Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 39


__ADS_3

Garret POV.


Setelah kepulangan Willi sahabatnya. ia selalu teriyang- iyang, akan perkataan sahabat nya itu. untuk memberikan perhatian kepada Jessica meski tidak mencintainya.


Garret benar-benar merasa bimbang. apa ia menerima tawaran sahabatnya atau tidak. Jika tidak Willi pasti akan mendesaknya terus-menerus. Dia takut akan kekecewaan Jessica. jika dirinya PHP Jessica. meski tidak ada niat sedikitpun dalam benaknya. itu karena Willi adalah sahabat baiknya tidak enak jika menolak.


Jessica gadis yang baik, cantik dan pintar. siapa yang tidak akan jatuh cinta dengan pesona kecantikan nya. namun berbeda dengan Garret ia sama sekali tidak tertarik. hanya memandang Jessica sebagai adik perempuannya. bukan sebagai seorang wanita yang harus di jadikan kekasih.


Garret mengambil handphone. ia mulai mengetik sesuatu, namun ia hapus lagi dan mengetik lagi dan hapus lagi. Garret binggung mau mengatakan apa pada gadis itu. karena selama ini ia tidak dekat dengan seorang wanita.


"Aku harus bilang apa? apa harus berkata Hai Jess apa kabar, atau harus! Agrrrrrrhhhhh", gumam Garret.


Garret melempar handphone. ia mengacak rambutnya. dan ia mengambil handphone kembali. ia menatap nomor Jessica yang masih online. ia mengerutkan keningnya. padahal di Rusia sudah larut malam kenapa gadis itu belum juga tidur.


Garret menghela napas panjang sebelum menekan icon dial. dan tersambung namun kenapa tidak langsung di angkat oleh gadis itu padahal sedang online.


"Apa dia sudah tidur, tapi masih online", kata Garret seraya menempel benda pipih ke telinganya. ketika Jessica tidak mengangkat nya.


"Ah!! coba sekali lagi, siapa tahu tadi lagi di kamar mandi", gumam Garret.


Dan benar saja terdengar suara cempreng Jessica menyapa dulu. Garret binggung harus berkata apa. ia hanya berucap sekenanya saja.


"Hallo", Sapa Jessica duluan.


"Kau belum tidur?", Tanya Garret kepada Jessica.


Ha.. kenapa aku bilang seperti itu. hanya sekedar basa basi Garret


"Belum kak,baru selesai mengerjakan tugas kampus, ini baru mau tidur", jawab Jessica.


"Pergilah Tidur, besok kau pergi ke kampus kan", Kata Garret.


"Iya kak",


"Iya sudah, Selamat malam", Ucap Garret.


memutuskan sambungan telepon.


Huft tidak sesulit itu ternyata menghubungi seorang gadis

__ADS_1


🍃🍃🍃


Sesuai janji Jessica kepada Ayumi yang akan mentraktir makan hari ini. Kini Ayumi dan Jessica sudah berada di restoran White Rabbit yang berlokasi di lantai 16 pusat perbelanjaan Smolensky Passazh. Termasuk tempat makan favorit para jetset dan publik figur di Moskow.



Ayumi mengngagumi desain interiornya sangat apik, memadukan kesan modern dan elegan. Dinding dan atapnya didominasi kaca, membentuk kubah melengkung di bagian atas. Yang katanya, jika berkunjung ke sini saat malam yang cerah akan di sungguh kan dengan malam di bawah taburan bintang.


"Selama Ayumi tinggal di Russia baru tahu ada restoran sekeren ini", Ucap Ayumi. ia tidak henti-hentinya menatap setiap sudut restoran.


Membuat Jessica tertawa ternyata teman belum mengenal Moskow. "Baiklah, Ayumi sepulang dari sini kita akan berkeliling ke Moskow, apa kah kau mau?", Tawar Jessica.


"Sure you will", Jawab Ayumi. ia tersenyum kepada Jessica yang mau mengajaknya berkeliling Rusia.


Ayumi memesan beberapa makanan khas Rusia ia mulai menyukai kuliner semenjak Nick selalu membawakan makanan untuk nya.


"Aku kira kau belum tahu makanan khas di sini", ucap Jessica terkekek melihat pesenan Ayumi.


"Hey, meski Ayumi belum semua tempat ku datangi tapi makanan khas orang Moskow Ayumi tidak akan ketinggalan", Sahut Ayumi dengan sedikit kesal.


