Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 86


__ADS_3

"Detak jantung pasien semakin menurun dok" teriak Perawat yang membantu nya.


"Lakukan pacu jantung segera", perintah Dokter kepada perawat yang memantau Garrett.


Perawat mengambil alat pacu jantung dan memberikan kepada Dokter. Beberapa kali dokter menempelkan alat pacu jantung atau defibrillator di dada Garrett agar detak jantung nya stabil kembali.


Perawat menghapus keringat dokter di dahinya karena sudah beberapa kali tidak ada kenaikan, membuat Dokter menggelengkan kepalanya.


Ayumi yang dari pagi menangis membuat nya merasa lelah dan capek ia ketiduran di dalam private jet milik nya. Namun Karina yg hendak membangun kan Ayumi di kejutkan dengan Ayumi berteriak memanggil nama Rey.


"Kak Rey Jangan pergi, Kak Rey "Teriak Ayumi.


"Hick..hick kak Rey" Ayumi menangis dalam tidurnya. Karina menepuk pipi Ayumi untuk bangun.


"Ayumi sayang hey.. sayang bangun" seru Karina agar Ayumi bangun.


Ayumi membuka matanya dan langsung memeluk tubuh Ayumi. "Kak Rey Aunty, tadi Ayumi bertemu kak Rey " ucap Ayumi bercerita tentang apa yang Ayumi mimpikan tadi.


Karina mengurangi pelukannya. "Sabar sayang", jawab Karina menghapus keringat dingin membasahi wajah cantik Ayumi.


Karina meminta kepada pramugari untuk membawakan air minum.


"Sayang tenang dulu" Karina mencoba agar Ayumi tetap tenang,


ia menyodorkan air minum kepada Ayumi setelah tadi meminta kepada pramugari. "Minum dulu"


Dirasa sudah nampak tenang dan tidak menangis lagi. Namun Ayumi masih saja sesenggukan. Ia mulai bercerita jika tadi bertemu Rey, "Ayumi pikir dia Kak Garrett namun saat dia bilang jika dia kak Rey, dia berpesan agar Ayumi menjaga diri Ayumi dengan baik " Ayumi kembali menitihkan air matanya.


Karina masih setia mendengarkan Ayumi bercerita, baru kali ini Karina bisa mendengar curhat sang keponakan. Ia menghapus air mata Ayumi yang tida hentinya mengganak sungai di pipi putihnya.


"Seakan dia akan pergi jauh sekali" seru Ayumi dengan terbatah- batah.


"Itu hanya bunga tidur sayang," kata Karina.


Jeremy tidak tahu akan hal ini karena ia tertidur dengan memakai handphone handset di telinganya, jangan di tanya karena tidak akan bisa mendengar nya. Mungkin jika kecelakaan pesawat tidak akan tahu..


"Tidak aunty, itu jelas nyata " Ayumi menggelang kepalanya.


"Sayang tenang dulu iya, ini mungkin Ayumi merindukan Garrett hingga terbawa sampai mimpi" kata Karina.


"Dia bukan kak Garrett aunty dia kak Rey" teriak Ayumi.


Karina menarik Ayumi kedalam pelukannya lagi. Karina merasa teriris melihat keponakan nya.


"Aunty juga ikut sedih sayang jika kau seperti ini" bisik Karina. Namun Karina tidak bisa mendengar tangisan Ayumi lagi. Ia mengurai pelukannya dan ternyata Ayumi tidak sadarkan diri.


Karina sudah tahu jika Ayumi merasa tertekan dia akan tak sadarkan diri. Beruntung Karina sudah tahu jadi ia tidak terlalu panik. dan sempat bertanya kepada dokter saat sedang menangani Ayumi saat tidak sadarkan diri.


Karina meminta obat untuk membantu Ayumi tersadar. dan benar saja Ayumi kembali dari kesadarannya.

__ADS_1


"Sayang" lirih Karina saat Ayumi mulai membukakan matanya. Karina tersenyum melihatnya keponakannya.


"Aunty"


Karina menyuruh Ayumi untuk diam tidak berbicara lagi agar ia merasa tenang dan tidak kembali tertekan. "Lebih baik istirahat di dalam kamar saja sayang agar kamu lebih tenang"


Ayumi menggangguk. Karina membantu Ayumi untuk berdiri dan memapah tubuh Ayumi kedalam kamar.


"Tidurlah sayang, aunty akan menemani mu"


Perjalanan ke Praha Ceko tidak membutuhkan waktu lama hanya kurang lebih dua jam, berbeda dengan Nick yang memakan waktu lebih lama hingga delapan jam lamanya. Mungkin Nick akan sampai malam hari.


Karina, Ayumi dan Jeremy menuju Hotel yang sudah mereka reservasi sebelumnya jadi tidak perlu menunggu lama, mereka memesan kamar presidential suite dimana satu ruangan ada beberapa kamar tidur.


Jeremy tercengang melihat kamar hotel yang Karina pesan.


"Duh liburan bareng Milyarder itu beda iya. Hihihi"


"Kenapa Miss apa kamar hotelnya kurang nyaman kita bisa ganti Kamar Hotel" kata Karina.


"No, ini lebih dari cukup, eikey suka jadi lebih kelihatan eikey crazy rich" James mengeluarkan handphone nya lalu ia membuat konten.


