Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab 12.


__ADS_3

Setelah sarapan bersama Rey mengantar Ayumi untuk pergi sekolah.


"Sayang nanti pulang sekolah kita lihat- lihat rumah iya?" ucap Rey di sela-sela menyetir mobilnya. menoleh sebentar melihat Ayumi.


"Ayumi terserah kak Rey saja,"


"Baiklah. Tapi, mami melarang kita pindah dari rumah,"


"Ish, kak Rey bagaimana sih. Ya sudah kita tinggal sama mami saja," sahut Ayumi.


"Apa kamu tidak apa-apa sayang. Jika, kita tinggal bersama mami?" seru Rey takut istri kecilnya itu keberatan.


"Memang kenapa? Ayumi suka sama mami." kata Ayumi, "Kak Rey tahu tidak. Jika, mami mengingatkan ku pada Mommy," kata Ayumi sendu.


Rey memegang tangan Ayumi. "Anggap saja mami seperti mommy mu sayang. mami pasti senang," Rey tersenyum seraya mengacak rambut Ayumi. "Kita sudah sampai Sayang"


"Kak Rey, suka banget ngacak-ngacak rambut ku." kesal Ayumi seraya merapikan rambut nya.


Membuat Rey tertawa "Habisnya istriku ini gemesin,"


Biasanya Ayumi akan langsung turun, dan masuk kedalam sekolah. namun, ia masih diam duduk di dalam mobil.


"Kenapa?" Rey memperbaiki posisi duduknya yang setengah miring. ia menatap istrinya itu "Bentar lagi bel berbunyi lho, Sayang. kamu ga ingin pergi ke sekolah?"


Ayumi hanya menggelengkan saja. "Lalu, sayang sakit?" Rey menempelkan tangannya ke keningnya Ayumi. "Tidak demam sayang,"


"Ayumi minta uang saku," Ayumi membuka tangannya untuk meminta uang. "Astaga, aku lupa sayang maaf iya." Rey membuka dompetnya. lalu, memberikan semua uang cash Rey ke pada istrinya itu. dan memberikan salah satu kartu nya kepada Ayumi.


"Ayumi hanya butuh satu," Seru Ayumi polos. ia hanya mengambil satu lembar uang berwarna merah. lalu, sisanya Ayumi kembalikan kepada Rey "Kenapa cuma satu lembar sayang, itu semua punya kamu!"


"Ayumi hanya butuh satu buat makan. nanti saat jam istirahat saja."


"Tidak sayang, apa kau lupa.Jika, aku adalah suami kamu dan kamu istriku. sudah seharusnya aku memberikan ini semua untuk kamu." tutur Rey.


"Baiklah Ayumi ambil semua." Ayumi menunduk malu. lalu, ia dengan berani mencium Rey terlebih dulu "Dah kak Rey, aku mencintaimu." bisik Ayumi. lalu, ia dengan segera turun dari mobil Rey. melihat Rey hanya bengong. karena terkejut akan ciuman Ayumi tiba-tiba.


Rey tersadar saat Teriakan Ayumi kembali. ia tersenyum istrinya sudah berani mencium nya dan sudah mau meminta uang. Rey merasa senang ini yang di tunggu saat Rey mengantar Ayumi kesekolah. istrinya itu tidak meminta uang saku selalu pergi begitu saja.


"Makasih istri kecilku," gumam Rey tersenyum senang akan ciuman dari Ayumi itu. ia memegang pipinya yang masih terasa membekas ciuman istrinya itu.


*


*


*


Jam istirahat telah berbunyi semua murid menghentikan aktivitas belajarnya untuk istirahat sejenak dan semua murid keluar dari kelas masing - masing. Bulan mengajak Ayumi sahabat untuk makan di kantin. karena, ia sudah lama tidak makan bersama dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


Kini mereka sudah duduk di salah satu tempat duduk yang kosong di dalam Kantin untuk menunggu pesenan mereka berdua.


"Ay, kita sudah lama sekali tidak seperti ini, kau selalu pergi ke perpustakaan saat jam istirahat"


"Maaf iya jika, aku tidak pernah menemani makan di kantin"


"Its ok Ay" Bulan menoleh "Nah ini dia pesanan kita sudah datang" Bulan menerima semangkok bakso untuk nya lalu satu lagi untuk Ayumi.


"Perhatian- perhatian semua nya" Teriak murid perempuan. semua pengunjung kantin menghentikan acara makan nya. kecuali, Ayumi dan Bulan tidak mempedulikan nya. ia tetap makan bakso yang ia pesan tadi. karena, ia tidak suka dengan murid tersebut yang bernama Annabelle


"Ada apa cepat katakan, bikin penasaran saja" kata salah satu murid.


