
"Baby, Come on get up." Bisik Rey seraya mengusap pipi Ayumi yang begitu lembut.
"Eughh," Ayumi melenguhkan suaranya saja. Rey hanya tersenyum melihat istrinya yang masih betah memejamkan matanya. Bahkan semakin mempererat pelukannya ke lengan tangan Rey.
"Come on baby, lihat ini sudah jam berapa? Kita pasti sudah di tunggu di restoran hotel." Ujar Rey.
Ayumi akhirnya mau membuka matanya. Karena Rey terus saja mengganggu dirinya yang sedang tidur.
"Sayang, Ayumi masih ngantuk. Ini juga gara-gara kamu grep- grep Ayumi terus. Badan rasanya sakit semua ini." Rengek Ayumi.
Membuat Rey tertawa puas. "Maaf baby, habis aku sangat merindukan si twins. Semenjak dia hadir disini." Rey mengusap perut Ayumi.
"Apa kau ingin lagi baby?" Tawar Rey. Membuat Ayumi mencebik kan bibirnya. Sedangkan Rey tertawa puas menjaili istri nya pagi- pagi.
"Hei! Baby tunggu kau mau kemana?" Tanya Rey. Melihat Ayumi menyibakkan selimutnya dan turun ke kasur.
Ayumi menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menatap Rey yang masih duduk di atas kasur. "Ayumi ingin mandi."kata Ayumi.
"Hei ... Dengan berjalan tidak memakai baju apapun apa kau sedang menggodaku honey."
"Sayang, bukannya tadi kau menyuruhku untuk bangun. Dan Ayumi seperti ini juga karena ulah mu semalam."
Membuat Rey tertawa. "Tapi kau menyukainya honey. Hingga kau terus berteriak dan mendesah memanggil namaku. Ayo kita lakukan lagi di kamar mandi." Pinta Rey.
"No, sayang. Ayumi lelah ingin rasanya segera pergi makan." Ayumi mengelus perutnya yang memang terasa lapar. Karena semalam hanya memakan cemilan saja. Apa lagi semalam melakukan olahraga panas hingga pagi. Membuat ibu hamil ini ingin segera menyantap makanan pagi nya.
"Ayo kita mandi bareng." Rey ikut turun dan mengendong Ayumi masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang, turunin. Ayumi bisa jalan sendiri." Ayumi memberontak.
"Ish, diam sayang. Jika, kau terus-terusan berontak jendral kecil akan bangun." Kata Rey.
Glek
Ayumi menelan salavi nya. Karena, jika. jendral kecil milik Rey yang membuat Ayumi mabuk kepayang terbangun. Ia akan di habisi di kamar mandi. Pdhl ia merasakan badannya yang sudah tidak memiliki tenaga lagi. Akibat ulah suaminya Rey.
🍃🍃🍃
"Ehm ... Ehmm .. " Tom berdehem saat melihat sepasang suami istri yang baru saja keluar dari kamar dan menuju restoran. Dimana mereka sedang melakukan sarapan pagi bersama.
"Yang menikah siapa, malah datang nya telat." Sindir Tom.
Rey yang disindir tetap dengan wajah datarnya. Sedangkan Ayumi menundukkan wajahnya. Ia merasa malu. karena, datang terlambat. Ketika cara sarapan pagi bersama.
"Maaf, Ayumi datang terlambat." Ayumi meminta maaf kepada semua orang yang ada di situ.
"Tidak apa-apa sayang, ayo duduk kita sarapan bersama." Kata Tn. Dominik mengajak Ayumi dan Rey untuk duduk.
"Pagi sayang." Ucap mami Arum yang ada di samping Ayumi.
"Pagi mih. Maaf Ayumi datang terlambat."
"Tidak apa-apa, sayang. Lebih baik segera makan. Cucu mami pasti sudah kelaparan."
Ayumi menganggukan kepalanya. Ayumi yang hendak mengambilkan untuk Rey. Namun, Rey mencegahnya.
__ADS_1
"Tidak perlu baby. Kau cukup duduk saja. Biarkan aku saja." Kata Rey.
Rey mengambil satu piring dan mengambil nasi yang begitu banyak dan juga beserta tan- teman nya tidak lupa.
"Hei. Orang hamil makan nya segitu?" Kata Lukas membelalak. melihat Rey mengambil nasi untuk dua orang.
"Tidak, kita akan makan satu piring bersama." Ucap Rey.
Sedangkan yang lain nya hanya tersenyum melihat keromantisan Rey kepada Ayumi.
"Hei Sean apa kau sudah berhasil membobol gawang mu semalam." Bisik Tom.
"Belum Tom." Kata Sean.
"What's," pekik Tom dengan suara meningih mendengar Sean belum menyentuh Karina sama sekali.
"Minta belajar ke Rey lah, dia kan sudah buka segel." Random Tom.
Sean tersedak saat Tom menyuruh untuk belajar dengan Rey yang sudah menjadi keponakannya.
Karina langsung mengambil air gelas yang ada di hadapannya.
"Honey, kau kenapa?" Tanya Karina.
"Aku tidak apa-apa baby, terimakasih airnya." Kata Sean.
Karina tersenyum dan mengangguk kepalanya.
__ADS_1