
"Syukurlah. Jika, kau disini."gumam Nick saat melihat Irina, dan Jeremy saling bercengkrama dengan keluarga besar Sander. dan para sahabatnya.
Nick melangkah maju mendekati mereka.
"Honey." sapa Nick kepada Irina.
Membuat semua orang menoleh ke sumber suara.
"Nick kau sudah kembali lagi? sedari tadi Irina disini. kenapa kau tidak menyadarinya." kata Karina terkekeh geli. Bagaimana mungkin. Hanya, karena wanita pria yang begitu perfeksionis dan cekatan ini bisa begitu bodoh.
Nick menghela napas panjang. "Miss Jeremy. eh maksudku Tuan Jeremy. Aku minta maaf atas perlakuan bodoh ku tadi. Dan membuat adikmu sedih. Aku minta maaf sebesar-besarnya, karena sudah melukai nya."
Nick menatap Jeremy. Ia merasa geli memanggil Tuan Jeremy. Namun, demi menghormati dia sebagai kakaknya Irina sang kekasih apapun Nick lakukan.
"Maka dari itu, berikan ku kesempatan untuk meminta maaf. Dan, hari ini juga aku meminta ijin. Jika, hari ini juga aku melamar Irina sebagai istriku." sambung Nick. Lalu, Nick merogoh kantong celananya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah. Nick mendekati Irina. Ia menarik Irina untuk berdiri di hadapannya.
"Irina ... ini lah yang aku minta dari mu. sejak dulu, mau kah kau menjadi ibu dari anak-anakku? dan menjadi wanita satu-satunya di hidupku?"
"You Merry me!"
Nick berlutut di hadapan Irina. Wanita yang ada di hadapannya hanya diam. Ia tidak tahu harus berbicara apa. Irina memang menunggu momen romantis seperti ini. Tapi, ia juga harus meminta persetujuan dari kakaknya. Irian melirik ke arah Jeremy memohon.
Jeremy bangkit dari tempatnya. Ia menyingkirkan Irina dari hadapan Nick.
"Eyke belum bilang apa-apa. Kenapa ye malah mau melamar Jean?" Ketus Jeremy. Seraya melipatkan kedua tangannya ke dada.
Deg
Nick lupa. Jika, makhluk jadi-jadian yang ada di depannya belum bilang apa-apa, apa lagi merestui. Nick menelan Saliva. Seketika membuat semua orang di situ tertawa.
Awas kalian dasar sahabat lucknut ...
__ADS_1
Batin Nick.
Nick berdiri dan meminta restu kepada Jeremy. Dengan wajah yang memelas. Jeremy tidak tega melihat pangeran nya bersedih. Jeremy harus merelakan Nick untuk adiknya Jean.
Jeremy melirik cincin berlian yang di bawa oleh Nick untuk melamar Jean. Dia membelalak tidak percaya melihat Cincin berlian yang harganya bisa membeli sepuluh mobil sport keluaran terbaru.
"Ehmm." Jeremy berdehem. Ia sebisa mungkin untuk bersikap sebagai seorang kakak yang jantan bukan sebagai pria gemulai.
"Nicko, apa kau serius mencintai adikku?" Tanya Jeremy.
"Sangat-sangat serius dan tulus mencintai Jean." kata Nick yang begitu tulus. Jeremy menatap mata Nick tidak ada tanda-tanda kebohongan di matanya.
"Baiklah, aku merestui mu. Jean apa kau serius dengan pria bodoh ini." tanya Jeremy menoleh ke adik kesayangannya.
Bahkan ia berani mengatakan ku pria bodoh.
Nick berbicara dalam hati.
Irina hanya menundukkan kepalanya. Ia mendongakkan wajahnya, dan menganggukan kepalanya. "Iya kak, Jean mencintai kak Nicko"
Irina tersenyum melihat keseriusan Nicko. Ini lah yang ia impikan bisa bersanding dengan kekasihnya. Nick memeluk Irina dan mencium bibir.
🍃🍃🍃
"Wow. Amazing dia lucu sekali." kata Tom saat melihat anak harimau yang Ayumi janjikan tadi untuk melihat nya.
"Baby, itu berbahaya. Aku tidak mau kau terluka." kata Rey saat melihat Ayumi mengendong Anak Harimau.
Sesuai janjinya. Jika, Ayumi akan memperlihatkan anak harimau kepada Tom, sahabat Rey.
"Sayang, kau tidak perlu takut. Dia jinak kemarilah" kata Ayumi menyuruh Rey untuk mendekati nya.
__ADS_1
"Angelo. Ini papa kamu." kata Ayumi. sembari memperkenalkan anak Harimau milik Ayumi.
Ayumi menuntun tangan Rey. Lalu mengelus bulu Angelo. Rey bukannya takut. Tapi, dia tidak mau istrinya terluka. Mengingat binatang yang di gendong Ayumi termasuk buas.
"Sayang sepertinya Angelo menyukaimu." kata Ayumi.
Berbeda dengan Sean yang ingin sekali lebih dekat dengan Karina.
"Nona Karina." sapa Sean.
"Iya. Tuan Sean."
"Biar aku bantu" pinta Sean. Karena ia melihat Karina yang sedang membereskan sisa acara tadi. Karina tersenyum.
"Terimakasih Tuan."
"Panggil Sean saja." kata Sean. Karina tersenyum melihat pria yang membantu nya.
Deduska tersenyum melihat Sean sudah mau mendekati putrinya.
"Semoga kalian berjodoh." gumam Deduska.
"Amin." jawab Lukas mengamini. saat mendengar gumam Tn. Dominik.
"Eh, nak Lukas disini, bukannya tadi ikut bersama Rey?"
"Tidak, tuan, saya baru saja dari toilet. Tapi, Tuan menjodohkan siapa? Maaf. Jika, saya lancang tadi mendengarnya"
"Sean, meminta ijin kepadaku untuk mendekati Karina putriku." ucap Tn. Dominik.
Lukas hanya beroria mendengarnya. "Eh tunggu, apa tadi Sean meminta ijin kepada Tuan?"
__ADS_1
"Iya." jawab Tn Dominik singkat.
"Ahh ... sahabat ku mulai meninggalkan status jomblo abadinya sekarang." kata Lukas ikut menatap Sean dan Karina.