Karina menggelengkan kepalanya. Ayumi yang sedari turun dari Private jet nya melihat tingkah Jeremy ia tertawa.


Melihat Ayumi tertawa Karina ikut senang. Karena Ayumi sudah kembali ceria. Beruntung liburan mengajak Jeremy.


"Eikey masih merasa jet lag, eikey mau lanjutin tidur bye.. bye " Jeremy melambaikan tangannya ke kamera dan ia menyudahi buat konten.


"Astaga Miss kau selama di perjalanan tidur masih bilang jet lag," Karina menepuk jidatnya. Namun yang di bicarakan tidak menggubris ia memilih masuk kamar yang menurut nyaman karena kamarnya mengarah ke arah sungai Vlatva dan kastil- kastil kuno.


"Kau juga sayang, beristirahat lah, nanti kita makan malam di luar" kata Karina Lagi.


"Iya aunty, Ayumi masuk kamar dulu"


Ayumi menyeret kopernya masuk kedalam kamar. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur membiarkan kopernya yang masih tergeletak di samping pintu.


Ayumi mengecek kembali handphone nya namun Garrett belum juga mengabarinya. Membuat Ayumi kembali bersedih. Ia menatap layar handphone melihat foto Garrett yang ia jadikan Wallpaper di layar handphonenya.


"Sayang kamu dimana, kenapa tidak ada kabar sama sekali" Ayumi kembali menangis hingga ia tertidur karena merasa lelah terlalu lama menangis.


"Baby"


"Sayang, Ayumi senang kau datang tapi kenapa tidak memberikan kabar" ucap Ayumi ia mulai melangkah mendekati seseorang yang Ayumi rindukan, ia tersenyum kepada Ayumi.


"Berhenti baby, jangan mendekat" katanya.


Membuat Ayumi berhenti melangkah. "Kenapa? Ada apa?"


"Jaga dirimu baik-baik honey, aku sangat mencintaimu, maafkan aku harus pergi"

__ADS_1


Ayumi menggelengkan kepalanya. Ia mulai berkaca-kaca,


"Tunggu sayang, jangan pergi, bukannya sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan Ayumi lagi?"


"Dimana janji mu itu sayang" teriak Ayumi, "Kakak tega menyakiti Ayumi seperti ini?" Ayumi menangis saat ia berbalik badan dan akan pergi.


Ayumi berlari dan memeluk tubuhnya dari belakang dengan sangat erat. "Jangan pergi" Ayumi memohon.


"Sayang, lepaskan kakak untuk pergi sekarang", mencoba melepaskan tangan Ayumi yang memeluk tubuh nya dengan sangat erat.


"Tidak akan pernah kak, Ayumi tidak akan pernah mengijinkan kakak untuk pergi lagi, cukup ini yang terakhir kali kak, Ayumi mohon" lirih Ayumi.


"Jika kakak pergi maka Ayumi juga akan ikut pergi, untuk apa Ayumi ada disini tanpa kakak" tegas Ayumi.


"Tidak sayang" serunya.


"Kakak adalah belahan jiwa Ayumi, jika belahan Ayumi pergi lalu Ayumi harus bersandar kemana"


"Ayumi sayang hey, bangun sayang" Karina menepuk pipi Ayumi karena Ayumi sedari meracau terus.


"Kau mimpi lagi sayang" tanya Karina saat melihat Ayumi sudah membuka matanya. Nampak terlihat keringat membasahi wajah cantik Ayumi.


Ayumi yang sudah bangun di bantu Karina untuk duduk dengan sedikit napas yang tersengal-sengal.


menunggu Ayumi tenang, Karina menyusur Ayumi untuk membersihkan badannya agar terlihat segar.


Karina tidak ingin bertanya terlebih dahulu, ia menunggu Ayumi benar-benar merasa tenang.


🍃🍃🍃


Andreas yang masih setia menunggu Putranya di ruang tunggu ini sudah hampir lima jam lamanya jalannya operasi namun belum kunjung selesai. hingga akhirnya Andreas melihat perawat keluar dari ruangan operasi, Andreas merasa tenang namun tidak dengan wajah tegang perawat yang baru saja keluar membuat Andreas bertanya kepada perawat itu.


"Sus, bagaimana operasi", tanya Andreas.


"Maaf tuan, kami tidak bisa jelaskan sekarang", kata perawat, namun Andreas menahan perawat untuk pergi.


"Tolong Tuan, jangan halangi saya, karena pasien sedang kritis", jelas Perawat.


Dan dari arah belakang datang Dokter lagi.


"Dok, anda sudah di tunggu di dalam",


nampak terdengar suara teriak Dokter untuk memberikan Tekanan lebih tinggi pad pacu jantung nya agar kembali stabil. saat pintu sedikit terbuka.


"OH My God, tolong dia tuhan, selamatkan dia", Andreas mengacak-acak rambutnya.


"Ah apa yang harus aku jelaskan kepada Tn. Nick nanti", Andreas yang kembali duduk merasa tidak tenang, karena belum mendapatkan kabar dari Rey yang masih di dalam.


"Apa aku harus bilang jika dia Rey", gumam Andreas.

__ADS_1


__ADS_2