"Tenang teman-teman, ini ada berita yang sangat hot untuk di beritahu kan" Annabelle tersebut melirik ke arah Bulan dan Ayumi.


"Kalian tahu ada salah satu murid kita yang menjadi sugar Baby nya om- om di sekolah kita ini"


"Sangat memalukan sekali bukan, sudah mencoreng nama baik sekolah kita ini"


"Betul itu bel, siapa teman kita itu bel, kita harus memberitahu ini kepada kepala sekolah"


"Apa lagi siswi ini sangat berprestasi katanya" Sindir Annabelle.


"Wah sungguh parah tuh, ini mencontohkan yang tidak baik, kita harus segera melaporkan nya segera sebelum teman- teman kita ikutan juga"


Annabelle tersenyum sinis ia sangat senang akhirnya bisa memprovokasi semua murid di kantin.


Annabelle tertawa melihat Ayumi pergi dari kantin.


"Lihat saja kau Ayumi, akan aku bikin kau keluar dari sekolah ini" gumam Annabelle.


"Kak Saka" Teriak Ayumi saat melihat Saudara tirinya sedang bermain bola basket.


Saka menghentikan permainan nya. ia menoleh ke arah sumber suara ia melihat Ayumi di pinggir lapangan. Saka tersenyum melihat adiknya itu baik-baik saja, meski hubungan dengan mama Ria tidak baik dengan Ayumi. tapi, Saka masih peduli dengan adiknya itu.


Saka melambaikan tangannya. lalu, menyudahi bermain bola, ia berjalan ke arah Ayumi yang masih bersama sahabatnya Bulan.


"Hay apa kabar"sapa Saka.


"Ayumi baik kak, bagaimana dengan kakak dan mama?"


Bulan mengerutkan keningnya merasa binggung dengan pembicaraan kedua kakak beradik ini


"Kaka baik, mama juga baik" kata Saka.


"Kak!!" ucap Ayumi "Ya, kenapa?" Saka menatap adik nya itu. "Apa kak saka sama mama Ria sudah Kembali kerumah?"


"Kakak Sudah kembali kerumah, kamu tenang saja" jawab Saka

__ADS_1


"Tunggu- tunggu dulu, jadi kamu Ay sekarang tidak tinggal dengan Saka lagi" tanya Bulan.


"Tidak Bulan" Ayumi menarik tangan Bulan "Kak Ayumi masuk ke kelas dulu iya, kakak lanjutkan saja permainan nya" Saka hanya mengiyakan saja.


"Ay, kau hutang penjelasan dengan ku" Bulan menghentikan langkahnya. "Apa sih penjelasan apa"


"Soal percakapan kamu dengan Saka. kau tidak memberitahu ku"


Ayumi cekikikan "Baik nanti, aku cerita semua. tapi tidak di sini, ayo kita masuk kekelas"


Ayumi mengajak Bulan masuk kekelas. ia menceritakan semua tentang dirinya yang sudah menikah dan tidak tinggal dengan Saka saudara tiri nya.


"Apa" pekik Bulan "Jadi kamu sudah menikah??" Teriak Bulan.


Ayumi membekam mulut Bulan "Hush jangan keras - keras. Ayumi tidak mau semua tahu dan Ayumi akan di keluarkan dari sekolah"


"Maaf habis aku reflek kaget" Ayumi terkekeh "Lalu dengan siapa kamu menikah?"


"Kau tahu tempo Hari ada seseorang yang datang kesekolah dan membuat kehebohan" Bulan mengangguk "Aku menikah sama dia"


"Apa!!" Ayumi membekam mulut Bulan kembali "Di bilang jangan teriak"


"Jadi Pembalap itu su-su-ami kamu Ay"


"Apa cerita waktu kamu di paksa sama mak lampir itu ya Ay"


"Ya, tapi ini rahasia jangan sampai bocor awas kamu" ancam ayumi.


Bulan mengangguk lalu jari nya membentuk huruf V "Tapi Ay. kamu serius kan menikah dengan Pembalap itu"


"Iya" Ayumi mengeluarkan Handphone lalu ia membuka galeri foto saat bersama Rey.


"Ay serius ini" Bulan menscrol handphone Ayumi "Ay boleh tidak aku meminta tanda tangan sama foto bareng suami kamu? akan aku panjang nanti di kamarku"


Ayumi memukul bahu Bulan "Kau ini termasuk fans alay juga"


"Apaan sih ay, aku gak seperti itu kali"


"Sama saja" ucap Ayumi.


"Tidak"


Membuat mereka tertawa bersama saat Guru pengajar memasuki kelas mereka tidak menyadarinya.


"Ada apa? apa ada yang lucu?"


"Tidak pak" kata mereka berdua menahan tawanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2