
Rey merangkul pinggang ramping Ayumi, ia berbisik "Bagaimana baby apa berhasil kejutan dari ku"
"Iya sangat- sangat berhasil. tapi kak Rey punya hutang penjelasan kepada Ayumi" dengan tatapan membunuh. Membuat Rey terkekeh geli.
Ayumi berusaha melepaskan tangan Rey yang memeluk pinggang nya. "Kak lepas" protes Ayumi.
"Why?" Tanya Rey
"Ayumi sedang marah sama kakak" Membuat Rey tertawa kecil, "baby kau itu gemes banget kalau lagi marah, apa kau tidak merindukan ku"
"Tidak" bohong Ayumi.
"Baiklah, jika tidak, aku akan mendekati Jessica" kata Rey, ia mulai melangkah menjauhi Ayumi.
"Sayang! Tunggu jangan pergi" ujar Ayumi menundukkan kepalanya, Membuat Rey tersenyum ia berhasil membuat Ayumi cemburu. Rey membalikkan badannya dan menatap Ayumi, ia yang hendak mencium Ayumi. Namun seseorang menggagalkan nya.
"Ayumi sayang, selamat ulang tahun" sahut mami Arum datang menghampiri Ayumi dan Rey. Membuat Rey mendengus kesal karena mami nya telah menganggu.
"Mami terimakasih", Ayumi memeluk mami Arum. Ia mengurai pelukannya. "Ini kado dari mami", ujar Mami Arum menyerahkan paper bag kecil kepada menantu kesayangan.
"Rey, lebih baik kau istirahat, kau belum sembuh betul" kata nya lagi. Ia bisa melihat wajah Rey yang masih pucat.
"Tapi mih, istriku sedang ulang tahun, Rey harus menemani nya, apa mami tidak tahu banyak mata yang melirik istri Rey" Rey meraih pinggang Ayumi kembali ia memeluk semakin erat. Seraya pandangan ke penjuru arah melihat para undangan yang melihat Ayumi.
"Sayang" Ayumi mencubit pinggang Rey. "Aw Honey sakit" keluh Rey.
"Kenapa sih belum sembuh sudah berkeliaran" ketus Ayumi. "Ini demi istri ku," kata Rey. Membuat Ayumi mendelik tajam ke arah Rey.
"Ayumi lebih baik kau bawa Rey ke kamar untuk istirahat" pinta Tn. Dominik. Mengakhiri perdebatan suami istri.
"Tapi Deduska bagaimana acaranya" kata Ayumi.
"Biar aunty sama Nick saja yang urus, kau urus bayi besar mu saja" Karina mencibir.
"Kalau itu Rey setuju, ayo sayang" seru Rey mengajak Ayumi pergi. Rey menggandeng tangan Ayumi untuk meninggalkan birthday party.
"Ayumi" sahut Jessica menghentikan langkah mereka.
"Kak" lirih Ayumi menyuruh Rey berhenti.
"Hai Jess," kata Ayumi ia melirik Rey yang tidak menatap Jessica. Namun Jessica menatap Rey begitu intens,
Benar-benar mirip kak Garrett
Batin Jessica.
Jessica mengerjapkan kesadaran ia baru ingat tujuan memanggil Ayumi "Eh selamat ulang tahun" kata Jessica "Terimakasih Jes, owh iya perkenalkan dia Rey suami Ayumi" Ayumi memperkenalkan Rey kepada Jessica.
Jessica mengulurkan tangannya namun Rey tidak bergeming membuat Ayumi menegur Rey.
__ADS_1
"Kak"
"Rey" menerima uluran tangan Jessica mereka saling berjabat tangan. "Baby kepala ku sakit" keluh Rey pada Ayumi. Ia tidak ingin berlama-lama bersama Jessica, karena Rey tidak suka.
"Maaf Jess, Ayumi duluan, karena kak Rey masih sakit" ujar Ayumi kepada Jessica.
Jessica mengijinkan Ayumi untuk pergi membawa suaminya.
Ayumi membawa Rey kedalam kamarnya untuk istirahat.
"Kak istirahat lah, Ayumi akan mengambil obat untuk kakak" kata Ayumi.
"Jangan pergi sayang, aku tidak apa-apa tidak ada yang sakit" mencegah Ayumi untuk pergi.
"Bukannya tadi katanya sakit" Ayumi memicingkan matanya. "Itu tadi karena tidak suka melihat Jessica" seru Rey jujur karena ia sudah malas bertemu Jessica.
"Ish menyebalkan" desis Ayumi. Rey menarik tangan Ayumi hingga Ayumi jatuh di pangkuan Rey.
"Kak Rey" Rengek Ayumi yang begitu manja.
"Kenapa baby, kau merindukanku ku seperti aku yang sedang merindukanmu" Rey mulai mencium tengkuk leher Ayumi.
"Bohong, jika rindu tidak mengusir Ayumi" ketus Ayumi ia membuang wajahnya ke sembarang arah.
"Baby, bukannya aku sudah meminta maaf dan menjelaskan nya,jika aku membuat kejutan untuk mu" mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Ayumi.
"Saat Dady Andreas menjelaskan semua kejadian itu tapi masih sedikit karena saat itu juga sedang menahan rasa sakit kepala akibat perlakuan Willi" ucap Rey. "Apa sayang ingat saat aku di bawa untuk melakukan MRI? di situlah aku menelepon Aunty Karina sama Deduska untuk membantu ku",
"Astaga sayang, kau benar-benar keterlaluan hingga mami, kak Nick juga ikut kena prank" Ayumi menggelengkan kepalanya tidak percaya apa yang sudah lakukan untuk dirinya. "Jika tidak rencana ku tidak akan semulus ini baby", Rey mencubit hidung Ayumi.
