
Sudah satu minggu lama nya Ayumi, dan Rey sudah di Indonesia. Rey memilih untuk tinggal di rumah miliknya yang belum sempat mereka tempati. Hanya ada Bi asih yang di tugaskan untuk menjaga dan merawat rumah mereka.
Meski Mami Arum menolak. Jika, Rey harus tinggal dirumah barunya yang bahkan mami Arum belum mengetahui jika putra nya membelikan rumah untuk Ayumi dulu. Karena mami Arum ini kesempatan terbaik untuk bisa kumpul.kembali seperti dulu. Tapi, dengan berbagai bujuk rayu Rey. Akhirnya mami Arum menyetujui dengan catatan sering datang kerumah utama.
Pagi ini Ayumi dan Rey masih terlelap di balik selimut tebal yang saling berpelukan.
Pagi ini Ayumi merasakan mual yang hebat. dengan kasar ia menyibakkan selimutnya dan berlari ke kamar mandi.
Tidak ingin Rey mendengar Ayumi muntah-muntah Ayumi menutup pintu kamar mandi dengan rapat.
Di rasa sudah tidak mual. Ayumi membasuh wajahnya dengan air. Ayumi merasakan badannya lemas meski ia muntah hanya cairan berwarna kuning saja yang keluar.
"Apa gara-gara kemarin terlalu lama di pantai jadi masuk angin seperti ini" gumam Ayumi.
Kemarin Ayumi mengajak Bulan dan Kaka nya Saka untuk liburan ke pantai hingga sore hari.
Ayumi memutuskan untuk membersihkan badannya terlebih dulu sebelum keluar kamar.
Rey meraba tangannya ke samping. Dia tidak melihat keberadaan istri kecilnya. Rey mendengar sayup-sayup dari arah kamar mandi. Rey langsung bangun dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi yang ternyata tidak di kunci.
Tersenyum melihat istrinya yang sedang mandi di bawah guyuran air shower. Rey melepas semua pakaian yang melekat di tubuh. Rey berjalan dan mendekati istrinya yang sedang mandi.
Rey memeluk tubuh Ayumi membuat Ayumi sedikit terkejut saat tangan Rey tiba- tiba memeluk.
"Sayang, kau sudah bangun."
"Kenapa kau tidak mengajakku untuk mandi?" tanya Rey bukan pertanyaan Ayumi yang Rey jawab.
Ayumi terkekeh, Ia tidak mungkin menceritakan kejadian tadi. Jika, Rey tahu ia akan panik dan membawa Ayumi ke rumah sakit. Bagi Ayumi hanya, masuk angin saja. mungkin dengan istirahat dia akan sembuh.
"Maaf sayang, Ayumi tidak berani untuk membangunkan mu yang tidur begitu pulas."
Rey mencium cerucuk leher Ayumi dan menggigitnya. Hingga Ayumi mengadu kesakitan.
"Ahh sayang" adu Ayumi.
"Itu hukuman karena tidak membangunkan ku"
__ADS_1
Mereka memutuskan untuk mandi bersama. Tidak ada adegan ***- *** seperti biasa, membuat Ayumi merasa lega pagi ini.
Setelah selesai mereka membersihkan badannya bersama. Ayumi menyiapkan baju milik Rey dan untuk dirinya.
"Sayang, Ayumi turun dulu." bisik Ayumi saat melihat Rey yang akan memakai bajunya.
Selama di Indonesia Ayumi selalu turun tangan untuk memasak makanan untuk sarapan, atau makan malam sekalipun. bukan tidak suka masakan bi Asih. tapi, jika sudah di Indonesia Ayumi kembali ke hobinya memasak dan Bi Asih hanya membantu Ayumi.
Ayumi melihat Bi Asih yang sedang menata bahan makanan yang akan di masak oleh Ayumi.
"Bi, buatkan Ayumi Teh Jahe iya!" pinta Ayumi kepada Bi asih.
"Baik nyonya." kata Bi Asih tidak banyak tanya.
Ayumi melihat banyak sayuran dan teman-teman nya yang sudah di siapkan Bi Asih.
Dengan cekatan Ayumi membuat menu nasi goreng Tom yam dan omlet. dan satu menu makanan Korea Tteokbokki. Ayumi tidak menyadari. Jika, Rey sudah duduk di meja pantry menatap istri kecilnya yang sedang sibuk di dapur. Dan menyuruh Bi Asih untuk pergi dari dapur.
Setelah Bi ASI pergi Rey mendekati istrinya dan memeluk tubuh Ayumi.
