Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 25


__ADS_3

Mami Arum merasa geram dengan pertanyaan orang tua murid.


"Di luar sana bahkan luar negri banyak orang yang sudah berkeluarga bahkan punya anak masih sekolah" mami Arum dengan sedikit bernada emosi. "Ibu juga boleh sekolah lagi ko, apa yang salah dengan dia?"


"Dia salah, karena sudah mempengaruhi putriku menjadi seorang gadis yang tidak baik, semenjak putriku dekat dengan Ayumi" sahut ibu Sofi.


"Bapak kepala sekolah"


"Iya Ny. Xavier" sahut kepala sekolah.


"Siapa nama putri dia, dan bawa kesini"


"Baik nyonya" ucap kepala sekolah, ia memerintahkan salah satu guru untuk memanggil putri ibu Sofi menghadap mami Arum.


Ibu sofi merasa terkejut, kenapa putrinya Annabelle dibawa kehadapan nya?


Semua orang tua murid mendengar penjelasan dari Annabelle yang berbeda jauh dengan ibu Sofi. membuat ibu Sofi tidak bisa berkata-kata lagi. dia merasa terpojok atas pengakuan putrinya.


"Saya tidak pernah berteman dengan Ayumi" ucap Annabelle.


"Saya melihat sendiri jika Ayumi keluar dari toko bunga dan menuju pemakaman, ternyata makam yang Ayumi datangi makam suaminya"


"Ibu Sofi dengarkan penjelasan putri anda sendiri, jika putri anda tidak berteman baik dengan Ayumi"


"Annabelle" Teriak Ibu Sofi.


"Jika ada yang tidak setuju Ayumi masih sekolah di sekolah ini, silahkan keluar dari sekolah ini"


"Saya jamin, anak anda tidak akan bisa diterima di sekolah mana pun" ancam Mami Arum.


"Kalian tahu Ayumi siapa?"


"Bukan nya Ayumi Gadis simpan om-om, terkadang di antar pria bule kaya" sahut ibu-ibu yang telah mendengar cerita dari ibu Sofi atas apa yang di ceritakan Annabelle.


"Asal tahu kalian semua. orang tua murid yang ada disini, jika Ayumi adalah putri tunggal Tn. Akiyama Azawa dan menantu dari Keluarga Xavier" Tegas mami Arum.


Membuat sebagian orang tua yang bekerja di perusahaan Dady Ayumi dan mami Arum merasa terkejut. dia telah menghina dan memojokkan anak dan menantu bos suami mereka.


"Jeff, catat siapa saja anak dari bawahan kita yang bersekolah disini"

__ADS_1


Jeff yang masih berdiri di samping Ayumi yang duduk bersama guru wakil kelas nya.


"Baik, nyonya"


Jeff mengambil buku agenda untuk mencatat sesuai perintah Bos nya.


"Astaga bagaimana nasib suami saya?" Ucap salah satu ibu yang suaminya bekerja di Xavier Grup.


"Iya betul, suami saya juga baru di angkat beberapa bulan di Azawa grup bagaimana nasib suami kita-kita"


"Saya tidak mau ikut-ikutan, lebih baik saya pulang saja"


Mami Arum tersenyum melihat orang tua murid merasa takut akan ancaman dan pengakuan Ayumi siapa.


🍃🍃🍃


Ayumi hari ini di ijinkan pulang oleh pihak sekolah, takut jika Ayumi masih merasa malu jika semua teman-teman nya mengetahui status dia, yang sudah menikah tapi suaminya telah meninggal.


"Sayang, ikut mami ke kantor iya, Mami tidak mau kamu dirumah sendirian"


"Ayumi tidak apa-apa, Ayumi ingin istirahat dirumah saja, mami pergi kekantor saja" ucap Ayumi.


"Tapi sayang, nanti kamu sendirian?"


"Ya sudah mami antar kamu pulang Sayang"


Ayumi di antar sampai halaman rumah Ny. Arum. namun mami Arum tidak ikut turun, ia harus kembali ke perusahaan.


"Hati-hati sayang dirumah"


"Iya mih" kata Ayumi ia turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam.


"Nona Ayumi sudah pulang?"


