Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 175


__ADS_3

Jakarta Indonesia.


Gadis cantik yang kini sedang bergelut dengan hobinya dan membuka butik di kotanya dengan bekerja sama dengan sahabatnya dari masih anak-anak. Meski mereka tidak tinggal lagi satu kota, bahkan negara. Iya, Gadis itu adalah Bulan, sahabat Ayumi di masa mereka duduk di bangku Sekolah Dasar hingga sekarang.


Bulan mengambil jurusan Fashion Desainer. Meski belum lulus. Hasil rancangan Bulan tidak di ragukan lagi. Meski sahabat Ayumi minim di akademik tapi karena dia hobi. Bulan memantapkan dirinya untuk mengambil jurusan Fashion Desainer. Bahkan Ayumi mempercayai sahabat untuk mengelola butik mereka berdua. dan kini butik nya sukses di pasaran. bahkan rencana akan go internasional.


Bulan sangat serius jika sedang menggambar desain baju yang ia gambar. Hingga ada seseorang yang memperhatikan wanita cantik itu yang masih serius dengan hobinya.


Bulan merasa senang karena hobinya bisa tersalurkan. Ia tidak percaya. jika, hasil rancangan nya bisa di terima di masyarakat luas.


Seorang pria tersenyum melihat keseriusan wanita yang ia cintai.


"Sayang, apa kau akan mengacuhkan ku tetap berdiri di depan pintu seperti ini?"


Deg


Bulan tahu siapa pemilik suara itu. Jika bukan kekasih hatinya. Iya dia adalah Saka. Kakak tiri Ayumi.


Bulan mendongak kepalanya dan menatap pria tampan yang sedang menyilang kedua tangannya ke dalam dadanya. Dan bersandar di dinding pintu kantor Bulan.


Taak


Bulan menjatuhkan pensil gambar nya. Dan mendongakkan kepalanya menatap luruh ke arah dimana kekasih nya berada..


"Sa -sayang," kata Bulan. ", Sejak kapan kau berdiri di situ? Kenapa tidak langsung masuk."sambung Bulan lagi.

__ADS_1


Saka terkekeh. Ia merasa gemes kepada kekasih nya itu. "Sejak dua jam yang lalu." Random Saka. Ia berjalan dan duduk di hadapan Bulan.


"Maaf," cicit Bulan.


"Sepertinya kau sangat sibuk sekali sayang?"


"Iya, seperti yang kau lihat," Bulan kembali menatap kekasihnya itu.


Sejak kapan Saka dan Bulan menjalin kekasih, dan Jawaban saat mereka lulus di High School junior.


Saka tidak ingin kehilangan gadis yang unik menurut Saka. Maka dari itu ia mengatakan cintanya kepada Bulan, sahabat adiknya Ayumi.


"Aku sedang membuat desain baju untuk orang hamil, apa lagi anaknya kembar, duh lucu banget iya." Bulan membayangkan Ayumi memakai rancangan nya.


"Sepertinya kita harus menikah. Jika, aku harus hamil anakmu." Bulan terkekek.


"Ayo, maka dari itu aku datang kesini, aku hubungi kau.tapi, kau tidak mengangkat nya." Kata Saka dengan wajah cemberut nya.


Bulan tersenyum melihat Saka cemberut. "Baiklah, tunggu lima menit lagi. Aku akan menyelesaikan semua pekerjaan ku untuk segera di rancang dan mengirimkannya kepada sang pemilik."


"Siapa?" Ini lah kebiasaan bodoh Saka yang tidak peka.


"Adikmu, Ayumi kini tengah hamil muda, apa kau tahu sayang, jika Ayumi hamil anak kembar."


"Apa," pekik Saka.

__ADS_1


Saka menjelaskan kedatangan nya untuk mengajak kekasih untuk makan siang bersama keluarga nya.


Bulan awalnya menolak, karena ini buka hanya makan siang biasa.melainkan ada hal terselubung.


Meski Bulan sangat membenci ibunya nya Saka. Tapi cinta mereka tetap berjalan. meski ibunya sempat tidak merestuinya.


Deg


Bulan mematung di belakang wanita itu. Ia adalah wanita yang sudah cukup umur.


"Mama," ucap Saka.


Wanita paruh baya itu tersenyum melihat putra semata wayangnya nya sudah datang.


Mama Ria bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum melihat putranya datang.


"Sayang kemarilah," pinta Mama Ria kepada Bulan.


Deg


Apa!! Dia bilang sayang, maksudnya apa ini. Apa nenek lampir sudah merestui hubungan ku dengan Saka.


Batin Bulan.


Lagi-lagi Bulan di buat terkejut saat mama Ria meminta untuk mendekati nya. Bulan menatap kesamping. Sedangkan Saka mengangguk kepalanya saja.

__ADS_1


__ADS_2