Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 197


__ADS_3

Hari ini Rey meminta ijin kepada Ayumi untuk pulang terlambat. Rey menyuruh Karina untuk menemani Ayumi. Meski di apartemen ada pelayan tapi Rey lebih memilih Karina untuk menemani istrinya yang tengah hamil 7 bulan.


"Aunty! Ayumi tidak apa-apa jika, aunty ingin pulang terlebih dulu. Pasti uncle Sean sudah menunggu di apartemen aunty."


"Tidak sayang, aunty takut kamu sendirian di sini. Kamu sedang hamil."


"Aunty tidak perlu khawatir. Kak Nick sebentar lagi sampai."


"Aunty akan menunggu Nick sampai datang sayang. Baru aunty akan pulang. Aunty sudah menghubungi Sean. Jika, aunty tengah menemani kamu."


"AW ..."


Ayumi mengadu kesakitan.


"Sayang, kamu kenapa? Mana yang sakit?" Tanya Karina khawatir melihat Ayumi mengadu kesakitan.


"Aunty hubungi Rey iya!" Pinta Karina.


"Jangan," teriak Ayumi.


"Kenapa sayang? Rey harus tahu,"


"Ayumi tidak apa-apa aunty. Baby twins tadi nendang."


Karina menghembuskan napas panjang. dan mengelus dadanya merasa lega karena Ayumi tidak apa-apa.


"Syukurlah sayang. Aunty takut kamu kenapa-kenapa tadi."


Karina menatap Ayumi yang tengah mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit.


Apa aku jika hamil akan seperti Ayumi. Merasakan tendangan anak sendiri. Sean pasti akan senang.


Batin Karina.


"Nona Karina ada disini?" Sapa Nick yang membuyarkan lamunan Karina. Ia baru saja sampai beberapa menit yang lalu.


"Eh, Nick kamu sudah sampai. Kalau begitu aku pulang dulu. Sayang aunty pulang dulu." Pamit Karina.


"Aunty, biar sopir Ayumi saja yang antar aunty pulang,"


"Tidak perlu sayang, aunty pakai taksi saja." Karina menolak tawaran Ayumi.


"Apa yang di katakan Ayumi benar nona, biar sopir yang mengantarkan anda pulang."


"Baiklah, aunty akan pulang dengan sopir kamu." Karina pasrah jika ia pulang harus di antar sopir pribadi Ayumi.

__ADS_1


"Terimakasih Aunty. sudah mau nemenin Ayumi disini."


Ayumi merentang tangannya untuk memeluk Karina. Dan Karina menerima pelukan hangat sang keponakan.


Karina mengurai pelukannya. "Ayumi, Nick. Aku pulang dulu." Pamit Karina.


🍃🍃🍃


Setelah satu jam Karina sampai di kediamannya. Ia langsung masuk kedalam. Dan melihat koki yang tengah sibuk membuat menu untuk makan malam.


Salah satu pelayan menghampiri Karina. Ia memberitahu kan. Jika, Sean sudah pulang sejak dua jam yang lalu.


"Nyonya anda sudah kembali," tanya salah satu pelayan.


"Apa tuan sudah pulang?" tanya Karina.


"Sudah Nyonya, dua jam yang lalu." jawab pelayan nya.


"Baik, terimakasih." kata Karina. ia pergi.dari pelayan tadi dan Karina masuk kedalam kamarnya untuk segera membersihkan tubuhnya sebelum bertemu Sean sang suami terlebih dahulu.


Namun, Karina di kejutkan dengan suara bercikan air shower dari balik pintu kamar mandi.


"Apa Sean masih mandi." gumam Karina.


Selama menikah beberapa bulan yang lalu. Sean dan Karina belum melakukan malam pertama mereka.


Sean tidak pernah memaksa Karina untuk melayani nya di atas ranjang. Sean tahu jika Istrinya memiliki trauma yang cukup besar. Ia tidak ingin menyakiti Karina. Meski Sean harus menahan hasratnya jika sedang bersama Karina.


Karina memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi. Beruntung Sean tidak mengunci dari dalam hingga Karina mudah untuk masuk.


Karina bisa melihat punggung kekar Suaminya yang membelakangi dirinya yang tengah asyik menikmati guyuran air shower.


Karina memeluk tubuh Sean dari belakang. Membuat Sean sedikit terhenyak saat ada tangan yang tiba-tiba memeluknya.


"Ini aku." Bisik Karina.


"Honey, aku sedang mandi, kau nanti akan basah." Kata Sean. Ia tidak mau Istrinya terkena air.


"Maafkan aku." Ucap Karina kepada Sean.


Sean melepaskan tangan Karina yang tengah memeluk tubuh nya. Ia membalikkan badannya. Dan menatap wajah cantik Karina. Dan sebelumnya Sean mematikan show yang masih menyala.


"Hei! Sayang. Kamu kenapa?"


"Aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu. Apa lagi melayani mu." Karina menangis didepan Sean.

__ADS_1


Dengan segera Sean menutup mulutnya dengan jarinya.


"Jangan pernah berkata seperti itu. Selama ini kamu sudah menjadi istri yang baik, bahkan kau setiap hari melayaniku. Kenapa kau meminta maaf honey?" Tanya Sean yang melihat Karina bertambah menangis.


Karina menggelengkan kepalanya. Membuat Sean mengerut keningnya.


"Sean. Aku bersedia untuk melayani mu sebagai seorang istri seutuhnya." Ucap Karina.


Sean tahu maksud dari ucapan Karina. Sean merasa senang karena Karina mau memberikan haknya sebagai seorang istri. Ini lah ucapan Karina yang selama ini Sean tunggu. Namun, Sean merasa heran kenapa Istrinya tiba-tiba menangis dan berkata seperti itu.


Ada apa dengan Karina istrinya. Itu yang sedang Sean pikirkan.


"Honey! Dengarkan aku."


Karina kembali menatap Sean. "Apa kau serius akan melakukan nya malam ini?" Tanya Sean untuk memastikan nya.


"Aku serius Sean. Aku ingin memiliki anak dari kamu."


Membuat Sean bertambah senang atas pengakuan Karina.


"Really honey?" Tanya Sean.


"Yes. Of course sayang."


Tidak butuh lama Sean mencium bibir Karina. Ia beberapa kali mengucapkan terima kasih karena Karina mau bersedia untuk malam pertama yang tertunda.


Sean menggendong Karina menuju tempat tidur miliknya. Tidak henti-hentinya Sean mencium bibir Karina


Sean meletakkan tubuh Karina di atas kasur dengan hati-hati. Ia melepaskan baju yang melekat pada tubuh Karina yang basah tadi. Hingga tidak tersisa satu pun benang yang menempel pada tubuh istrinya.


Sean mulai mencium setiap inci tubuh Karina. Membuat Karina mendesah di bawah Kungkungan Sean.


"Honey apa kau sudah siap?" Bisik Sean.


Karina hanya bisa menganggukan kepalanya.


Sean tersenyum melihat jawab Istrinya. Tanpa aba-aba adik kecil Sean mulai untuk masuk ke sarang nya yang selama ini di kunci tidak boleh masuk.


Sen mulai mengarahkan miliknya ke arah sarang milik Karina.


Karina mencoba untuk tidak berteriak saat adik kecil Sean mulai masuk. Namun, ia bisa merasakan sakit yang luar biasa. Karina hanya bisa menahan rasa sakitnya.


"Shiitt," umpat Sean.


"You're still a virgin, honey.?"

__ADS_1


__ADS_2