
Seminggu telah berlalu akan kepergian Dady ayumi.hari ini waktunya Ayumi kembali kesekolah setelah satu minggu ia cuti sekolah karena berduka atas meninggalnya Dady nya.
Hubungan Ayumi dan Rey sudah mulai menerima jika Ayumi sudah menikah dengan pria bernama Rey. anak remaja dulu yang mengajak Ayumi bermain dikala Ayumi di ajak dady nya.
Seperti biasa di pagi hari Ayumi menyiapkan kebutuhan Rey dan membuat sarapan pagi untuk nya.
"Terimakasih sayang,semakin hari kamu semakin menerima kehadiranku" ujar Rey.
"Ayumi kan sudah pernah bilang jika Ayumi akan belajar menjadi seorang istri yang baik tapi maaf yang satu itu" ucapan Ayumi semakin lirih "Ayumi belum bisa"
Rey menarik tangan Ayumi ia memeluk tubuh Ayumi ke dalam pelukannya "Tidak apa-apa aku mengerti, lagian kamu masih di bawa umur, nanti aku di katain fedofil lagi" Rey terkekek.
"Memang iya kak Rey fedofil" Ayumi tertawa " Buktinya menikahi Ayumi yang masih berusia 14 tahun bisa di penjara karena menikahi bocah" Ayumi menakuti Rey. mereka mengurai pelukannya.
"Jadi aku benar-benar menikahi bocah"Rey pura -pura linglung "Tapi kamu menerima nya kan" tanya Rey.
"Tergantung, tapi di nikahi pria seperti kak Rey siapa yang menolak, kakak tampan, baik dan sayang sama Ayumi"
Rey tersenyum mendengar pujian istri kecilnya. "Kau ini" Rey mengacak-acak rambut Ayumi." Kak Rey jadi berantakan lagi kan" cemberut Ayumi.
membuat Rey tertawa "Maaf sayang maaf habis istri kecil ku ini gemesin" Rey membantu merapikan rambut Ayumi kembali "sudah" sahut Rey yang telah membantu Ayumi "Terimakasih sayang sudah mau menerima pernikahan ini, dan menerima ku sebagai suami mu" kata Rey kembali
Mereka saling menatap Ayumi mendongakkan kepalanya Rey perlahan mencium bibir mungil Ayumi dengan sekilas namun Ayumi membalas ciuman dari suaminya, Rey terkejut akan balasan Ciuman Ayumi ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Rey ******* bibir mungil Ayumi, tangan Rey menopang tekuk leher Ayumi dan tangan satunya memeluk pinggang ramping Ayumi agar semakin mendekat. Ayumi mulai menikmati akan ciuman dari Rey ia tidak pernah berciuman dengan pria lain, karena Ayumi belum pernah berpacaran. Ayumi merasa senang karena ciuman pertama nya di ambil suaminya. Ayumi mulai mahir berciuman membuat ciuman mereka tidak kaku seperti saat pertama kali. ciuman mereka berhenti saat Ayumi kehabisan nafas.
"Kamu semakin pandai berciuman sayang" Rey mengusap bibir Ayumi yang basah. Rey tersenyum saat melihat bibir Ayumi sedikit bengkak.
Membuat Ayumi malu "Gara-gara kak Rey juga sering mencium bibir Ayumi, ciuman pertama Ayumi yang telah di ambil kakak" keluh Ayumi.
Rey terkejut akan pengakuan istri kecilnya jadi ia telah mengambil ciuman pertamanya. "Ayo kita berangkat,mau sampai kapan kita berdiam diri di dalam kamar, takut nanti kelewat batas" Rey tertawa. "Apa kita lanjutkan saja sampai" ucapan Rey terpotong "Kak Rey mesum" teriak Ayumi.
Gadis keturunan Jepang ini meninggalkan Rey sendirian di kamarnya. Rey tertawa melihat istrinya.
"Hey sayang mau kemana" sahut Rey.
*
*
*
__ADS_1
"Terimakasih sudah mengantar Ayumi kesekolah" kata Ayumi.
"Sama-sama sayang, ini sudah menjadi tugasku, selama aku masih di sisimu aku akan menemani mu dan mengantarmu kemana pun kau mau" Rey menoleh ke samping dimana Ayumi berada."Sekolah yang rajin, biar pinter" ucap Rey.
