Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 163


__ADS_3

Ayumi langsung berdiri dan menatap siapa yang sudah berani merebut gelas yang sedang Ayumi hendak minum. Raut wajah yang sudah nampak emosi. Seketika puasa melihat seseorang yang ada di hadapannya.


"Sa- sayang. Kenapa minuman Ayumi kau buang." Tanya Ayumi.


"Tutup pintu semua nya. Dan jangan ada satu orang keluar dari Hotel ini!" Ucap Rey yang tengah berbicara dengan para bodyguard dan juga orang kepercayaan yang sudah memakai Earpiece di telinganya.


Rey dan Tn. Dominik sudah mengantisipasi sebelum acara di mulai sebelum nya. Ia tidak ingin terjadi kesalan apapun dalam pengamanan dan keamanan jalanan nya acara.


Rey mendekati Ayumi. "Baby, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Rey kepada Ayumi.


"Ay- Ayumi tidak apa-apa. Tapi, Ayumi takut kenapa sayang membuang minuman Ayumi dan menyuruh seluruh pintu di tutup. Memang apa yang sedang terjadi."


Rey menarik tubuh Ayumi. Ia memeluk tubuh istrinya yang masih gemetaran.


"Maafkan aku baby. Membuat mu takut." Bisik Rey. Ia mengurai pelukannya. Sedangkan Irina dan Jeremy saling memandang.


"Lihat honey. Itu minuman yang akan kau minum." Jari tangan Rey menunjuk ke arah gelas yang sudah pecah dan air yang berbusa.


Ayumi. Irina dan Jeremy menutup mulutnya tidak percaya.


"Astaga sayang. Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Ayumi yang masih tidak mengerti.


"Itu racun baby, ada seseorang yang ingin mencoba membunuh anak-anak kita."


Flashback :


Saat Rey menuju ke stand makanan untuk mengambil buah-buahan untuk Ayumi. Hanya buah-buahan lah Ayumi bisa memakannya. Rey tidak sengaja melihat Jessica yang mengeluarkan sesuatu dari balik tas nya.


Rey membuka matanya lebar-lebar saat Jessica mencampur serbuk dari bungkusan kecil yang ia ambil dari dalam tas nya.


Rey yang berniat mengambil buah ia urungkan. Setelah Jessica memanggil salah satu pelayan untuk mengantar minuman dan Jessica membisikan sesuatu kepada pelayan itu.


Awalnya pelayan itu tidak mau. Tapi, Karena ancaman Jessica dan memberikan imbalan yang cukup menggiurkan membuat pelayan itu menyetujuinya. Rey tidak tahu rencana Jessica memasukkan serbuk itu mencampurkan kedalam minuman. Rey tetap mengawasi Jessica dan Pelayanan tadi.

__ADS_1


Rey mengepalkan tangannya saat pelayan tadi menuju meja dimana ada Ayumi dan Irina.


Saat Jessica pergi Rey memerintahkan bodyguard untuk mengecek bekas bungkusan kecil tadi. Dengan cekatan bodyguard memberitahu kan kepada Rey jika Jessica telah memasukkan racun kedalam minuman Ayumi.


Rey membulatkan matanya saat Ayumi yang hendak meminum air yang tadi di bawakan pelayan.


Rey melangkah dengan cepat dan segera merebut gelas yang ada di tangan Ayumi dan melemparnya.


Flashback off:


"Oh my ... Siapa yang berani melakukan ini sayang?" Tanya Ayumi.


"Kau nanti akan melihatnya baby, beruntung kau belum sempat minum."


Ayumi mengelus perutnya yang masih datar. "Maafkan mommy Sayang. Mommy sangat ceroboh karena menerima minuman pemberian dari orang lain. Mommy begitu percaya jika itu dari Dady mu." Mata Ayumi mulai menganak sungai.


"Ssh, sudah baby, kau sudah aman sekarang. Kau tidak perlu cemas. Ingat kau sedang hamil. Kau jangan sampai ... " Rey belum menyelesaikan ucapannya Ayumi merasakan sakit di perut.


"Aww ... Sakit." Lirih Ayumi.


"Sa- sakit sayang." Ayumi merintih kesakitan seraya memegang perutnya.


Membuat Rey, Irina dan juga Jeremy khawatir ia takut dengan kandungan Ayumi.


Rey mendudukkan Ayumi ke kursi. "Tarik napas Ayumi, buang pelan- pelan. Rileks ok ... " Kata Irina agar Ayumi tenang dan benar saja. Setelah melakukan beberapa membuat Ayumi merasa tenang.


Jeremy mengambil gelas berisi air putih dan menyerahkan kepada adiknya untuk di berikan Ayumi.


"Minum dulu sayang." Pinta Irina menyodorkan gelas berisi air putih.


Tn. Dominik, Karina dan Sean mendekati Ayumi dan Rey.


"Ada apa ini Rey. Kenapa kau menyuruh untuk menutup pintu dan tidak ada tamu undangan yang keluar." Tanya Tn. Dominik.

__ADS_1


"Ada seseorang yang akan membunuh anak-anak Rey Deduska."


"Astaga siapa itu." pekik Karina.


"Tuan, saya sudah menangkap pelayan tadi." Seru Daniel yang datang memberitahukan. jika salah satu bodyguard nya sudah berhasil menangkap pelayan tadi.


"Irina, aunty. Rey titip Ayumi."


"Pergilah Rey, Ayumi biar sama aunty."


Rey mengecup kening Ayumi sebelum pergi.


"Aku tinggal sebentar baby." seraya mengacak-acak rambut Ayumi.


Rey, Tn. Dominik dan Sean pergi mengikuti Daniel. Dimana bodyguard nya menyandra pelayan tadi.


Sedangkan di luar Hotel. Nick dan beberapa bodyguard sudah menutup pintu.


Tn Muller yang sudah berada di dalam mobil yang hendak keluar namun di cegah.


"Dad, ada apa? Kenapa kita berhenti disini?" Tanya Jessica yang tengah duduk di bangku belakang.


"Dady juga tidak tahu sayang. Tiba-tiba disuruh berhenti dan tidak boleh keluar."


Jessica tidak mempedulikan nya. Ia sedang merasa senang. Jika saat ini Ayumi sudah kehilangan calon anaknya. Pikir Jessica ia malah sibuk dengan handphone nya.


Nick tersenyum saat mobil Tn. Muller belum keluar dari hotel. Nick sudah tahu jika di balik dalang kekacauan ini adalah salah satu keluarga Tn. Muller.


"Rey, aku sudah menemukan nya." Kata Nick berbicara dengan Rey lewat Earpiece yang terpasang di telinga nya.


"Bagus, bawah mereka ke kamar 001115." pinta Rey.


Kira-kira mau diapain Jessica dan pelayan tadi sama Rey ... 🤔

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 🙏🙏


__ADS_2