
Nick membawa Irina pergi dari Musée du Louvre dan meninggalkan adik sekaligus istri bosnya itu.
Nick menepihkan mobilnya tidak jauh dari tempat tadi membuat Irina merasa heran ini bahkan belum jauh dari Musée du Louvre, ia takut bodyguard nya mengikutinya.
"Nicko, kenapa berhenti disini? Ini bahkan masih di kawasan Musée du Louvre aku takut akan ketahuan " ucap Irina.
Nick tidak menjawab pertanyaan Irina. ia mengambil tas Irina dan membuang dipinggir jalan. tidak hanya tas. tapi Aksesoris yang Irina kenakan juga Nick paksa melepas nya dan membuangnya juga.
"Nicko apa-apa kenapa kau membuang semua barang milikku? " Irina mencebik kesal.
"Maaf, aku takut jika semua barang yang kau miliki dan pakai tadi sudah di pasang GPS. maka kepergian mu ini akan sia-sia sayang. " jawab Nick dengan penuh penekanan. karena, jika masih saja Irina memakai dan membawanya akan sia-sia saja membawa kekasihnya kabur.
"Tidak Nicko, aku yang harusnya meminta maaf sudah emosi"
Nick tersenyum ia mengusap Irina dan melanjutkan perjalanan yang tadi sempat tertunda.
Nick menghubungi Rey. jika, ia meninggal istrinya di Musée du Louvre. Rey sempat parah kepada sang asisten. tapi, saat menjelaskan kepada nya Rey mengerti.
"Nicko, maafkan aku jika akhirnya, Rey marah karena istrinya kita tinggalkan" kata Irina ia mendengar percakapan Nick di telpon.
"Tidak perlu minta maaf, Ayumi akan baik-baik dia aman bersama Tom"
Irina menghela napas panjang merasa lega dengan penjelasan Nick. Dan ia terdiam tidak ada percakapan lagi. bahkan tidak berani bertanya akan membawa kemana kekasihnya itu.
Nick membawa Irina ke apartemen nya.
"Turunlah kau akan aman disini. " ucap Nick.
"Ini apartemen siapa Nicko? " Tanya Irina ia menatap lekat wajah Nick seraya menunggu jawaban darinya.
"Ini apartemen kita" jawab Nick santai.
"Maksudnya? " Tanya Irian yang masing binggung.
Nick membuka pintu mobil dan ia keluar. namun, Irina masih menatap Nick yang memutari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk nya.
"Turunlah" kata Nick. Irina menuruti Nick untuk turun dan mengikuti Nick. hingga masuk ke dalam lift dan sampai di depan pintu apartemen nya. Irina masih memperhatikan Nick saat menekan beberapa tombol untuk membuka pintu.
"Masuklah" titah Nick kepada Irina yang masih mematung di depan pintu.
Apa dia menggunakan tanggal jadian kita.
Batin Irina. ia tersadar saat Nick memanggilnya beberapa kali.
Irina menatap keseluruh ruangan apartemen. Ia bahkan tercengang melihat isi apartemen Nick. Irina tidak menyangka jika, pria yang ia cintai kini sudah sukses.
Nick tersenyum saat melihat Irina yang masih kagum dengan interior apartemen nya.
"Kenapa kau ingin aku membawa mu pergi? " pertanyaan Nick to the poin.
__ADS_1
"Maaf, karena aku melibatkan mu dalam masalahku " jawab Irina sendu. "Terimakasih kau telah membawaku dari Bodyguard itu, aku harus pergi" kata Irina lagi. Ia membalikkan badannya dan melangkah menuju pintu. namun suara teriakan Nick membuat Irina urungkan.
"Setelah aku membawa mu dari pengawasan bodyguard mu itu. lalu, kau seenaknya pergi begitu saja" tutur Nick geram
"Di saat aku mencarimu selama ini dan mulai lelah mencari keberadaan mu. kini kau hadir kembaki di hadapan ku dan sekarang kau ingin pergi lagi hah" teriakan Nick.
Suasana di dalam apartemen Nick nampak mencengkam. Saat Nick berteriak dan menggelegar membuat Irina terkejut. Ia bisa mendengar jika Nick sedang menahan emosinya. Irina hanya bisa diam membisu.
"Katakan Irina" hardik Nick.
Irina mematung, ia mencerna semua penuturan Nick membuat Irina merasa bersalah.
terdengar Isak tangis Irina. sebenarnya tidak tega jika harus bertemu Nick Kembali dan akhirnya, membuatnya terluka lagi.