"Iya bik, Ayumi masuk ke kamar dulu"


Ayumi yang masuk kedalam kamar Rey yang berada di lantai dua. nampak terlihat jika nona mudahnya tidak bersemangat.


Ayumi berjalan dengan sangat lesu. ini yang Ayumi takutkan dengan status nya yang sudah menikah. tapi pernikahan yang tidak seperti orang bayangkan. bahkan Ayumi Sekarang berstatus Janda di usia yang masih mudah sekali 14 Tahun.

__ADS_1


Di tatapnya foto mereka berdua yang di pajang di atas dinding, Ayumi tidak menyangka akan di tinggal pergi mati oleh suami tercinta nya.


"Kak Rey Ayumi kangen, Ayumi takut semua teman-teman membenci Ayumi setelah mereka tahu" Ayumi mulai menitihkan air matanya.


"Kenapa kak Rey pergi di saat Ayumi mulai menerima kak Rey sebagai suami" Ayumi menatap foto Rey yang sedang tersenyum.


"Kak Rey jahat dimana janji kak Rey untuk Ayumi yang akan selalu ada untuk Ayumi"


"Hicks... Hicks.. kak Rey"


Ayumi merasa hancur karena kepergian Rey. berasa belahan hidupnya telah hilang, m Namun Ayumi ingat kata-kata paman Sam pemilik kedai bunga.jika di harus selalu bahagia di saat masalah menerpa nya.


Bulan yang sedari tadi berada di kelas nampak tidak tenang, dia memikirkan nasib Ayumi. apa sahabat nya itu di keluarkan dari sekolah, namun Ayumi sampai detik ini belum masuk ke kelas membuat Bulan merasa bertanya-tanya. ia ingin menelpon Ayumi namun ia tidak bisa keluar karena hari ini adalah mata pelajaran yang gurunya sangat ketat dan killer.


"Kenapa di saat penting, malah Guru killer yang masuk sih" Gerutu kesal Bulan.


namun di sela-sela kelas masih ada Guru Bulan mencoba mengirimkan chat kepada Ayumi, untuk menanyakan keadaan. namun beberapa kali ia kirim chat, Ayumi sama sekali tidak membalas karena handphone nya ia slinet.


"Ish ini anak kemana sih, kenapa tidak membalas chat dariku, tidak tahu apa jika aku merasa cemas dengan keadaan nya" kesal Bulan.


Tidak jauh berbeda dengan Danilo juga memikirkan nasib Ayumi. apa teman nya ini di Do dari sekolah?


Namun berbeda dengan Saka tidak begitu khawatir, ia tahu jika adiknya tidak akan di keluarkan secara adiknya selalu membawa nama baik sekolah dan menantu pemilik yayasan sekolah ia menimba ilmu.


"Tidak mungkin Ayumi di Do dari sekolah, meski Kak Rey sudah tidak ada. tapi dia menantu pemilik yayasan sekolah ini" gumam Saka.


***


Jam makan siang tiba namun Ayumi tidak kunjung turun untuk makan siang. membuat bibi dirumahnya merasa khawatir. ia mendengar dari Jeff jika nona Ayumi sedang tidak baik di sekolah.


Di tatapnya pintu kamar Rey berharap Ayumi keluar untuk makan siang.


namun hampir setengah jam bibi itu berdiri di depan pintu kamar Ayumi.


"Astaga apa jangan-jangan nona Ayumi" Bibi yang bernama Sri itu berpikir negatif ia takut Ayumi melakukan hal yang di luar dugaan nya. ia terpaksa mengetuk pintu kamar Ayumi.


"Nona, apa anda baik-baik saja? ini bi Sri nona" ucap Bi Sri.


Bibi rumah terpaksa masuk kedalam ia takut nona muda kenapa- kenapa.

__ADS_1


Beruntung pintu kamar Ayumi tidak di kunci ia masuk kedalam. merasa lega melihat Ayumi tertidur dengan pulas dengan mata yang sebam. terlihat jika Ayumi habis menangis.


"Nona, saya merasa kasian melihat anda seperti ini, di tinggal den Rey untuk selama-lamanya" lirih Bi Sri


__ADS_2