Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 80


__ADS_3

Jika Ayumi selama di perjalanan pulang ia nampak sedih dan murung, berbeda dengan Garrett yang nampak terlihat bahagia selama mengudara ia tidak henti-hentinya mengingat kebersamaan Ayumi dengan dirinya meski hanya dua hati di Paris namun sangat berkesan bagi Garrett.


Bagaimana tidak Garrett senang, meski cuma sehari tapi itu sudah membuat moodnya hari ini sangat baik, hingga rekan kerjanya pun merasa heran melihat perubahan mimik kapten nya.


"Kapten, aku lihat Sepertinya anda sangat bahagia" tanya co pilot. Ia bisa melihat Garrett sering tersenyum. Tidak seperti biasanya bersikap dingin.


"Iya hari ini aku sangat bahagia" kata Garrett singkat,


"Aku senang jika kau bahagia kapten,"


Nick mengajak Ayumi untuk menamai Nick makan. Dan sekarang dia berada di restoran yang cukup terkenal di kota Paris. Meski Ayumi tidak ikut makan tapi dengan senang hati ia menemani Nick.


"Ayumi" seru Nick.


Ayumi yang sedang mengaduk-aduk jus nya. Ia mendongakkan kepalanya.


"Sebentar lagi kau akan seventeenth birthday, apa kau ingin buat party" tanya Nick lagi.


Ayumi menggelangkan kepalanya. "Ayumi tidak ingin ada pesta"


"Kenapa? Ada sesuatu yang kak Nick tidak tahu"


"Harusnya Ayumi yang bertanya, Kenapa kalian menyembunyikan kebenaran dari Ayumi jika kak Rey masih hidup" ucap Ayumi ia nampak matanya sudah berkaca-kaca.


"Maaf" kata maaf dari Nick. "Apa Garrett memberitahu kan mu sayang?" Tanya Nick memperhatikan Ayumi.


Menggelangkan kepalanya "Kak Garrett tidak memberitahu apa-apa tentang Rey, Ayumi tidak sengaja mendengar percakapan kalian bertiga. Ayumi ingin sekali bertanya langsung kepada kakak tapi menunggu waktu yang pas, dan benar saja acara kemarin membuka semuanya", kata Ayumi yang nampak menahan emosi.


"Maaf Ayumi, Kakak menyembunyikan ini semua dari kamu, kakak tidak bermaksud apa-apa, sebelum kita menemukan keberadaan Rey" jelas Nick kepada Ayumi.


"Kakak hanya berpikir bagaimana nasib Garrett jika Rey kembali nanti" kata Nick. Seraya memakan sarapannya kedalam mulutnya.


Garrett akan menyerahkan mu kepadanya, mengingat kau sangat mencintai Rey. Meski membuat ia terluka, itu semua tergantung kepadamu Ayumi",


Ayumi hanya diam.


Andaikan kak Nick tahu jika Garrett itu Rey.


Batin Ayumi.


"Lalu kau kan memilih siapa" tanya Nick hati-hati kepada Ayumi.


Ayumi tersenyum semirk "Ayumi akan memilih duanya" jawab Ayumi enteng.


"Apa" pekik Nick, "Kau harus memilih di antara mereka Ayumi, ya meski harus ada yang tersakiti."


"Tapi Ayumi ingin mereka berdua" kata Ayumi, membuat teka teki untuk Nick, sedangkan Nick bertambah pusing.


"Terserah kau saja, pesan kakak jangan menjadi gadis tamak Ayumi, kakak tidak tahu jalan pikiran mu", mengelengkan kepalanya.


🍃🍃🍃


"Dady, tolong maafkan Jessi", lirih Jessica dengan surat sedikit bergetar, yang masih menundukan kepalanya menahan air matanya.


Robert tidak menjawab pertanyaan Jessica "Sudahlah Jessi, lebih baik kau pergi dari sini, apa kau tidak lihat jika Dady sedang sibuk"

__ADS_1


"Jessi akan pergi, jika Dady memaafkan Jessi dad" kata Jessica yang tidak mau pergi, ia masih bersikap keras kepala sebelum Dady nya memaafkan dirinya. Namun Dady nya tidak mau memaafkan Jessica.


Robert tidak mempedulikan itu ia kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi dan ia tidak mempedulikan putrinya yang masih setia berdiri di hadapannya.


Hingga satu jam lamanya Jessica tetap saja bersikap keras kepala. Robert menghela napas panjang.


"Dady sudah memaafkan mu, pulang lah Jess, mommy menunggu mu dirumah" kata Robert dingin.


Jessica yang sudah sedikit merasa lelah dan terkejut mendengar Dady memaafkan dirinya, Jessica mendongakkan kepalanya menatap Dady nya.


"Really dad?" Seru Jessica ia masih belum percaya jika Dady nya memaafkan nya. tidak sia- sia Jessica berdiri cukup lama hanya menunggu Robert memaafkan nya dan benar saja jika Robert akhirnya luluh dengan sendirinya. "Yes of course, " jawab Robert. Ia membereskan semua pekerjaan.


Namun saat Jessica akan mendekati Dady, ia menolak dengan alasan dirinya sibuk dan harus pergi meeting.


"Pulang lah, Dady sibuk sebentar lagi ada meeting dengan para relasi" tegas Robert.


Meski ada raut wajah Jessica sedih namun ia meras senang jika Dady nya sudah memaafkan nya.


"Terimakasih dad, Jessi akan pergi sekarang, dan nanti malam Jessi tunggu di rumah" kata Jessica. Ia membalikkan badannya dan keluar dari ruangan Robert.