"Maafkan aku Nicko. dulu aku sangat berharap kau datang dan menyelamatkan hidupku dari kedua orang tua ku" serta menundukkan kepalanya Irina menangis. "Tapi nyatanya kau, tidak datang hingga kedua orang tua ku membawa ku pergi jauh dari kota ini"
Amarah Nick mencuat kala Irina mengatakan. jika ia tidak datang waktu itu Nick membuat vas bunga yang ada di atas meja.
Pyar
"Kau salah Irina, aku datang saat itu. tapi, aku tidak menemukan mu di saat itu. kau tahu. jika, aku ingin mengajakmu menikah. tapi, apa kau malah pergi" tegas Nick.
Deg
"Apa" pekik Irina merasa terkejut atas pengakuan Nick.
"Bukannya dulu aku dengar kau tidak mempedulikan ku lagi. hingga akhirnya, aku mau ikut bersama kedua orang tua ku" gumam Irina yang dia tahu.
"Jadi mereka sudah"
"Iya mereka telah membohongi mu"
Hicks... Hicks...
Irina menangis. "Dady,mommy kau membohongiku. hanya untuk memaksaku untuk menikah dengan orang lain. "
Deg
"Apa menikah?" Pekik Nick.
"Maaf, Nicko aku terpaksa harus menikah dengan pria itu. jika tidak di paksa. tapi, nyatanya aku di jadikan simpanannya saja " ucap Irina jujur.
"Siapa? Dengan siapa kau jadikan wanita simpanan Irina. "
"Kau pasti tahu Nicko" kata Irina. "Dia .. di..a zeck"
"Apa zeck" pekik Nick. " Iya aku di jadikan istri simpanannya. hanya untuk membantu keluarga ku. tapi, dia malah membohongi Dady hingga kedua orang tua ku meninggal" tutur Irina sedih harus kehilangan kedua orang tuanya.
🍃🍃🍃
__ADS_1
Bodyguard yang di tugas kan Zeck menjaga wanita nya itu malah kehilangan jejak. Ia mencari Irina hingga ke penjuru Musée du Louvre.
"Shiitt" umpat kesalnya.
"Ahhh Tuan Zeck pasti akan marah. jika wanitanya kabur" gerutunya karena tidak bisa menjaga Irina kali ini.
Ia mencoba melihat GPS yang sudah di pasang di cincin yang Irina pakai.
Dia mencari posisi GPS itu ternyata tidak jauh dari nya. namun, lagi- lagi harus mengumpat kesal. karena, ia hanya menemukan tas dan semua barang yang Irina kenakan berada dipinggir jalan.
Bodyguard nya menghubungi Zeck yang kini sedang bersama wanita simpanan lainnya.
"Apa" pekik Zeck saat ia dihubungi bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga Irina wanita simpanan yang ke 10.
"Dasar Bodoh, menjaga satu wanita lemah saja kau tidak becus" maki Zeck kepada bodyguard nya.
"Maaf tuan" kata bodyguard nya.
"Cari dia hingga dapat dan segera bawa dia pulang ke Inggris" titah Zeck.
Sedangkan Ayumi tersenyum puasa karena bisa melihat bodyguard Irina yang nampak kebingungan mencari keberadaan Irina.
Tom melihat Ayumi yang nampak sedang menahan tawanya.
"Kau kenapa tersenyum?" Tanya Tom.
"Tidak kak Ayumi hanya sedang melihat pria itu"kata Ayumi menunjuk ke arah bodyguard Irina.
"Kenapa dengan pria itu? Apa kau menyukainya? Bagaimana dengan Rey? Dia bisa marah jika kau membicarakan pria lain di belangnya"jelas Tom.
Glek
Ayumi menelan Saliva nya mendengar Rey akan marah. Tom merasa terkekeh geli melihat raut wajah cantik Ayumi menegang karena ia kerjai.
"Ti-dak kak itu salah. Ayumi tidak menyukai pria itu, dia itu bodyguard kak Irian. "
"Apa?" Pekik Tom. " Irina kembali?" Tanya Tom menautkan bola matanya.
"Iya kak, dia sedang bersama kak Nick"
"Jadi dia menghubungiku tadi dia sedang bersama kekasihnya itu" gumam Tom. "Sialll, dia mengerjaiku" gerutu Tom
"Ada apa kak?" Tanya Ayumi. karena ia bisa mendengar gumam Tom.
"Tidak, ayo kakak antar kau ke tempat Rey" ajak Tom kepada Ayumi. Gadis keturunan Jepang ini menganggukan kepalanya setuju.
bersambung..
kira-kira siapa Zeck?
__ADS_1
Ada apa hubungan dengan Nicko?