
Deduska, apa Ayumi boleh meminta sesuatu" tanya Ayumi, kini mereka sedang berkumpul bersama untuk makan malam.
Tn. Dominik tersenyum, menatap cucunya yang tidak jauh darinya"Tentu saja sayang, kau ingin meminta apa?" Jawab Tn. Dominik.
"Apa Ayumi boleh memilih siapa yang akan menjadi sopir pribadi Ayumi selama kak Nick tidak ada"
"Boleh sayang, itu yang akan Deduska bicarakan sama kamu, agar kamu merasa nyaman, Deduska sudah mendapatkan beberapa kandidat kau boleh memilih nya"
Tn. Dominik memerintahkan kepada orang kepercayaan untuk memanggil yang akan menjadi sopir plus bodyguard Ayumi.
Ada 10 calon yang sudah di pilih oleh Tn. Dominik mereka bukan hanya menjadi sopir pribadi biasa saja tapi dituntut untuk bisa menjaga dan melindungi Ayumi.
Ayumi menatap wajah mereka satu-persatu, dan Ayumi menyipitkan matanya saat melihat wajah mereka semua nampak garang dan dingin, membuat Ayumi ketakutan.
Ayumi merasa bergedik ngeri membayangkan jika sudah menjadi sopir plus bodyguard nya.
"Deduska kenapa mereka sangat menyeramkan semua"
Membuat Karina tertawa "Dady sudah membuat cucu kesayangan Dady ketakutan, kenapa merekrut yang seperti preman pasar " ucap Karina. Ia berbisik kepada Ayumi "Sayang, mereka semua memang terlihat menyeramkan tapi mereka hanya di luar saja, mereka semua baik"
Ayumi menatap Karina. "Betulkah apa yang di katakan aunty? Baiklah Ayumi akan memilih satu di antara mereka"
Tn. Dominik tersenyum, Ayumi akan memilih kembali.
"Deduska, aunty" ucap Ayumi. "Iya sayang, kau sudah menemukan siapa yang akan menjadi sopir kamu" mengangguk kepalanya, "Ayumi memutuskan untuk memilih dia" Ayumi memilih barisan empat dari kiri,
"Kau tepat sekali sayang, dia namanya Daniel dia lebih tangguh dari semua bodyguard yang ada disni" seru Karina.
"Cucu ku sudah memilih Daniel, kalian semua kembali bekerja" titah Tn. Dominik. Membubarkan semua orang. hanya tersisa Daniel.
__ADS_1
"Daniel dia Ayumi putri Katrina yang harus kau jaga dan lindungi" jelas Tn. Dominik.
"Baik, Tuan besar saya mengerti, saya akan menjaga nona Ayumi seperti saya dulu menjaga mendiang nona Katrina" membuat Ayumi terkejut ternyata dia bodyguard mommy nya dulu.
🍃🍃🍃
"Ayumi siapa yang bersama kamu dan kemana kak Nick" tanya Jessica.
"Dia kak Daniel pengganti kak Niek selama kak Niek tidak ada disini" Jessica memanggut kepalanya. Ia berbisik "sedikit menyeramkan" membuat Ayumi tertawa. "Kau benar Jes, awalnya juga Ayumi merasa begitu tapi dia baik tidak seperti tampangnya".
"Ayo Jessi antar kau ke kelas"
"Kak, Ayumi ke kelas dulu, kakak bisa pulang atau terserah kak Daniel mau keman, nanti Ayumi hubungi jika kelas sudah selesai"
Berbeda dengan Nick yang sedang menuju ke Paris ia tidak sabar mengetahui kebenaran tentang kematian Rey. Perjalanan tidak terlalu lama hanya butuh 3 jam 49 menit menggunakan private jet. Dari semalam Nick sudah berada di apartemen elit milik nya. Ia sudah tidak sabar namun karena badai salju yang sedang terjadi di Paris hari itu membuat Nick hanya bisa terdiam di apartemennya.
Setelah esoknya Nick sudah membuat janji dengan rekan team Rey ke markas milik Rey yang ada di Paris.
"Sean! Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku hingga membuat ku harus datang ke Paris", ucap Nick. Ia pikir kenapa tidak lewat telepon saja jika ingin berbicara tanpa harus Nick datang ke Paris segala.
Sean dan kedua temannya kini sudah di hadapan Nick. "Ini yang kami temukan, maka dari itu kami menyuruh kau untuk datang ke sini", seru Sean. Ia menyerahkan flashdisk kepada Nick.