"Apa ini masih sakit?" Tanya Ayumi yang memegang kepala Rey yang masih dibalut kain kasa dan mengecup rambut Rey.
"Tidak, karena kau lah obat dari rasa sakit ini" Jawa Rey.
Blush
Membuat Ayumi merasa malu akan perkataan Rey
"Kakak Gombal"
"Serius sayang, bukannya kau yang sudah membuat ku sadar dari koma hum" Rey mengingatkan kembali saat Ayumi menyadarkannya dari tidur panjang.
"Iya, jika kak Rey tidak bangun siapa yang akan menjaga ayumi" mengerucutkan bibirnya..
Cup
Rey mencium bibir Ayumi. Rey menatap mata Ayumi yang begitu sendu. "Jangan bilang seperti itu baby, sampai kapan pun aku yang akan menjagamu, melindungi mu, buktinya aku kembali meski sebagian Garrett "
Rey menarik tangan Ayumi untuk mengalungkan tangannya ke leher Rey. Sedangkan tangan Rey memeluk Ayumi dengan sangat erat. Mereka saling menatap. Rey kembali mengecup bibir Ayumi hingga Ayumi membalas ciuman dari Rey. Pria bule ini merasa senang karena ciuman nya di balas.namun Rey bangkit dari Kungkungan Ayumi.
__ADS_1
"Sayang mau kemana" tanya Ayumi ia menahan tangan Rey untuk pergi.
"Maaf baby aku takut kelepasan, " kata Rey, ia tidak ingin melakukan nya sekarang karena ia takut Ayumi belum siap.
"Sayang, kenapa? Kau takut?" tanya Ayumi ia mulai duduk dihadapan Rey ia menangkup wajah Rey.
"Tidak, hanya saja kau", ucap Rey ragu.
"Ayumi sudah siap, lakukanlah karena Ayumi milikmu" bisik Ayumi, ia tersenyum seraya membuka kancing kemeja Rey satu persatu. Rey tidak menyangka jika istri kecilnya begitu agresif malam ini.
Ayumi mendorong tubuh kekar itu lalu Ayumi naik di atasnya, Ayumi sebenarnya malu karena telah memulainya terlebih dulu,Ini pertama kalinya Ayumi menggoda Rey dengan sangat berani.
"Jangan pernah tinggalkan Ayumi" lirih Ayumi saat menghentikan aksinya.
Rey membalikkan tubuh Ayumi bergantian dibawa Kungkungan Rey "Baby aku tidak akan pernah meninggalkan mu, sekarang aku ada di depan mu, dan kapan pun akan ada di sisimu" seru Rey.
Mereka saling menyesap semakin dalam hingga saling bertukar saliva tanpa menghentikan tautan dari bibir mereka, hingga Ayumi kehabisan napas.
"Honey apa kau serius kita melakukan nya sekarang" tanya Rey sebelum memulai.
Meski Ayumi takut dan ragu tapi bagaimana pun dia Istrinya. Mungkin keinginan untuk menyerahkan dirinya sudah tepat saat ini untuk menyerahkan kehormatan nya untuk orang yang ia sayangi yaitu Rey suami tercinta.
"Iya sayang, Ayumi serius lakukanlah" ujar Ayumi.
Rey mulai mengarah ke dalam sarang milik Ayumi. Namun Rey sangat kesusahan hingga Ayumi menjerit kesakitan.
"Sayang stop, apa bisa di tunda, ini sangat sakit" permohonan Ayumi yang sudah tidak kuat menahan sakit. Ia mulai berkaca-kaca karena menahannya.
"Tapi sayang ini hampir masuk", kata Rey tapi Ayumi malah menghentikannya.
Ayumi melihat milik Rey yang begitu terlihat gagah dan perkasa di mata Ayumi.
"Jika adik kecilmu yang besar itu masuk apa akan muat? dan itu pasti rasanya sakit sekali" ucap Ayumi mendorong tubuh Rey namun tidak bergeming.
"Sayang katanya jika di hentikan jalannya rasanya juga akan sakit, tapi jika terus kan jalannya nanti kau akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya, percayalah" Rey meyakinkan Ayumi meski Rey juga tidak pernah merasakan seperti apa kenikmatan itu.
Dengan ragu Ayumi menganggukan kepalanya. Rey tersenyum ia mulai melanjutkan perjalanan travelingnya yang sempat tertunda oleh ocehan Ayumi.
Rey menyesap bibir Ayumi, seraya melanjutkan yang tadi untuk melanjutkan perjalanan traveling nya yang tertunda hingga Rey berhasil menembus pertahanan benteng Ayumi.
"Reyyy" teriak Ayumi.
Karena kenikmatan begitu dahsyat hingga mereka melakukan traveling beberapa kali hingga pukul tiga pagi mereka baru menyudahi.
Rey mencium kening, bibir Ayumi "Aku mencintaimu" dan akhirnya mereka tertidur saling berpelukan.
(bisa traveling sendiri iya,🤭)
Maaf jika baru update karena tidak lulus dari kemarin karena ditolak.😥😥😢 🙏🙏
__ADS_1