Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 195


__ADS_3

Hari ini Rey berangkat ke perusahaan miliknya dengan mengendarai mobil sport miliknya sendiri. Rey lebih suka mengendarai mobil sendiri dari pada menggunakan sopir pribadi.


Rey akan menggunakan sopir pribadi jika sedang mendesak atau ke luar kota. Maka Nick jarang sekali datang ke apartemen pribadi Rey untuk menjemputnya.


Di tengah perjalanan menuju perusahaan R&A company. Tiba-tiba dering telepon nya berbunyi. Rey mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang menelpon.


Drzzt ... Drzzt... Drzzt ....


Rey tahu. Jika, bodyguard sekaligus orang kepercayaan keluarga Sander menghubunginya ada kabar penting.


Ya, dia adalah Daniel orang kepercayaan keluarga Sander. Rey mengaktifkan bluetooth headset untuk menerima panggilan masuk dari Daniel.


"Hallo, tuan muda Rey," sapa Daniel dari sebrang telepon.


"Hmm," Jawab Rey singkat.


"Tuan muda Rey. Lebih baik anda menambahkan penjagaan untuk nona Ayumi!" Pinta Daniel.


"Bukannya sudah banyak Niel?"


Daniel bertanya, "Tuan, apa anda belum membuka email yang saya kirimkan ke anda?"


"Belum," Jawab Rey singkat.


"Baik, tuan muda. biar saya beritahu,"


Rey sangat serius menunggu apa yang akan Daniel sampaikan.


"Tuan, dari laporan orang kita yang di tugaskan untuk mengawasi nona Jessica selama ini. Nona Jessica berhasil kabur dari rumah sakit jiwa." Tutur Daniel panjang lebar.


Membuat Rey mengerem mendadak.


Citttt ....

__ADS_1


"Apa," pekik Rey. Ia merasa terkejut. Dengan penjagaan yang sangat ketat membuat Jessica bisa berhasil kabur dari rumah sakit.


"Benar, tuan muda. dia bahkan setiap hari memantau apartemen dan mansion."


"Bagaimana bisa dia bisa sampai kabur?" Rey sedikit meninggikan satu oktaf suaranya.


"Ada Dokter yang membantu dia pergi."


"Shiittt," umpat kasar Rey.


"Tangkap dokter itu dan berikan sanksi. Kalau bisa cabut ijin prakteknya."


"Baik, tuan muda tidak perlu khawatir, masalah ini sudah terdengar ke Tuan besar."


"Apa Deduska" Gumam Rey.


🍃🍃🍃


"Jessi tidak mau hidup hancur sendirian, kau harus di penjara Ayumi" gumam Jessica yang sedang duduk menatap foto - foto dirinya dengan Ayumi.


"Jessica harus melakukan sesuatu agar Ayumi mau berteman lagi."


"Danilo ... " Ujar Jessica. Ia tertawa puasa saat memikirkan Danilo yang akan menjadi kambing hitam nya nanti.


Tn. Dominik berhasil menangkap Dokter yang sudah membantu Jessica untuk kabur.


Brak ...


Sudah beberapa kali Tn. Dominik menggebrak meja. Ia ingin tahu alasan nya membantu Jessica untuk kabur.


"Katakan dimana Jessica!" Bentak Tn. Dominik.


Membuat Dokter Nanda merasa takut akan gebrakan tadi.

__ADS_1


"Sa....ya tidak tau Tuan." Kata Dokter Nanda.


"Di bayar berapa hingga kau mau mengikuti ke inginanya." Bentak Tn Dominik..


Dokter Nanda hanya terdiam. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Yang ada dia merasa ketakutan saat ini.


"Cepat, bicara."


Tn. Dominik tersenyum devil saat mengetahui kenapa dokter Nanda melakukan nya.


"Daniel," teriak Tn. Dominik


"Iya tuan besar."


"Cabut semua fasilitas yang di dapatkan untuk adiknya."


"Baik, tuan Besar."


Dokter Nanda menjatuhkan dirinya yang masih terikat dengan tali.


"Tuan, saya mohon. Jangan cabut semua fasilitas yang adik saya dapatkan." Lirih Dokter Nanda.


"Hanya dia keluarga ku satu-satunya Tuan."ucap Dokter Nanda.


"Ck, bukan nya kau sangat menikmati yang Jessica berikan kepada mu."


"Saya.. terpaksa harus mengambil tawaran dia."


"Bodoh," teriak Tn. Dominik.


Tn. Dominik tidak mau terlalu lama berada di dalam markasnya. Ia menyuruh Daniel untuk mengurus Dokter Nanda. Ia tidak mau Jessi mengendus keberadaan Ayumi yang sekarang ada di France Italia.


"Daniel urus dia." Pinta Tn. Dominik.

__ADS_1


"Saya tidak mau cucu saya kenapa- napa." tn. Dominik menyuruh Daniel untuk memperketat ke aman dimansion dan apartemen"


__ADS_2