"Ayumi kan sudah pintar dari dulu,kak Rey tidak tahu iya" ujar Ayumi.
"Kakak tahu jika istriku ini seorang siswi yang jenius"
"Hari ini mungkin akan pulang terlambat" Ayumi menoleh ke Rey "Kenapa? apa malu di jemput sesorang laki-laki seperti ku" keluh Rey.
"Ti-dak, hari ini mau mengikuti ulangan semester susulan, apa kak Rey tidak ingat jika aku cuti sekolah selama seminggu?"
"Ingat ko"
"Ya udah semangat iya,kamu pasti bisa, kalau mau pulang hubungi ku" kata Rey.
"Iya, tapi" ucap Ayumi.
"Kenapa?"
"Gimana mau menghubungi kak Rey, jika Ayumi saja belum tahu nomor kak Rey"
"Astaga, kita menikah sudah seminggu tapi belum saling bertukar nomor telepon" Rey tertawa.
"Tulis nomor telepon mu sayang" kata Rey menyodorkan handphone nya kepada Ayumi.
"Ha.. apa kak" Ayumi terbengong ketika Rey menyodorkan handphonenya.
"Tulis nomor telepon mu sayang"
Ayumi menerima handphone Rey ia mulai mengetik nomor teleponnya kemudian ia kembalikan ke Rey.
"Itu nomor ku, jangan lupa di save" ujarnya Rey.
Ayumi menganggukan kepalanya. lalu ia membuka pintu mobilnya namun tangan Rey menahannya.
"Ada apa lagi kak" kata Ayumi.
Rey menunjukan jari tangan ke pipinya, Ayumi belum sadar jika Rey ingin di cium sebelum Ayumi turun dari mobilnya. "Apa" tanya Ayumi.
__ADS_1
"Ini belum"
"Maksudnya?"
"Belum di cium"
Ayumi merasa ragu ia belum pernah mencium duluan. sebelum nya Rey dulu yang mencium Ayumi. membuat Ayumi menjadi deg degan.perasaan menjadi campur aduk. karena ini pertama kalinya Ayumi akan mencium seorang laki-laki.
Rey bisa melihat rahut wajah Ayumi yang terlihat gugup. perlahan Ayumi mulai mendekat ke wajah Rey. jantung nya berdebar-debar tidak karuan. jika harus memilih Ayumi lebih memilih ikut kompetisi matematika atau fisika jika harus mencium seseorang meski dia suaminya.
Ayumi memejamkan matanya saat ia benar-benar akan memulai mencium. Rey memalingkan wajahnya menghadap Ayumi. membuat Ayumi mencium bibir Rey. ia merasa terkejut saat membuka matanya melihat wajah tampan Rey.
Tangan Rey menahan tengkuk leher Ayumi dengan lembut Rey ******* bibir Ayumi.
"Terimakasih sayang atas Ciuman nya, masuk lah sebentar lagi bel sekolah berbunyi"
Ayumi tidak berkata apa-apa ia merasa malu karena sudah mencium bibir Rey.
***
Pagi ini Ayumi sudah membuat janji dengan guru mata pelajaran yang akan ia ikuti ulangan susulan semester kemarin sampai jam sekolah habis. Ayumi lebih memilih sehari mengikuti ulangan dari pada setiap hari.
Dengan perasaan senang ia mulai mengerjakan soal-soal yang diberikan gurunya. tidak butuh lama ia sudah menyelesaikan nya.
Kini ia mulai mengerjakan ulangan semester selanjutnya hingga jam istirahat berbunyi.
"Ayumi lebih baik kamu istirahat dulu, karena ini sudah waktunya jam istirahat" ucap Guru pengawas Ayumi.
"Tidak bu, saya mau menyelesaikan ulangan semester ini, agar cepat selesai, Ayumi tidak mau menunda-nunda sampai besok lagi"
Guru pengawas tersenyum atas jawaban Ayumi, jika murid lain pasti akan menyetujuinya dan mengeluh jika harus ulangan semester sehari penuh.
"Baiklah kamu bisa lanjutkan soal selanjutnya" kata Guru pengawas.
Dengan senang hati Ayumi menerima soal selanjutnya dari pengawas.
Rey menghubungi Ayumi saat jam istirahat namun ia tidak mengangkat nya. karena handphone nya ia silent selama mengerjakan soal-soal semester.
Bersambung..
__ADS_1