Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 79


__ADS_3

Garrett memutuskan untuk ikut tidur dan ia mengecup kening Ayumi dan berbisik


"Aku mencintaimu baby, good night"


Cup


Ayumi yang pura-pura tidur saat Garrett mengucapkan selamat tidur. Terdengar hembusan napas teratur Garrett menandakan jika pria nya sudah tertidur. Ayumi membalikkan badannya menghadap Garrett.


Di tatapnya wajah yang selalu ia rindukan, ia membelai wajah tampan nya. "Ayumi lebih mencintaimu sayang, Ayumi yakin jika kau itu kak Rey yang menjelma menjadi Garrett yang ada di hadapanku" gumam Ayumi. Ia meneteskan air matanya. Ia bisa melihat tato kecil yang tadi ia lihat di bawah bahunya, di lihatnya dengan seksama dan di usapnya dengan lembut.


Tato itu di buat saat Ayumi dan Rey pertama kali pergi liburan dan honeymoon. Namun Ayumi tidak ingin mempertanyakan masalah tato yang ada di tubuh Garrett dari mana. Ayumi hanya ingin pria yang ada di hadapannya tidak pergi lagi.


Ayumi menghapus air matanya ia tidak ingin Garret merasa terganggu dengan suara tangisannya. Ia memeluk tubuh Garrett dan ikut terlelap.


🍃🍃🍃


Hari ini bandara mulai di buka setelah kejadian semalam badai salju yang melanda Negara Prancis


Garrett sudah bersiap dengan seragam kebanggaan nya dengan rapih, Ayumi membantu Garrett memakaikan dasinya. Sebelum nya Garrett sudah memesan baju untuk Ayumi pakai di butik yang cukup terkenal, karena di Paris termasuk negara mode fashion, tidak susah untuk mencari butik di Paris.


Garrett tersenyum saat Ayumi membantunya.


"Kau begitu good looking kapten" ucap Ayumi Setelah selesai membantunya. Garrett yang masih memeluk pinggang Ayumi dengan sangat intim.


"Dan pria good looking ini adalah milikmu" kata Garrett yang menempel hidungnya ke hidung Ayumi. "Kita seperti pasangan suami istri saja, Terimakasih baby kau sudah membantu ku berpakaian", kata Garrett lagi.


"Iya itung-itung belajar menjadi istri yang baik nantinya, sebagai calon istrinya harus belajar dari sekarang", ucap Ayumi.


"Iya kau benar baby", jawab Garrett.


"Ayo baby, kita makan dulu habis itu aku antar kau ke apartemen, untuk menjelaskan kepada Deduska dan Aunty Karina jika kapten Garrett telah menculik gadis dari keluarga Sander"


"No, Ayumi ingin mengantarmu, biar kak Nick yang menjemput Ayumi di bandara" tolak Ayumi.


"Tapi baby bagaimana aku bisa menjelaskan kepada keluarga mu"


"Kakak bisa menghubungi mereka nanti, ayo kita pergi makan" ajak Ayumi. Dan Garrett pasrah mengikuti saran dari wanitanya. Mereka keluar dari kamar hotel dan Garrett menarik kopernya dan satu tangan memeluk pinggang ramping Ayumi.


Garrett terlebih dahulu melakukan check out sebelum meninggalkan hotel dan mereka pergi mencari tempat untuk mereka berdua makan pagi bersama.


Ayumi memilih sarapan pagi mereka di sekitar menara Eiffel, Ayumi ingin sekali merasakan makanan ala kaki lima di Paris. Setelah selesai mereka pergi ke Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle menggunakan taksi.

__ADS_1


"Akhirnya Kalian datang juga, aku sampai lumutan menunggu kalian disini" cibir Nick yang melihat Ayumi dan Garrett baru sampai.


"Sorry kak, tadi kita makan dulu, iya sayang" kata Ayumi tertawa. Ia memeluk tangan Garrett dengan mesra.


"Huft kalian, aku datang kesini belum makan kalian malah sudah makan duluan"


"Sorry Nick, sudah membuat mu menunggu" seru Garrett meminta maaf. "Baby, aku harus segera take off, maafkan aku harus meninggalkan mu sekarang" ucap Garrett seraya memegang kedua tangan Ayumi.


Ayumi hanya mengangguk. "Dua hari bersamamu masih terasa kurang tapi ini sudah menjadi tugas mu, it's Ok mungkin akan kembali merindukan mu" ucap Ayumi ia memeluk tubuh kekasihnya sebelum Garrett pergi.


"Tunggu aku kembali baby, aku mencintaimu" bisik Garrett.


