Deg


Selena merasa pucat pasih saat melihat foto dirinya dengan para pria hidung belang.


"Ck, gue kira perusahaan Dady lho maju dengan pesat karena mereka mau bekerja sama dengan suka rela, tapi nyatanya di balik kemajuan perusahaan lho. Dasar murahan."


"Cepat keluar dari mobil gue dan ingat kata-kata gue. Jangan pernah menghina Ayumi lagi. Karena dia wanita yang berkelas bukan wanita rendahan seperti kamu." Sambung Danilo.


Selena terpaksa turun dari mobil Danilo. Ia menggenggam tangan nya seraya meremas foto yang masih ia pegang tadi.


Ahhhh

__ADS_1


Selena berteriak karena tidak terima dengan perlakuan Danilo dan menunjukkan siapa dirinya.


"Sialan, awas saja kau Danilo Petrucia, dan kau Ayumi selalu saja menggagalkan rencana gue."


__ADS_2