
"Dan ... Wait ... "
"Oh my ... Kalian bisa lihat ini ada titik dua."
Rey dan Ayumi masih melihat ke arah monitor USG. Bahkan Rey dan Ayumi belum tahu maksud dari arahan Dokter itu yang bernama Dokter Laras.
"Ini anak kalian," kata Dokter Laras..
"Maksudnya. Istri saya hamil kembar dok." tanya Rey. Tangan nya tidak lepas dari genggaman tangan Ayumi.
"Iya. Tuan. Jika istri anda hamil twins."
Iya, mereka akan memiliki baby twins. Bahkan Rey dan Ayumi tidak percaya. Karena setahu mereka tidak ada yang kembar di keluarga mereka.
Rey dan Ayumi merasa senang dengan kehadiran calon anak-anak mereka. Rey mengucapkan terima kasih kepada Ayumi dan bahkan bertubi-tubi memberikan ciuman kepada istrinya.
"Terimakasih. Baby ... " Kata Rey. menangis haru karena istrinya tengah hamil twins.
"Sayang ... "
Ayumi bahkan baru percaya setelah melihat USG nya. Karena Ayumi tengah hamil bahkan kehamilan Ayumi sudah memasuki Minggu ke 7. Yang artinya hampir dua bulan Ayumi tidak menyadarinya.
"Hick ... Hick .... Bahkan Ayumi tidak menyadari jika sedang hamil. "
"Sudah honey jangan menangis. Kita dengar penjelasan Dokter dulu iya." Ucap Rey menghangat membuat Ayumi tidak menangis lagi.
"Saya menyarankan untuk nona bed rest. Karena di lihat dari usia nona sangat muda untuk hamil. Apalagi nona hamil baby twins."
"Saya akan memberikan beberapa vitamin. Dan juga obat untuk mual."kata dokter yang lagi mencatat resep untuk Ayumi.
Dokter menyerahkan resep yang tadi kepada Rey ."Untuk pemeriksaan selanjutnya bisa datang bulan depan."
__ADS_1
Rey membantu Ayumi untuk duduk di kursi roda. Dan mereka kembali ke ruang kamar VVIP.
Karina dan Sean sudah menunggu Ayumi dan Rey di dalam kamar. Karena hari ini Ayumi akan pulang. Maka Karina ingin menjemput Ayumi.
"Sayang. dari mana kamu, aunty mencari mu dari tadi. Iya kan sayang." Kata Karina melirik ke arah Sean.
"Iya, honey." Jawab Sean.
"Ayumi habis dari Dokter kandungan aunty. Sesuai saran kata dokter kemarin."
"Lalu, apa memang benar kau hamil?" Tanya Karina menatap Ayumi yang menunggu jawaban yang pasti.
"Iya, aunty, bahkan Ayumi tidak menyangka jika tuhan memberikan Ayumi untuk hamil Baby twins. Bukannya di keluarga kita tidak ada yang kembar?"
"Oh my .... Serius kau hamil kembar?"
Ayumi dan Rey menganggukan kepalanya.
"Oh iya, aunty sudah menyelesaikan administrasi dan hari ini kau bisa pulang."
"Serius aunty?"
"Iya, baby. Kau hari ini pulang. Maaf aku tidak memberitahu mu. Aku hanya masih terkejut aja saat dokter mengatakan calon anak kita Twins."
🍃🍃🍃
Tn. Dominik menunggu kedatangan Ayumi. Karena Karina memberitahu kan jika Cucu kesayangan nya akan pulang hari ini . Dan Tn. Dominik sudah siap dan beberapa pelayan menyambut kepulangan Ayumi.
Meski terlihat berlebihan tapi, ini merupakan kebahagiaan untuk keluarga Sander. Apa lagi akan mendapatkan anggota baru.
Setelah mendengar deru mesin mobil berhenti di depan. Tn. Dominik mendekati pintu dan benar saja. Anak, cucu dan cucu mantu sudah ada di depan mansion.
__ADS_1
"Selamat datang kembali cucuku sayang." Ucap Tn. Dominik menyambut kedatangan Ayumi.
Ayumi yang kini duduk di kursi roda. Sedangkan Rey mendorong Ayumi untuk masuk.
"Terimakasih. Deduska."
"Selamat Nona muda Ayumi. Akan kehamilan nona." Kata Berta mewakili seluruh pelayan mansion.
"Terimakasih Berta, dan semuanya."
"Berta, Tolong siap kan pelayan untuk menjaga Ayumi. Karena Dokter menyarankan agar Ayumi untuk bed rest. Karena dia sedang hamil twins."
"Apa." Pekik Tn. Dominik dan seluruh pelayan.
"Astaga, sungguh anugerah Tuhan. Kau seperti mendiang Dimitri. Kembaran Deduska. Sayang."
"Baik, tuan muda, saya akan menyuruh pelayan untuk menjaga nona muda Ayumi. Kalau begitu kami undur diri. " Kata Berta dan beserta para pelayan juga.
Rey mengantar Ayumi ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Melihat Ayumi yang hendak bangun dari kursi rodanya. Namun di cegah Rey.
"Baby, kau mau ngapain?"
"Sayang, Ayumi ingin ganti baju, gerah."
"Tunggu, baby. biar aku yang ambilkan. Kau tetap disini saja. Karena aku tidak mau kau kenapa- kenapa. apa kau lupa dokter bilang apa?"
"Maaf." Hanya kata maaf yang Ayumi ucapkan.
Rey tersenyum dan mengacak-acak rambut Ayumi dan mengecup kening sebelum mengambil baju untuk Ayumi.
__ADS_1