
Bulan merasa canggung ketika duduk bersama ibu tiri Ayumi. Ini pertama kalinya Bulan duduk bersama dengan mama Ria. setelah Bulan dan Saka menjalin hubungan.
"Sayang, kenpa kau tidak pernah memperkenalkan pacar kamu ke mama?" Tanya mama Ria.
"Apa beliau amnesia? Bukan nya dulu menolak mentah-mentah, karena aku teman putri tiri mu,"
Ingin rasanya Bulan berkata seperti itu. Namun Bulan tidak berani, karena mama Ria sepertinya sudah mau menerimanya.
"Maaf, mah. Jika, Saka baru memperkenalkan Bulan ke mama sekarang." Jawab Saka. Ia juga tidak mau merusak momen ini.
"Tante, dengar kau membuka butik yang ada di jalan xxx iya." Tanya Mama Ria.
"Iy- iya Tan, Bulan hanya membantu Ayumi saja." Kata Bulan dengan sedikit terbata, Bulan takut jika, mama Ria akan marah. Jika, menyebut nama Ayumi.
Mama Ria menghembuskan napasnya. Raut wajah nya mendadak menjadi sedih.
"Tante, merasa bersalah kepada teman kamu itu, selama ini Tante sudah memperlakukan Ayumi dengan buruk, padahal Ayumi anak yang baik dan ceria," ujar mama Ria mengingat kembali memori masa lalu dengan Ayumi. Saat memperlakukan anak tirinya. Padahal Suaminya sangat menyangi Saka.
"Sudah lah Tante, itu hanya masa lalu, sekarang Ayumi sudah hidup bahagia dengan keluarga nya, apa lagi Tante, sebentar lagi tante akan menjadi nenek." Bulan tersenyum.
"Apa?" Pekik mama Ria. "Jadi putriku sedang mengandung." Tanya mama Ria yang begitu berbinar-binar saat mengetahui Ayumi tengah hamil.
Apa tadi putriku, Bulan mendengar Mama Ria menyebut Ayumi sebagai putrinya. Bulan merasa terharu karena mama Ria sudah menganggap Ayumi putrinya. Tapi kenapa baru sekarang.
"Iya, Tante. Bahkan Bulan mendengar jika Ayumi mengandung baby Twins."
__ADS_1
"Oh my ... Andai Dady Azawa masih hidup ia pasti akan senang mendengar putrinya tengah hamil."
Sedangkan Saka hanya memperhatikan saja.
Mama Ria meneteskan air mata. Ia benar-benar merasa bersalah kepada Ayumi.
Bulan berpindah duduk, ia memegang tangan mama Ria. "Tante, Ayumi sudah memaafkan Tante. Apa Tante tahu, saat Ayumi kembali ke Indonesia tempo hari, apa yang Ayumi kunjungi terlebih dulu."
"Ayumi mengunjungi rumah Tante, Ayumi bahkan ingin masuk, Tapi, Ayumi tidak berani, ia takut Tante masih membenci Ayumi." Tutur Bulan. Membuat mama Ria semakin menangis.
"Maaf kan mama Ayumi," gumam mama Ria.
"Maafkan mama Ayumi," mama Ria mengulangi kata yang sama.
🍃🍃🍃
Nick menemukan ide agar Ayumi tidak marah ketika makanan nya tidak ia habiskan. Nick menghubungi security apartemen untuk membagi makanan nya. Nick merasa lega saat tugasnya selesai.
"Done," kata Nick. Setelah keluar dari apartemen.
"Kakak habis dari mana?" Nick terkejut mendengar suara Ayumi yang membuat Nick kaget.
Aduh ... Mampus Nick,jika semua makanan kamu bagikan ke Security depan.
Batin Nick. Nick bingung harus menjelaskan semua nya. Ia hanya menggaruknya kepalanya yang tidak gatal dan memperlihatkan gigi putihnya nya.
__ADS_1
"Kakak habis dari Security depan." Jujur Nick.
"Oh ... " Ayumi memanggut- manggut.
"Maafkan kakak Ayumi, karena makanan tadi kakak bagi ke ... "
"Kenapa tidak bilang dari tadi, kan kalian tidak harus menghabiskan makanan tadi"
Nick melongos kaget. Ia pikir Ayumi akan marah jika, makanannya tidak ia habiskan malah di kasih ke orang.
"Syukur-syukur selamat," gumam Nick.
Namun masih bisa terdengar oleh ibu hamil ini.
"Apa nya yang selamat?" Tanya Ayumi.
"Tidak ,tadi Security nama nya selamat." Random Nick.
"Huft, padahal masih ada makanan yang belum Ayumi makan dan ingin makan itu," sendu Ayumi. Ia berjalan kembali ke arah sofa depan televisi.
Duaaarrrr
Nick merasakan hawa tidak enak, seperti akan di suruh lagi oleh Ayumi.
Sedangkan Rey hanya menahan tawanya saat melihat perubahan mimik wajah Nick.
__ADS_1