Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 108


__ADS_3

Rey dan Nick memilih membahas tentang sponsor. Seraya menunggu kedua wanita beda usia itu selesai membuat makan malam mereka.


"Ayumi Sayang, kamu serius mengijinkan Rey untuk kembali ke dunia balap?" Tanya mami Arum,


Sesungguhnya mami Arum masih ambigu akan kembalinya putra semata wayangnya itu untuk bergelut dengan dunia balap yang sudah membesarkan namanya.


"Iya mih meski Ayumi masih takut, tapi Ayumi sangat percaya sekali dengan kak Rey dan mami dengar sendiri jika suatu saat kak Rey juga akan mundur dari pekerjaan," kata Ayumi seraya Membuat minuman untuk Rey dan Nick.


"Tapi kenapa dia secepat ini, bukannya dia belum sembuh betul" ujar mami Arum yang mulai menyiapkan bahan untuk masak.


"Mungkin karena pemberitaan semalam mih, kak Rey datang di acara birthday party Ayumi semua akan tahu jika kak Rey ternyata masih hidup dan tadi pagi juga sepertinya kak Nick menerima tawaran dari pihak spongsor"


"Mih, Ayumi antar minuman ke kak Rey dulu" kata Ayumi lagi.


Mami Arum mengangguk mengijinkan Ayumi pergi.


Rey dan Nick tidak menyadari Ayumi datang, mereka tidak hanya membahas kembalinya menjadi pembalap tapi membahas perusahaan Rey yang sudah lama di tinggal. Namun saat Ayumi mengejutkan mereka membuat mereka berdua berhenti sejenak.


"Kak Ayumi bawa minum" seru Ayumi.


"Terimakasih" kata Nick. "Terimakasih baby" Rey menarik tubuh Ayumi untuk ikut duduk di sampingnya. "Sayang, Ayumi akan bantu mami masak, jangan tahan Ayumi disini"


"Ayo lah sayang, tetap disini lagian ada mami yang masak" Rey memohon. "No sayang, lagian kalian berdua lagi sibuk, mana Ayumi ngerti, lebih baik sama mami"


Nick mengelengkan kepalanya melihat kedua sepasang suami istri, Nick akan menjadi obat nyamuk.


"Benar apa kata Ayumi kalau dia disini yang ada kau tidak fokus Rey" Nick mendukung Ayumi.


"Ish kau ini, dia istriku kenapa kau mendukung dia"


Ayumi menatap Rey ia menangkup wajah suaminya. "Apa sayang tidak merindukan masakan Ayumi"


"Aku akan selalu merindukan mu honey bukan hanya masakan mu tapi semuanya, apa lagi kau akan meninggalkanku disini bersama jomblo akut ini kembali" rengek Rey memohon agar Ayumi tidak pergi.


Nick tertawa geli. "Rey tidak usah lebay dech, Ayumi hanya pergi ke dapur toh kalian usah berpisah berapa tahun juga tidak masalah" cibir Nick. Rey menjitak kening Nick yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Pletak


"Aww" Nick mengadu karena kening ia di jitak Rey. "Itu beda cerita Nicko Roberto" kesal Rey hingga menyebut nama panjang Nick.


"Aku tidak suka nama itu di sebut" Nick berubah masam.

__ADS_1


"Lah kenapa malah kalian berdua seperti anak kecil malah berdebat, dan kak Nick bagus juga namanya" Ayumi terkekeh mendengar nama asli Nick.


"Nah tuh dengar istri ku saja suka kenapa yang punya nama tidak ikhlas" cibir Rey. "Sudah ah Ayumi lebih baik pergi, dengerin kalian kaya anak kecil" gumam Ayumi, ia mencuri ciuman di pipi Rey sebelum pergi. Namun Rey masih tidak percaya mendapatkan ciuman dadakan dari istrinya, Rey memegang pipinya dan tersenyum kecil.


"Hey bos kerja jangan senyum-senyum saja, tidak lihat apa ada jomblo disini,"


"Makanya cepat cari pasangan Nick, kau masih mengharapkan dia untuk kembali bahkan ini sudah lima belas tahun Nick, mungkin dia sudah melupakan mu, kau mau menunggu berapa tahun lagi Nick "


"Maaf mih lama, tadi sempat di tahan kak Rey suruh ikut nemenin dia eh malah kak Rey sama kak Nick berdebat" adu Ayumi.


Membuat mami Arum tertawa. "Sayang, mereka dari dulu seperti itu, meski Rey itu atasan Nick tapi mereka sudah sahabat dari Rey masih duduk di Junior High School"


"Hah jadi mereka sudah dekat dari jaman sekolah mih" seru Ayumi yang baru tahu.


"Iya sayang" kata mami Arum. "Sayang kau potong sayurannya" pinta mami Arum. Dan mami Arum melanjutkan cerita perjalanan persahabatan Rey dan Nick. Hinga selesai memasak.


Ayumi menata makanan di atas meja makan, Setelah itu ia memanggil para laki-laki untuk ikut bergabung.


"Kalian berhenti dulu, di tunggu mami di meja makan" sahut Ayumi menghentikan mereka berdua yang sibuk dengan pekerjaan nya.


"Honey kau mau kemana?" Tanya Rey melihat istrinya malah pergi.