Membuat Jessica tertawa kembali. "Kau sangat lucu Ayumi", kata Jessica.


"Kau bisa minta pada Deduska untuk meminta bodyguard atau sopir pribadi gitu, untuk bisa pergi jalan-jalan", kata Jessie kembali.


"Tidak", jawab singkat Jessica. "Tapi kamu belum mengetahui secara langsung kota Moskow itu seperti apa", kata Jessica.


"Bukan belum tapi belum sempat, kau tahu Jessica, Kak Nick juga punya kesibukan sendiri", cibir Ayumi.


"Ck, sama saja tahu", Ucap Jessica ia memajukan bibir.


"Oh iya Ayumi, Mommy ku baru saja telepon, ia akan membuat perayaan ulang tahun ku Minggu depan, Dan kau harus datang", ancam Jessica.


"Ck, kau mengancam ku nona?", ucap Ayumi penuh penyidik


"Tidak hanya mengingatkan", kata Jessica.


***


Setelah acara makan bersama tadi, Jessica mengajak Ayumi ke Red Square (Krasnaya Ploshad) dari sini bisa di lihat St. Basil Cathedral, GUM Department Store, State Historical Museum, Lenin Mausoleum dan juga Kremlin.

__ADS_1


Jessica menjadi dirinya Pemandu untuk Ayumi.


"Kau tahu Ayumi, Jika di Red Square ini menjadi lokasi upacara, perayaan, juga parade militer Rusia lho", jelas Jessica.


"Wow, pasti rame dan seru", jawab Ayumi.


"Tentu saja, lain kali kita kesini di saat sedang ada Perayaan atau acara parade", ucap Jessica.


"Sepertinya,aku membawa kau pergi berkeliling terlalu lama nona, lebih baik kita pulang, aku takut jika bodyguard mu itu akan mengamuk kepadaku", kata Jessica.


Mereka tertawa bersama, mengingat Nick akan mengamuk jika Ayumi belum pulang ke apartemennya hingga malam tiba.


"Terimakasih Jes, kau telah menemaniku hari ini", ucap Ayumi sebelum turun dari mobil Jessica.


Jessica hanya mengangguk kepalanya. dan Ayumi turun melambaikan tangannya dengan di balas klakson mobil Jessica.


Ayumi masuk kedalam Apartemen nya dan di kejutkan dengan kedatangan mami Arum. ia sedang duduk bersama Nick seraya menunggu Ayumi pulang dan memberikan kejutan.


"Mami", Teriak Ayumi.


"Hai sayang, kau baru pulang", jawab Mami Arum.


"Iya mih, tadi sempat pergi jalan-jalan dengan Jessica, dia teman Ayumi selama di Moskow", kata Ayumi. ia melirik ke arah Nick kenapa dia tidak memberitahukan kedatangan ibu mertuanya itu. seakan tahu tatapan Ayumi Nick ikut menimbrung.


"Kakak sengaja tidak memberitahukan mu, akan kedatangan Ny. Arum", kata Nick santai.


"Huft kak Nick, jika kasih tahu Ayumi pulang lebih awal", Ayumi memanyunkan bibirnya.


"Itu perintah mami sayang, nyuruh Nick tidak memberitahu kan mu, Bagaimana SUPRAIS nya?", ucap Mami Arum.


"Amazing, Membuat Ayumi tidak percaya jika mami akan datu ke Rusia", jawab Ayumi. ia berjalan dan memeluk mami Arum.


"Ayumi merindukan mami", Lirih Ayumi.


"Iya sayang, mami tahu, maka dari itu, mami cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan mami agar lebih cepat berangkat ke Rusia", ucap mami Arum, mengurai pelukan mereka.


Nick hanya menatap mereka saja, ada rasa kerinduan di mata Ayumi,


"Apa mami akan tinggal disini cukup lama?", kata Ayumi,. Menatap mata berwarna grey itu. Mami Arum tersenyum "Mami akan ikut tinggal disini, dan masalah pekerjaan mami bisa dikerjakan dari sini", kata mami Arum. membuat Ayumi berkaca-kaca tidak percaya.

__ADS_1


"Jangan menangis sayang", kata mami Arum kembali.


"Tidak mih, hanya terharu saja", ucap Ayumi menghapus air matanya dengan cepat.


__ADS_2