Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab 6.


__ADS_3

"Hai, sayang bangunlah" bisik Rey membangunkan Ayumi. namun, Ayumi tetap saja tidak mau bangun. ia masih nyaman di dekapan hangat tubuh Rey. bahkan semakin erat memeluknya.


Rey tersenyum saat melihat Ayumi. wajah cantik khas orang Asia nampak alami yang telah memikat hatinya dari dulu.


"Hai, bangun lah mau sampai kapan, akan memelukku seperti ini" ucap Rey.


Ayumi mengerjapkan matanya saat mendengar samar- samar suara laki-laki di samping nya. Ayumi tersentak akan dirinya memeluk seseorang di saat dirinya tertidur.


"AHH...!!!!!" teriakan Ayumi.


Gadis keturunan Jepang ini belum menyadari. jika, dirinya sudah menikah bahkan semalam, ia sendiri yang meminta untuk di temani tidur.


Ayumi mendorong tubuh Rey. hingga, Rey terguling dari tempat tidur.


"Aduh, " Rey mengadu kesakitan saat tubuh bawahnya terbentur lantai kamar Ayumi.


"Kamu siapa? kenapa ada di kamarku" teriak Ayumi yang belum melihat Rey kesakitan di bawah tempat tidur.


"Ayumi, apa kamu belum menyadari juga. kalau, kita sudah menikah" sahut Rey di bawah tempat tidur.


Deg


Apa!! Menikah???


Ia mengingat-ingat kembali kejadian kemarin. Ayumi terkejut saat mengingat kan kembali saat dirumah sakit. menikah di hadapan Dady nya saat itu juga kehilangan Dady nya.


Ayumi menutup mulutnya tidak percaya dirinya sudah menikah di usia belia. Ayumi membuka selimut apa sudah melakukan hubungan suami istri. Ayumi merasa lega saat dirinya masih menggunakan pakaian lengkap.


"Ayumi, Tolong bantuin sakit nih, " keluh Rey.


"Astaga kak Rey" ucap Ayumi saat melihat ke bawah tempat tidur melihat suaminya tergeletak di lantai.


"Kamu kuat juga tenaganya sampai aku jatuh" keluh Rey.


Ayumi bangun dari tempat tidur. lalu, membantu Rey untuk bangun. membantu nya memapah tubuh Rey yang lebih besar dari tubuh Ayumi. gadis ini tidak kuat saat membantu Rey bangun.

__ADS_1


"Duh berat juga badan kak Rey" gumam Ayumi.


Kini Rey sudah di baringkan di atas kasur dan bersandar di tepi ranjang.


"Maaf" hanya kata maaf yang Ayumi ucapkan tidak tahu harus berkata apa. karena, ia merasa salah telah mendorong tubuh Rey hingga terjatuh ke lantai.


"Tidak apa-apa, lagian badan kamu kecil. tapi, tenaga mu cukup besar" Rey terkekeh.


"Maaf" Ayumi hanya bisa mengucap kata maaf kembali. "Apa ada yang sakit? lebih baik kita pergi kerumah sakit sekarang. takut tubuh kak Rey kenapa-kenapa atau nanti bisa cederai lagi" cerocos Ayumi membuat Rey tersenyum. meski belum bisa menerima Rey sepenuh hati. tapi, Ayumi merasa khawatir terhadap suaminya.


"Sudah aku katakan aku tidak apa-apa" bohong Rey yang masih merasa sakit di pantat nya dan juga lengan tangan. seraya meringis kesakitan.


"Kalau sakit bilang aja sakit jangan di tahan begitu" ketus Ayumi bangkit. lalu, melangkah menjauh dari Rey. gadis bermata sipit ini masuk kedalam kamar mandi. setelah beberapa saat ia baru menyadari. jika, ia lupa membawa handuk mandi ke dalam kamar mandi.


"Sia!!!" Umpat kesal Ayumi "kenapa aku sampai lupa tidak membawa handuk."


Ayumi ingin keluar. namun, baju yang tadi sudah basah, ingin keluar dengan tidak memakai baju. tapi, ia malu karena ada Rey di kamarnya. mau tidak mau ia berterik memanggil nama Rey.


Rey yang mendengar namanya di panggil turun dari ranjang dengan sedikit tertatih-tatih.