Namun Rey bukan pergi ke meja makan ia ikut Ayumi masuk ke dalam kamarnya. Rey melepaskan bajunya satu persatu, ia tersenyum saat Ayumi sudah di dalam kamar mandi.


Rey memeluk Ayumi dari belakang membuat Ayumi sedikit terhenyah saat ini ia sudah tidak memakai baju apapun.


"Astaga sayang kau hampir membuat Ayumi jantu ahh" desah Ayumi saat Rey mencium tengkuk leher Ayumi dan tangan Rey yang sudah menjalar kemana-mana,


"Sayang.. Ayu pzzztt ahh"


"Kita mandi bersama iya" bisik Rey. "Tapi ja-ngan seperti ini, ayu-mi bau asssappp" namun Rey tidak mempedulikan ocehan Istrinya.


Rey membalikkan badan Ayumi dan menghimpit tubuh Ayumi ke dinding kamar mandi. Rey mencium bibir manis Ayumi, mereka saling menyesap hingga tidak sengaja menyalakan shower, bibir mereka saling bertautan di bawa guyuran air shower.


Ayumi terbuai dengan permainan Rey. Namun Ayumi tersadar " sayang stop, luka di kepalamu"bisik Ayumi.


"Tidak masalah honey, kau tinggal ganti saja nanti"


Rey melanjutkan permainan, ia mengangkat satu kaki Ayumi untuk mempermudah. "Uhh sayang, tapi kita sudah di tu-nggu"


"Satu ronde baby" jawab singkat Rey.

__ADS_1


Rey bermain sesuai janjinya mereka melakukan traveling dengan singkat. Setelah itu mereka saling membersihkan badannya karena tidak mau membuat Nick dan mami Arum menunggu.


"Sayang itu harus di ganti dulu" tanya Ayumi. Kini mereka sudah berpakaian rapih.


"Nanti saja habis makan" tolak Rey ia mengulurkan tangannya untuk menggandeng Ayumi. "Honey apa kau sudah menghubungi Aunty Karina? Jika kita akan tidur di apartemen karena besok pagi kita akan ke Colorado"


"Belum sayang, mungkin habis ini" jawab Ayumi. "Baiklah" Rey tersenyum,


"Ck, kalian berdua lama banget,"keluh Nick.


Rey membantu Ayumi untuk duduk "makasih sayang" Rey mengecup pucuk kepala Ayumi. "Sama-sama" ia mengedarkan pandangannya tidak melihat mami Arum. "Dimana mami"


Nick mengangkat bahunya tidak tahu.


"Maaf membuat kalian menunggu, Jeff menghubungi mami" sahut mami Arum yang baru saja tiba di meja makan.


"Tidak apa-apa mih, Rey juga baru saja datang" kata Rey. Mereka semua makan dengan tenang. Ayumi bangkit terlebih dulu untuk membantu Rey Menganti kasa steril dengan yang baru. Rey yang akan mencegah Ayumi untuk pergi. "Sayang, tunggu sebentar mau ambil obat untuk mengganti luka mu itu" lirih Ayumi. "Jangan lama-lama" jawab Rey.


"Dasar bucin" sindir Nick.


Ayumi kembali dengan membawa kotak obat, ia dengan senang hati membantu suaminya, dengan telaten Ayumi membuka kasa yang basah. "Sayang sepertinya sudah nampak kering itu" kata mami Arum yang memperhatikan Ayumi mambantu putra. "Iya mih Ayumi lihat juga gitu, kapan bertemu dokternya lagi"


"Besok kita sekalian honey"


"Rey, Ayumi mungkin saat kalian balik ke sini mami sudah pulang ke Indonesia"


"Hah kenapa secepat itu mih" kata Rey. "Maaf Rey, pekerjaan mami tidak bisa di tinggal terlalu lama"


"Maaf mih, karena Ayumi juga belum lulus kuliah jadi" Ayumi menundukkan kepalanya. "Itu sekarang sudah di pegang Nick sayang"


"Kenapa kalian tidak bilang" tanya Ayumi. "Iya karena kau itu harus belajar untuk cepat lulus" sahut Nick.


"Ish kalian" mengerucut bibirnya. "Kau tahu Ayumi jika suami kamu berencana akan menjadikan satu perusahaan Dady mu dengan perusahaan nya" ucap Nick namun Rey malah melotot tajam ke arah Nick, kenapa malah membahas sekarang, Rey sendiri yang akan memberi kejutan itu tapi asisten sengklek nya yang sudah membocorkan nya terlebih dulu pikir Rey.


"Apa perusahaan Rey? Kau akan pegang perusahaan papi nak" tanya mami Arum. "Mami belum tahu jika kak Rey, ahh sayang kenapa Ayumi di cubit", kesal Ayumi karena Rey mencubit tangan Ayumi.


"Baby, kita kekamar yuk, bukannya besok kita harus take off pagi" ajak Rey agar Istrinya tidak mengatakan jika Rey memiliki perusahaan sendiri, Nick sudah menjelaskan kepadanya jika Ayumi sudah mengetahui perusahaan RA Company. Bagi Rey ini belum saatnya ia semua orang tahu jika Rey pemilik RA company.


"Tapi sayang"


"Baby" tegas Rey.

__ADS_1


__ADS_2