Jessica nampak tersenyum saat keluar dari ruangan Dady nya membuat sekertaris Robert merasa heran. Ia tahu jika Jessica dan bos nya sedang memiliki hubungan tidak baik. Namun melihat Jessica keluar dari ruangan bos nya tersenyum ia ikut senang karena mood bos nya sedang bagus hari ini.


"Terimakasih uncel, Jessi pergi dulu" sapa Jessica3 kepada sekertaris sekaligus asisten Dady nya.


"Iya nona Jessi"


***


"Hai kau sudah kwmbali" seru Willi yang bertemu Garrett di parkiran bandara.


Garrett yang hendak masuk ke dalam mobilnya ia urungkan ia membalikkan badannya melihat Willi sudah berada di belakang nya. Semenjak perkelahian antar mereka membuat mereka tidak bertemu kembali, Willi sengaja menghindari temannya itu, baginya Garrett sudah membuat dirinya kecewa karena telah menyakiti Jessica.


"Iya aku baru saja tiba" kata Garrett dingin.


"Maaf jika aku sudah memukul mu bro, aku sudah tahu semuanya, makanya aku datang untuk meminta maaf kepada mu", seru Willi.


Garrett tersenyum miring melihat Willi yang baru datang meminta maaf, padahal ia sudah menjelaskan kepada Willi jika di foto itu bukan dirinya namun pria bule yang ada di hadapannya tidak percaya. Namun saat acara peringatan kematian Rey kemarin yang di siarkan langsung seluruh dunia.


"syukurlah aku sudah memaafkan mu Willi" kata Garrett.


"Terimakasih, bagaimana jika kita nongkrong dulu" tawar Willi namun Garrett masih diam. "Ayo lah bro sudah lama kita tidak berkumpul dan aku ingin berbicara dengan mu"


"Baiklah, Kita ketempat biasa" kata Willi. Ia masuk kedalam mobilnya dan Willi menuju mobilnya yang tidak jauh dari mobil Garrett.


Garrett mengganti bajunya di dalam mobil seraya menghubungi kekasihnya. jika dirinya sudah sampai di Colorado Amerika serikat. Ia memasang wireless ke telinganya dan mencari nomor Ayumi di handphone nya.


Tidak lama terdengar dering telepon tersambung.


Ayumi yang melihat handphone berbunyi ia tersenyum saat tahu siapa yang menghubunginya.


"Kak, aunty Ayumi angkat telepon dulu" kata Ayumi pamit kepada Karina dan Nick.


Ayumi masuk kedalam kamar. dan menganggat telepon dari Garrett.


"Hallo sayang maaf lama angkatnya tadi sedang bersama kak Nick dan Aunty" seru Ayumi kepada Garrett.

__ADS_1


"It's, ok baby, maaf jika aku mengganggu mu, aku hanya memberitahukan mu jika aku sudah sampai dan sekarang di jalan menuju restoran xxx, karena Willi memaksa ku baby"


Mendengar nama Willi Ayumi terdiam. "Honey"


"Ya sayang",


Garrett melanjutkan obrolan mereka hingga Garrett Sampai di tempat tujuan, namun Garrett tidak mematikan sambungan telepon dengan Ayumi.


"Sayang, apa kau sudah sampai" tanya Ayumi, karena ia bisa mendengar dengan jelas Garrett berada di tempat ramai.


"Yes honey, aku sudah sampai dan sekarang sedang bersama teman ku willi" kata Garrett ia sengaja agar Willi tahu jika dirinya sudah mempunyai kekasih agar Willi tidak menjodohkan dirinya dengan Jessica lagi.


"Baiklah sayang, Selamat bersenang-senang, Ayumi akan pergi keluar bersama aunty sore ini"


Sedangkan Willi masih menatap Garrett yang masih sibuk dengan sambungan teleponnya. Dan ia terkejut saat Garrett memanggil honey. Itu artinya sahabat nya sudah memiliki kekasih sekarang.


"Ya Baby, nanti aku hubungi kembali, Titip maaf ku untuk keluarga mu" seru Garrett.


"Aku mencintaimu" kata Garrett tersenyum.


"Sorry Will tadi aku menghubungi kekasihku dulu" ucap Garrett karena mengabaikan Willi.


"Kekasih" seru Willi yang masih mencerna ucapan Garrett.


"Iya, aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai" kata Garrett.


"Apa" Willi merasa kaget, "Jangan kaget begitu, apa salahnya jika aku sudah jatuh cinta kepada seseorang yang sudah membuat jantungku bergetar hebat" jelas Garrett ia tertawa.


"Sejak kapan kau memiliki kekasih" tanya Willi yang masih penasaran.


"Sejak enam bulan yang lalu"


"Masalah dengan Jessica bagaimana" tanya Willi. Namun Garrett malah tertawa. "Sejak awal aku sudah menjelaskan kepada mu bukan Will,jika aku tidak mencintai adikmu Jessica, dan kau yang memaksaku untuk mendekati adikmu" kata Garrett mengingatkan kembali.


Willi nampak sudah emosi karena temannya kini sudah punya kekasih. Ia ingin sekali menonjok Garrett.


"Oh iya Willi kau ingin berbicara apa" tanya Garrett.


"Ternyata Ayumi sudah pernah menikah"


"Hmm"


"Aku tidak menyaka jika gadis cantik seperti Ayumi sudah menikah dan Kau tahu suaminya siapa"


"Tidak" jawab Garrett ia pura-pura tidak tahu.


"Rey Vincenzo Xavier pembalap mobil internasional yang meninggal empat tahun lalu"


"Apa? Kau tahu dari mana, aku kira dia sepasang kekasih" Garrett masih pura- pura terkejut.


"Dari acara peringatan kematian Rey yang di siarkan langsung seluruh stasiun televisi nasional"


Nick


__ADS_1


Ayumi



__ADS_2