"Ada apa sayang" sahut Rey di balik pintu kamar mandi.


"Baik, tapi dimana kamu menyimpannya"


"Ada di laci meja warna putih" sahut Ayumi dari dalam kamar mandi.


Rey dengan segera mengambil handuk untuk Ayumi. ia menunggu di depan pintu. namun, Ayumi belum juga keluar.


"Kak, apa sudah ketemu"


"Sudah keluar lah" kata Rey.


"Kakak bisa tidak membalikkan badannya!" pinta Ayumi. dengan segera Rey membalikkan badan nya. Ayumi membuka pintu kamar mandi. lalu, ia mengintip dari cela pintu, ia melihat Rey sudah membalikkan badannya, Ayumi membuka pintu sedikit untuk mengambil handuk yang di ulurkan Rey kepadanya.


Namun, Rey tersenyum bisa melihat sebagian tubuh mulus Ayumi dari pantulan kaca dari meja rias Ayumi. Gadis ini belum menyadari jika meja rias nya sedikit menghadap ke pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Sekarang gantian kak Rey mandi. sudah Ayumi siapkan air hangatnya" Ayumi membuyarkan lamunan Rey "Eh i-ya Terimakasih sayang" kata Rey sedikit gagap. ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ayumi dengan segera memakai baju nya, ia hari ini akan memulai belajar bagaimana menjadi seorang istri. dulu pernah melihat mama Ria meski mama sambung Ayumi tidak suka terhadapnya. tapi, mama Ria selalu membantu menyiapkan kebutuhan Dady nya termasuk menyiapkan air untuk mandi dan menyiapkan baju yang akan kenakan.


"Ternyata menjadi seorang istri seperti ini. hmm, tidak terlalu buruk" gumam Ayumi.


Ayumi membuka tas Rey yang bawa dari rumah. ia mengambil baju Rey. lalu, saat hendak ingin mengambil baju bagian sensitif Ayumi masih ragu.


"Apa aku harus mengambilkan nya juga?" lirih Ayumi.


Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat istri kecilnya itu ragu. Rey memeluk Ayumi dari belakang, baru pertama kali Ayumi di peluk lawan jenisnya seperti ini.


"Jika masih ragu tidak usah sayang, Terimakasih sudah menyiapkan segala keperluan ku" bisik Rey membuat Ayumi tidak bisa apa-apa.


Glek


Ayumi menelan salavinya "Ti-dak ko kak" Ayumi dengan kilat mengambil. lalu, menaruhnya di atas kasur. ia berusaha melepaskan tangan Rey yang melingkar di perutnya.


Ayumi merasa geli dengan hembusan nafas Rey yang mengenai lehernya.


"Kak, cepat berpakaian lah. Ayumi akan menyiapkan sarapan pagi untuk kak Rey" ucap Ayumi dengan malu-malu, Acapkali pergerakan Rey membuat Ayumi tidak terbiasa akan sentuhan lawan jenisnya.


"Temani aku disini lagian ada bibi" bisik Rey.


"Tapi, Ayumi sudah terbiasa membantu bibi kak"


Rey menyerah ternyata meluluhkan hati istrinya itu susah. "Baiklah, aku akan segera menyusul mu ke bawah" Rey membalikkan badan Ayumi kehadapan nya. Rey mengecup kening Ayumi sebelum keluar kamar. Ayumi menundukkan kepalanya malu. karena, Rey hanya memakai handuk yang di lilit kan di pinggang.


Rey tersenyum saat melihat Ayumi malu- malu. mungkin belum terbiasa akan kehadiran nya.


Dengan segera Rey memakai baju pilihan Ayumi.


"Pintar juga memilih baju" gumam Rey.


Di dapur Ayumi membantu bibi untuk menyiapkan sarapan pagi, ia sudah terbiasa membuat sarapan pagi untuk keluarga nya. karena paksaan dari mama Ria. jika, anak perempuan harus bisa memasak tidak boleh manja. jadi Ayumi menjadi gadis yang mandiri sejak kedatangan mama Ria.

__ADS_1


Rey turun ke bawah melihat Ayumi yang sedang memasak. ternyata istrinya gadis yang mandiri di usia yang masih remaja.


Bersambung...


__ADS_2