Meski Rey selalu memeluk tubuh Ayumi di manapun. Tapi Wanita bermata sipit ini selalu meras terkejut akan pelukan dari Rey.
"Kenapa kau masih saja terkejut baby, bukannya aku selalu memelukmu seperti ini" bisik Rey.
"Sayang ... bisa singkirkan tangan mu sebentar, sebentar lagi masakan nya akan selesai, kau duduk lah di sana" pinta Ayumi yang masih sibuk.
Namun, Rey masih saja memeluk Ayumi dengan mesra dan erat.
Ayumi mematikan kompornya dan membalikkan badannya menghadap Rey. "Sayang," seru Ayumi dengan manja.
Ayumi memberikan satu kecupan untuk Rey. agar mau nurut untuk duduk. Dan benar saja Rey mau duduk di kursi pantry.
Setelah beberapa menit akhirnya masakan Ayumi selesai. Ayumi menatap makanan di atas meja. Sedangkan Rey menyipitkan matanya karena melihat menu sarapan pagi hari ini yang berbeda.
"Baby, sejak kapan masakan Indonesia di campur dengan makanan Korea?" tanya Rey.
Ayumi hanya tersenyum. "Tiba-tiba ingin memasak dua negara sayang" Ayumi tertawa puas.
__ADS_1
Rey hanya menggelengkan kepalanya saja. Dan Rey tidak mempermasalahkan menu sarapan pagi kali ini.
🍃🍃🍃
Sena membawa kedua orang tuanya untuk datang melamar ke rumah Karina. Setelah kemarin meminta Karina untuk menunggu Sean meminta kedua orang tuanya untuk datang melamar. Dan hari ini kedua orang tuanya datang.
Sebelum masuk ke mansion kedua orang tuanya sempat minder Karena calon menantu nya bukan hanya orang kaya biasa tapi dari golongan milyarder.
Namun setelah di jelaskan oleh Sean. Kedua orang tuanya mengerti dan memutuskan untuk masuk ke dalam mansion yang begitu megah dan mewah.
Karina dan Tn. Dominik menyambut kedatangan tamu spesial malam ini. Sebelum nya Sean sudah memberi tahu kan akan kedatangan Sean dan keluarganya.
"Selamat datang di gubuk ku Tn Richard Gelael" ucap Tn. Dominik menyambut kedua orang tua Sean.
"Terimakasih Tn. Sander sudah mengijinkan kami untuk datang"
Tn. Dominik mempersilahkan tamunya langsung ke area ruangan makan. Malam ini Keluarga Sander benar-benar menjamu tamunya dengan spesial.
Mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum tujuan datang ke Mansion Keluarga Sander. Setelah selesai. Ayah Sean memutuskan untuk mengungkapkan tujuan nya datang kesini.
"Tn. Dominik, pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih karena sudah di terima dan di jamu menu spesial malam ini" kata Tn Richard Gelael.
"Kedatangan kami kesini untuk melamar putri anda Karina Sander" sambung Tn Richard Gelael.
"Saya terima niat baik anda Tn Richard. Tapi keputusan ada pada putri ku, karena saya hanya memberikan dukungan saja. Toh mereka berdua yang akan menjalankan. bagaimana sayang, apa kau menerima Sean untuk masa depanmu nati"
"Iya Dady, Karina menerima Sean. Bahkan kemarin Sean sudah melamar Karina terlebih dulu" kata Karina seraya menunjukkan cincin berlian yang Sean berikan Tempo hari.
"Syukurlah Jika kau menerima nya sayang, Tapi Sean apa kau menerima masalalu putriku?" Ucap Tn. Dominik.
Sean menghela napas panjang. "Sean menerima Karina apa adanya Tuan, Sean juga tahu jika masa lalu Karina bukan Karena kesalahan Karina. Maka dari itu ijinkan Sean menikahi putri Tuan. Sean tidak janji tapi Sean akan selalu membahagiakan Karina dan tidak akan menyakiti Karina." Tutur Sean panjang lebar.
Tn. Dominik tersenyum. Sean termasuk pria yang baik dan gantlman.
Setelah acara makan malam selesai Sean dan keluarganya memutuskan untuk pulang ke Hotel mereka menginap. Dan pernikahan mereka akan di adakan Satu bulan lagi.
Kabar pernikahan Sean dan Karina terdengar hingga Rey dan Ayumi. Hingga kedua pasangan suami istri itu memutuskan untuk kembali ke Moskow.
__ADS_1
Rey juga akan kembali ke Paris dan kembali bertanding. Sedangkan Ayumi akan menyusul ke Paris nanti.