"Ayumi juga, Ayumi akan selalu menunggumu untuk kembali, jaga hati,mata dan perasaan kakak buat Ayumi " seru Ayumi mencoba tegar, ia mengurai pelukannya. Ia menahan untuk tidak menangis.


Garrett menangkup wajah cantik Ayumi."iya baby, aku akan selalu ingat dan menjaga hati untuk mu"


Terdengar informasi jika penerbangan Amerika akan segera take off. " Baby aku harus pergi sekarang, Nick tolong jaga Ayumi untuk ku"


Garrett mengecup bibir Ayumi sebelum pergi, Ayumi melambaikan tangannya saat Garrett melangkah menjauh hingga tak terlihat lagi.


Nick masih memperhatikan Ayumi yang masih mematung berdiri di tempat dengan raut wajah sendu.


"Ayo kita pergi" ajak Nick merangkul pundak Ayumi untuk meninggalkan Bandara. Namun Ayumi masih tampak sedih.


"Kenapa?" Tanya Nick menghentikan langkahnya. Ia menatap Ayumi. "Apa ada masalah?" Tanya Nick kembali. Ayumi masih saja tidak mau menjawab hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Lalu kenapa bersedih"


"Ayo katanya ingin pulang" Ayumi menarik tangan Nick untuk meninggalkan Bandara.


Di dalam mobil Ayumi hanya diam menatap keluar dari balik kaca mobil. Ia bisa melihat pesawat yang mulai mengudara.


Ayumi menitihkan air matanya. Nick tahu jika Ayumi sedang sedih, ia mengacak-acak rambut Ayumi. Membuat gadis ini berteriak. "Kakak bisa tidak gak usah mengacak-acak rambut Ayumi" kesal Ayumi. "Habis dari tadi sepi sekali seperti membawa patung saja"


🍃🍃🍃


Berbeda dengan Jessica gadis ini masih saja sedih karena ia tidak bisa bertemu dengan Ayumi yang masih di Paris.


Jessica pergi ke kantor Dady nya untuk meminta maaf kepadanya. Karena kesalahpahaman Jessica dengan Ayumi membuat perusahaan keluarganya hampir bangkrut.


Sesampainya di perusahaan Muller Jessica di hadang resepsionis, karena Jessica baru pertama kalinya datang ke Perusahaan Dady nya.

__ADS_1


"Maaf nona, anda tidak boleh masuk, sebelum membuat janji terlebih dulu" ucap resepsionis.


Jessica berhenti melangkah dan menoleh ke samping ia tersenyum sinis terhadap resepsionis tersebut.


"Apa putri dari perusahaan Muller tidak boleh datang ke perusahaan Dady nya " ucap Jessica menohok. Membuat resepsionis nampak pucat ternyata ia berhadapan dengan putri bosnya.


"Maaf nona, saya tidak tahu jika anda putri Tn. Muller"


"Tidak apa-apa, kamu sudah benar, harusnya tadi bertanya dulu," jawab Jessica tersenyum.


"Nona, Tn. Muller ada di dalam ruangan, biar orang kami mengantar anda ke ruangan Tn. Muller"


"Terimakasih mbak"


Sekertaris Tn. Robert sudah menunggu kedatangan Jessica Setelah tadi resepsionis memberitahukan nya "Nona Jessi, Tuan ada di dalam silahkan masuk" kata Sekertaris Tn. Robert.


Tok


Tok


"Masuk" terdengar sahutan suara dari dalam ruangan.


Jessica masuk kedalam setelah Dadynya mempersilahkan untuk masuk.


"Dady" sapa Jessica.


Robert yang sedang sibuk di depan laptop nya, ia menghentikan pekerjaannya setelah mendengar seseorang yang ia kenal.


"Jessi mau apa kau kesini" tanya Robert. Ia kembali fokus ke pekerjaannya.


"Dady, Jessi hanya ingin meminta maaf soal kejadian yang lalu." Lirih Jessica sendu. Ia menundukkan kepalanya, sekarang ia menyadari akan kesalahannya yang telah ia perbuat yang mengakibatkan perusahaan yang ia bangun dari nol hampir bangkrut.


"Jessi mengaku salah" sendu Jessica.


"Kenapa baru meminta maaf sekarang? Ini saja sudah dua bulan lamanya", ucap Robert dingin.


Selama dua bulan yang lalu, saat Robert meminta putrinya untuk meminta maaf tapi ia bersikap keras kepala, Robert bersikap dingin kepada putrinya.


Jessica menangis di hadapan Dady nya, karena keegoisan nya hingga membuat hubungan Dady dan anaknya tidak baik. dan juga persahabatan dengan Ayumi hancur.


bersambung

__ADS_1



__ADS_2