Nick hanya menatap saja, ia pikir buat apa flashdisk jika datang jauh-jauh cuma menerima flashdisk saja.
"Apa ini", mengerutkan keningnya. "Kau menyuruhku datang hanya sebuah flashdisk saja", tanya Nick.
"Ck, membuang-buang waktu ku saja untuk datang kesini", ia melempar ke arah Sean. Dan ia membalikkan badannya yang hendak pergi dari mereka.
"Kau ingin buktikan? Itu lah buktinya, kau bisa lihat sendiri Nick", sahut Lucas. ia merasa geram terhadap Nick bisa-bisa ia meremehkan usahanya. dan tidak mau bersabar sedikit untuk menjelaskannya.
__ADS_1
Nick mematung dan ia membalikkan badannya lagi ia ikut duduk bersama mereka, Nick membuka laptop yang ada di hadapannya. Ia mencolokkan flashdisk tadi ke laptop yang sudah ia nyalakan.
Setelah menunggu beberapa saat ia bisa melihat ternyata isi flashdisk rekaman cctv yang belum di hapus oleh pelaku, karena ini Cctv rahasia sirkuit yang ada di Spanyol.
Nick membelalak tidak percaya bahwa yang ada di dalam mobil dan ikut pertandingan bukan Rey, melainkan menggunakan stuntman hingga mengakibatkan kecelakaan itu terjadi.
Nick mengebrak meja yang ada di hadapannya, Nick benar-benar murka dan marah karena telah terjadi kecurangan. Membuat ketiga rekan Nick terkejut melihat kemarahan Nick, siapa yang tidak marah ketika mengetahui kebenaran bertahun-tahun tentang sahabat sekaligus bos nya.
"Apa-apaan ini, bajingan siapa yang sudah melakukan kecurangan seperti ini", Nick murka. ia bangkit dari duduknya, Ia mengepalkan tangannya.
Tom menahan Nick "Sabar Nick, kita masih menyelidikinya siapa dalang nya, kemungkinan besar Rey masih hidup tapi kita belum tahu keberadaan nya ", Tom menenangkan Nick untuk bersabar, karena ia sedang berusaha menemukan siapa di balik dalang hilangnya Rey.
"Jika Rey masih hidup dia pasti akan kembali dan tidak membuat Ayumi istrinya menderita", keluh Nick, ia bisa merasakan bagaimana nasib Ayumi setelah di tinggal Rey. meski Ayumi menutupinya.
"Jika Rey meninggal pasti akan di temukan oleh pihak kepolisian Paris Nick", kata Tom.
Lucas memperhatikan rekaman cctv lebih jelas ia melihat sesuatu untuk di jadikan ciri-ciri seseorang meski terlihat dari belakangnya. Ia memperbesar nya dan nampak jelas tato kecil di bagian leher nya.
"Nick kau mengenal tato ini, bukannya kau pecinta tato kau pasti tahu" ucap Lucas memperlihatkan laptop tadi ke Niek, dan gambar tato tadi di perbesar oleh Lucas dan nampak jelas sekali membuat Nick mengerutkan keningnya.
"Hanya ada satu orang yang memiliki satu tato yang bergambar seperti ini" tegas Nick.
Tom merebut laptop yang ada di hadapan Nick, ia menyipitkan matanya. "Bukannya ini tato milik Alex Nick?"
"What??" Pekik Sean. "Alex? Bukan nya dia teman baik Rey" Sean menyenderkan kepalanya di kursi seraya memijit keningnya yang tidak sakit, ia tidak percaya bahwa Alexa dalang yang sudah melakukan kecelakaan terhadap temannya sendiri.
"Tapi kita jangan gegabah dan menuduh dia dulu, kita cari bukti lain agar lebih kuat, ini belum bisa di jadikan bukti" seru Tom.
"Iya kau benar Tom, dua bulan lagi empat tahun meninggalnya Rey bagaimana kalau kita memperingati kematian Rey, bukan nya Rey Pembalap Nasional terkenal" ucap Lucas.
__ADS_1
Nick diam emosinya belum mereda. Ia hanya mendengar rekannya saja, ia tertegun apa yang di usulkan oleh Lucas ada benarnya juga.
"Aku setuju dengan mu Lucas, dengan seperti ini, pelaku yang sesungguhnya akan keluar dari persembunyiannya selama ini dan aku akan memberikan kejutan kepada mereka dengan di hadirkan seseorang yang akan membuat mereka ketakutan" Nick mengembangkan senyumnya licik. Ia akan melibatkan seseorang yang akan ikut terlibat nanti.