Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 38


__ADS_3

Jessica yang sudah siap-siap akan pergi tidur dan mematikan handphone nya namun ia di kejutkan dengan panggilan masuk dari seseorang yang ia harapkan selama ini, siapa lagi bukan Garret pria incaran Jessica.


Jessica merasa seperti mendapatkan lotre ia berjingkrak- jingkrak di atas kasurnya. Bukan nya menganggat panggilan dari Garret hingga panggilan berhenti dan membuat Jessica mengerutkan keningnya. ia merasa menyesal karena terlalu senang. Membuatnya mengabaikan panggilan masuk dari Garret.


"Jessi kau sangat bodoh di dunia ini, kenapa kau tidak langsung mengangkat telepon dari kak Garret", gerutu kesal pada dirinya sendiri. ia berharapnya Garret menghubungi dirinya lagi.


"Apa aku yang menghubungi dia saja iya? ah bagaimana pun masa cewek harus menghubungi seorang pria duluan", gumam Jessica ia gengsi untuk menghubungi kembali.


Namun nasib sedang baik kepadanya. Garret menghubungi Jessica kembali. dengan segera Jessica mengangkat telepon nya.


"Hallo", Sapa Jessica duluan.


"Kau belum tidur?", Tanya Garret kepada Jessica.


"Belum kak,baru selesai mengerjakan tugas kampus, ini baru mau tidur", jawab Jessica. ia senyum-senyum sendiri saat ini benar-benar tidak percaya jika yang ia dengar benar-benar suara pria incaran nya.


"Pergilah Tidur, besok kau pergi ke kampus kan", Kata Garret.


"Iya kak",


"Iya sudah, Selamat malam", Ucap Garret.


memutuskan sambungan telepon.


Jessica masih tertegun tidak percaya. ia masih menatap layar handphone nya. ia kembali senyum-senyum sendiri.


"Ahh seperti mimpi, Sepertinya aku tidak bisa tidur", gumam Jessica. yang masih cekikikan.


🍃🍃🍃


Ayumi baru saja turun dari mobilnya. seperti biasa ia akan di antar oleh Nick.


Banyak yang mengira jika Nick adalah kekasih Ayumi. para mahasiswa yang menyukai Ayumi harus kecewa karena dikira Nick adalah kekasihnya.


"Ayumi",


Suara cempreng Jessica mengagetkan semua mahasiswa dan mahasiswi yang di dekat Ayumi.


Ayumi tidak mempedulikan Teriakan Jessica. ia tetap berjalan menuju kelasnya. Karena sebentar lagi kelas akan di mulai.


Jessica tidak henti-hentinya berteriak memanggil Ayumi merasa geram.


"Kenapa sih tuh anak,di panggil tidak mau menoleh, Awas saja kalau ketemu", gerutu kesal Jessica.

__ADS_1


Membuat Semua orang mentertawakan Jessica karena di abaikan begitu saja oleh Ayumi.


"Apa lihat-lihat, baru lihat cewek cantik kesal apa", bentak Jessica.


Membuat mereka semua semakin tertawa.


"Meski kesal atau marah, tapi tetap cantik iya", timpal salah satu mahasiswa.


Jessica tidak mempedulikan nya lagi ia tetap berjalan santai dan pergi dari tempat itu.


Gadis ini lebih memilih duduk di taman Sambil menunggu Ayumi selesai. seraya menghubungi kakak nya. Beruntung Willi tidak ada jam terbang jadi ia bisa menganggat telepon dari sang adik.


Jessica menceritakan semua tentang Garret yang menelepon nya. Willi merasa senang karena Garret mau menerima bujukan nya untuk memberikan perhatian kepada adiknya itu. meski nanti adiknya akan sakit hati karena di permainkan oleh Garret karena ulahnya.


Hanya sekedar di telpon saja Jessica merasa senang apa lagi. di jadikan kekasih oleh Garret.


"Kak, sudah dulu iya telepon nya, Jessi ada kelas sebentar lagi", Jessica berbohong. karena ia ingin menemui Ayumi.


Jessica tersenyum saat melihat Ayumi datang. ia tahu jika Ayumi akan ke taman untuk menunggu kelas selanjutnya.


"Hai Ayumi", Sapa Jessica.


"Kau tidak ada kelas Jes? Sampai menungguku disini", kata Ayumi. ia ikut duduk di samping Jessica.


Ayumi menatap Jessica yang nampak sedang bahagia.


"Ada apa? sepertinya kau sedang bahagia hari ini?", kata Ayumi.


