
Nick kehilangan jejak Irina dan Jeremy. Ia memutuskan untuk datang ke Butik Jeremy. Karena, Nick hanya tahu Butiknya saja tidak dengan apartemen si pria gemulai itu. Namun, saat sudah sampai di butik tidak ada tanda-tanda makhluk jadi-jadian dan kekasih nya itu. Nick memarkirkan mobilnya. dia ingin memastikan saja dan ia masuk ke dalam butik.
"Saya ingin bertemu dengan Miss Jeremy, apa bisa pertemukan kami" kata Nick kepada salah satu anak buah Jeremy.
Anak buah Jeremy melihat Nick dengan intens. Ia memandang Nick dari atas hingga bawah, membuat Nick merasa tidak suka, Nick ingin marah tapi tujuan nya datang ke butik hanya ingin meluruskan ke salah paham an antara Irina dengan dirinya.
"Maaf, Miss Jeremy hari ini tidak datang ke butik tuan " ucap Pelayan Miss Jeremy.
Setelah memberitahu kan jika pemilik butik tidak datang hari ini, Nick meninggalkan butik dengan perasaan kecewa.
"Shittt" umpat Nick saat ia sudah di dalam mobilnya. Nick begitu bodoh tidak menanyakan alamat apartemen Miss gemulai itu kepada pelayan butik tadi.
Nick menghela napasnya. Ia binggung harus mencari Irina kemana lagi. Nick memukul- mukul stir mobil nya.
"Bodoh..bodoh kau Nick kenapa tidak sekalian tanya dimana alamat apartemen si gemulai itu" kesal Nick.
"Come on Nick berpikir, dimana otak encer mu itu" gumam Nick seraya memikirkan caranya.
"Ayumi, nona Karina pasti tahu dimana apartemen nya" sambung Nick lagi.
Nick mengambil gawai nya dan mencari nomor Ayumi. Namun, Ayumi tidak kunjung di angkat. Dan ia beralih mencari nomor Karina.
"Halo Nick, kau dimana? Segera lah kembali ke mansion semua sudah menunggu mu " ucap Karina.
"Aku masih di jalan nona. dan, aku hanya meminta bantuan nona Karina. apa bisa nona Karina membantuku?" Tanya Nick.
"Kau mau minta bantuan apa Nick" jawab Karina.
"Dimana alamat Miss Jeremy, tadi tadi aku kehilangan jejaknya nona" kata Nick.
Membuat Karina tertawa. "Jadi kau belum bertemu Irina Nick?"
Nick menggelengkan kepalanya meski Karina tidak melihat. Tapi, Karina tahu hanya hening yang Karina dengar dari sebrang telepon.
"Apartemen Jeremy ada di jalan xxx unit 115" jelas Karina kepada Nick.
"Ahhh terimakasih nona, anda baik sekali" kata Nick.
"Baiklah Nick semoga kau bisa luluh dengan kucing betina itu untuk mendapatkan adiknya" ujar Karina memberi support Nick untuk mendapatkan restu dari Jeremy. Pria gemulai yang selalu mengejar Nick saat bertemu dan menghindarinya. Tapi, kali ini Nick harus berhadapan dengan pria gemulai itu.
Sambungan telepon terputus.
🍃🍃🍃
__ADS_1
Mereka sudah duduk di halaman belakang yang sudah di sulap untuk party kecil-kecil. Hanya acara barbeque yang mereka lakukan untuk merayakan wisuda Ayumi.
Sean duduk di hadapan Karina. Karena ingin selalu memandang wajah cantik nya.
Setelah semuanya berkumpul. Rey ingin menyampaikan kabar kepada Tn. Dominik. Jika, Rey akan meresmikan pernikahan nya dengan Ayumi. Ia ingin meminta bantuan kepada Deduska dan Aunty Karina. Di saat Ayumi tidak lagi bersama Rey.
"Deduska, aunty." Panggil Rey.
"Iya Rey ada apa?" Kata Karina dan Tn. Dominik bersamaan.
"Rey, ingin besok meresmikan pernikahan ku dengan Ayumi secara hukum. Rey takut akan kejadian kemarin" tutur Rey.
"Aunty sangat setuju sekali Rey. Kau ingin minta bantuan kepada kami?"
