
Pukul 06.00 pagi
Tn. Muller beserta istrinya mendatangi rumah sakit. Ia menempati janjinya untuk memenuhi keinginan istrinya untuk datang menjenguk Jessica yang sedang tidak sadarkan diri.
Di sepanjang lorong rumah sakit di jaga ketat oleh polisi. Dan bahkan di depan pintu kamar ruang ICU juga ada yang menjaganya.
Tn. Muller menepuk pundak istrinya dengan lembut. Ia mengijinkan untuk masuk ke dalam. Jenifer menoleh ke arah Suaminya. Dan Tn. Muller mengangguk sebagai tanda mengijinkan untuk masuk kedalam.
Kedua polisi yang menjaga Jessica mempersilahkan Jenifer untuk masuk.
"Dady tidak ikut masuk?" Tanya Jenifer.
"Tidak, Dady sedang menunggu seseorang.masuklah ke dalam honey."
"Baik, mommy masuk dulu dad."
Tn Muller mengangguk dan mengecup kening istrinya.
Cup.
Lima menit setelah Jenifer masuk. Pengacara Tn. Muller datang.
"Tn. Muller,maaf saya datang terlambat." Kata pengacara Tn. Muller.
"Tidak apa-apa pak Diego. Saya juga baru saja tiba." Kata Tn Robert. Ia juga mengajak untuk duduk di tempat duduk yang tidak jauh dari ruangan Jessica.
"Saya minta kepada anda untuk tidak bercerita apa-apa kepada Jessica. Terutama soal saya dan istri saya pindah."
__ADS_1
"Baik Tuan." Jawab Diego.
"Untuk masalah hukum, saya serahkan ke pengadilan untuk memberikan hukuman yang pantas untuk nya. Dan anda pak Diego jangan pernah mengajukan banding apapun untuk meringankan hukumannya" tutur Tn Robert seraya memejamkan matanya. Ia tidak kuasa untuk menjelaskan tentang masalah Jessica. Bagaimana pun Tn. Robert telah merawat Jessica hingga tumbuh menjadi gadis cantik. Namun, ia salah melangkah dalam menjalani hidupnya yang ia ambil.
Tn Muller merasa gagal mendidik Jessica agar tidak seperti ibunya.ibarat pepatah mengatakan. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Jenifer menatap Jessica yang tengah berbaring di atas tempat tidur pasien. Dengan kepala di balut kain kasa berwarna putih. Dan beberapa selang yang menempel.
Jenifer ingin rasanya membawa Jessica berobat ke rumah sakit yang terbaik. Namun, ia kembali lagi ketika kehilangan Willo putrinya.
Jenifer menghela napas berat. "Jessi, maafkan mommy yang baru bisa datang menemui mu di saat kamu berbaring tidak berdaya seperti ini."
Jenifer menyeka air matanya yang sempat membasahi pipinya.
"Dan maafkan mommy dan Dady. Mungkin di saat kau membuka mata mu, kita sudah tidak ada di negara ini lagi. Kita bukannya tidak menyayangi mu, tapi, perbuatan mu lah yang membuat kita harus terjadi seperti ini." sambung Jenifer. Ia melirik ke arah jam tangan yang melekat di tangannya.
Jenifer kembali menatap Jessica dan mencondongkan tubuhnya untuk mencium kening nya untuk terakhir kalinya.
"Jaga dirimu baik-baik" sambung nya.
Jennifer membalikkan badannya dan melangkah keluar dari area ruangan rawat Jesicca.
Setelah keluar. Tn Robert tersenyum melihat kedatangan istrinya. Ia bangkit dari tempat duduknya. Kebetulan sekali pengacara Diego sudah pergi dari hadapannya.
"Kau pasti bisa honey..." Bisik nya. Ia memeluk tubuh istrinya.
Jenifer mengangguk kepalanya. Ia memakai kacamata hitamnya untuk menutupi mata sembab nya. Dan tidak lupa memeluk lengan sang suami.
__ADS_1
🍃🍃🍃
"Lihat anak-anak kalian." Kata Dokter Laras yang menangani Ayumi. Yang kini tengah menjelaskan perkembangan janin anak-anak Ayumi dan Rey di depan monitor USG.
Rey menggenggam tangan Ayumi saat Dokter Laras menjelaskan kepada sepasang suami istri ini. Sesekali Rey mencium tangan dan kening Ayumi untuk memberikan kekuatan.
Dokter Laras menjelaskan panjang lebar tentang kandungan Ayumi. Setelah di rasa cukup Dokter Laras menulis resep dan memberikan kepada Rey dan Ayumi untuk di tebus nanti.
"Ini resepnya, tolong nanti di tebus. Untuk masalah bed rest. Nona Ayumi untuk saat ini sudah cukup kuat untuk kandungan nona."
"Dokter" ucap Rey.
"Iya ,tuan ada yang ingin anda tanyakan?"
Rey menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Anu ... Itu Dokter ... anu ..."
Dokter Laras tersenyum. Ia tahu apa yang akan Rey sampaikan.
"Sudah bisa tuan tapi dengan melakukan sewajarnya dan hati-hati. Takut menyakiti calon anak- anak kalian."
"Eh ... Iya Dokter terimakasih atas jawaban anda." Kaya Rey memperlihatkan gigi putihnya.
Sedangkan Ayumi sudah malu duluan. Meski ibu hamil ini menginginkan tapi ia tahu harus jaga kandungan nya juga.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya. 🤗