"Kau benar Ayumi, Jessi hari ini sedang bahagia sekali, nanti pulang aku traktir kau makan sepuasnya", jawab Jessica.


"Wow, apa kau sedang mendapat bonus dari orang tua mu?",


"Tidak Ayumi", Jessica mengelengkan kepalanya. "kau tahu Ayumi, Jessi senang sekali hari ini karena apa?", tanya Jessica.


Ayumi mengangkat bahunya tidak tahu. Jessica terkekek. "Semalam, Kak Garret menelpon ku", ucap Jessica antusias saat bercerita tentang Garret.


Ntah bagaiman Ayumi mendengar nama Garret merasa sakit dan cemburu, ada wanita lain yang menceritakannya. itu seperti menceritakan tentang Rey.


Sabar Ayumi. kamu tidak kenal Garret dan itu bukan Rey, kau tidak perlu cemburu Ayumi, Rey sudah meninggal. itu bukan Rey suami kamu


"Wow Really Jes?", ucap Ayumi ikut merasa senang.meski hatinya merasa tidak terima.


"Of course Ayumi", jawab Jessica. "Iya meski hanya menyuruh ku untuk tidur", kata Jessica ia tertawa.

__ADS_1


Ayumi benggong mendengar nya. karena Jessica tertawa.


"Ayumi kira ada sesuatu yang sangat serius. sampai kau merasa bahagia seperti ini", cibir Ayumi.


"Sorry!!.. sorry!!...", kata Jessica. ia masih saja tertawa.


"Huft, kirain apa, sampai heboh begitu", seru Ayumi.


"Iya, gimana tidak senang, di telepon sama orang yang kita sukai",


"Lalu bagaimana dengan kak Garret, menggangap mu sebagai apa?", Ayumi menoleh ke arah Jessica. "Apa hanya sekedar karena kau adiknya kak Willi atau menganggapmu sebagai adik atau..", ucap Ayumi.


"Ntah lah Ayumi, Kaka Garret anggap Jessi apa, tapi Jessi tidak peduli", kata Jessica ia berdiri dan meninggalkan Ayumi. Karena ia harus masuk ke kelas.


"Awas Jess, Ayumi takut nanti kamu sakit hati, pikirkan itu baik-baik", Teriak Ayumi.


Jessica menoleh dan tersenyum kepada Ayumi. "Aku tidak peduli, yang penting aku bahagia", Teriak Jessica kembali.


Ayumi hanya menggeleng kepalanya saja. melihat sahabatnya itu terlalu obsesi terhadap teman kakak nya.


Ayumi membuka Handphone nya ia menatap foto Rey yang sedang berenang yang Ayumi jadikan Wallpaper. Ayumi tersenyum melihat foto Rey.


"Kak!! Ayumi sangat merindukan mu, Apa kau juga sama sedang merindukan ku di atas sana?", ucap Ayumi yang masih menatap layar Handphone.



"Kau tahu kak, Ayumi punya banyak uang apapun bisa Ayumi beli, pintar, dan popularitas di kampus ini tapi Ayumi tidak bahagia. karena tidak ada kebahagiaan yang Ayumi rasakan ketika bersama mu", Lirih Ayumi.


"Apa tuhan akan berbaik hati kepada Ku, ijinkan sekali lagi, tuk bisa dipertemukan lagi bersama mu kak, jika Tuhan menghendaki tolong kabulkan lah permintaan ku ini", ucap Ayumi. ia memejamkan matanya agar air matanya tidak menetes. seraya menggenggam handphone di tangannya.


"Jika Tuhan tidak menghendaki, tolong jemput Ayumi agar selalu berada di sisimu, hanya kak Rey yang Ayumi miliki",


Apa Ayumi terlalu Egois, iya itu hanya doaku yang aku inginkan sekarang


Batin Ayumi.


Ayumi bangkit dari tempat duduknya, lalu ia pergi ke kelas berikutnya. Ayumi selalu menutup kesedihan dengan tetap tersenyum kepada siapa saja yang menyapa Ayumi. meski sebenarnya hatinya terasa sepi dan hampa. itu lah Ayumi bisa menutupi kesedihannya dengan selalu ceria.


***


Apapun aku akan lakukan untuk Ayumi. asal dia bahagia dan tidak bersedih


Batin Nick.

__ADS_1


"Maafkan Kakak, Ayumi jika kakak meminta bantuan kepada Tn. Dominik hanya dia yang bisa membantu sekarang", gumam Nick, setelah menelpon Tn Dominik.


__ADS_2