"Iya Aunty, tapi, Ayumi jangan sampai tahu, aku ingin memberikan kejutan"
"Deduska merasa senang nak, dengan kabar ini."
"Kau ingin pesta seperti apa Rey?" Tanya Karina. Mendengar keponakan akan meresmikan pernikahan dan membuat pesta. Karina sangat excited.
"Terserah Aunty saja, yang terpenting Ayumi senang" kata Rey.
"Apa kau sudah mengubungi mami kamu Rey?" Tanya Deduska.
"Sudah mungkin besok mami sampai Deduska"
"Sepertinya serius sekali" sahut Ayumi. Ia duduk di samping Rey.
"Honey kau dari mana?" Tanya Rey.
"Seharian Ayumi belum melihat anakku, jadi tadi melihatnya sebentar." kata Ayumi.
"Anak??" Pekik Lukas.
"Sejak kapan kau memiliki anak Rey?" Tanya Lukas.
"Anak Harimau" Sahut Deduska.
Membuat Karina terkekeh.
Kau sangat manis jika tersenyum. Aku harap kau tidak tersenyum seperti itu di hadapan sembarangan laki-laki lain.
Batin Sean.
__ADS_1
"Wow. Aku pikir kau hanya bermain boneka barbie Ayumi" Tom tertawa.
"Dan itu membuat Rey cemburu" kata Sean menimpali perkataan Tom.
"Astaga Sayang, kau cemburu dengan Angelo" kata Ayumi menatap Rey.
"Iya, karena perhatian mu sudah terbagi honey, aku tak suka"
Membuat semua orang tertawa akan ke bucianan Rey.
"Jika seseorang sudah bucin akut iya seperti dia. Kau beruntung Ayumi mendapatkan Rey. Apa lagi Rey begitu mencintai" tutur Sean.
Membuat Ayumi menundukkan kepalanya Karena malu. Wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
Sedangkan Nick masih berjuang untuk menjelaskan kepada Irina. Nick sudah di depan apartemen Jeremy. Namun pemilik apartemen tidak membuka kan pintunya.
Jeremy dan Irina pergi Ke mansion Sander. Setelah mendengar dari Karina.jika, Nick menuju apartemen nya. Kedua kakak beradik ini sengaja untuk memberi hukuman kepada Nick.
Irina dan Jeremy ingin tahu sebesar apa cintanya kepada Irina.
"Dimana Kak Nick?" Tanya Ayumi kepada Irina dan Jeremy yang baru saja datang.
Jeremy mengangkat bahunya tidak tahu.
"Eyke sengaja ini sebagai hukuman untuk nya. Eyke ingin tahu sampai mana ye berjuang untuk Jean. Iya kan sayang" kata Jeremy dengan gaya gemulai.
"Oh my.. " Karina tidak percaya pria gemulai bisa selicik itu untuk mengerjai Nick.. "Tadi baru saja telepon ku. Menanyakan apartemen mu Mak" kata Karina lagi.
"Sudah lebih baik kita duduk dan kita makan bersama" pinta Tn. Dominik.
Jeremy dan Irina duduk di samping Tom. Tom merasa merinding dan geli duduk si samping Jeremy.
Nick masih saja memencet bel apartemen Jeremy. Hingga satu jam lamanya. Nick memutuskan untuk pulang ke Mansion Keluarga Sander.
"Besok aku harus kesini lagi. Mungkin apa yang di katakan Ayumi benar, jika. Irina tidak mau di ganggu dulu" gumam Nick. Seraya melangkah meninggalkan apartemen milik Jeremy yang di kawasan elit.
"Kenapa kau tidak bercerita. Jika manusia setengah setan itu kakakmu honey" sambung Nick.
Mungkin hari ini Nick belum beruntung untuk bertemu dengan kekasihnya itu. Nick berpikir masih ada hari- hari esok untuk kembali memperjuangkan cintanya.
Nick merasa menyesal kenapa dia malah terpancing akan ucapan Jeremy jika menyebut nama Jean.
Ahh sial, kenapa baru ingat dulu keluarga Irina memanggil Jean. Sungguh kau bodoh Nick kenapa bisa sampai lupa.
__ADS_1
Batin Nick.
Nick mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar Nick sampai di mansion dan bertemu sahabat nya yang sudah menunggu.