Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 85


__ADS_3

Setelah menemani Nick dan bercerita banyak, Ayumi merasa lega, meski ia masih merasa khawatir dengan Garrett.


"Tapi Ayumi takut kak" lirih Ayumi, ia menundukkan kepalanya.


"Apa yang adik kakak takutkan humm" Nick menangkup wajah Ayumi. "Garrett seorang pilot, jam terbangnya itu sangat banyak, apa lagi jika di sudah kembali ke negaranya. Dia bisa dua puluh empat jam nonstop di udara, kamu sebagai calon istrinya cukup berdoa untuk keselamatan nya"


"Ayumi merasa jika dia itu kak Rey, seharian Ayumi bersama dia, filing dan perasaan ini tidak salah jika memang dia kak Rey yang selama ini Ayumi cari,"


Nick tertawa dengan penjelasan Ayumi bukan nya tidak percaya tapi ia masih ragu, "kamu itu terlalu kangen jadi ngaco"


"Cepat kita habiskan makanan, temani kakak dulu"


Setelah habis Nick mengajak Ayumi ke suatu tempat. Ayumi mengerutkan keningnya karena Nick mengajak ke suatu perusahaan yang begitu besar dan terdapat logo bertuliskan RA Company.


Ayumi masih menatap bangunan itu dengan seksama dan melihat Nick untuk menjelaskan kepada nya, Nick terkekek dengan tatapan Ayumi.


"Kak Tunggu ini perusahaan siapa" tanya Ayumi yang menghentikan langkah Nick.


Namun Nick tidak menjawab pertanyaan Ayumi, banyak karyawan yang menyapa Nick. Karena Nick orang yang berpengaruh setelah Rey.


Nick mengajak Ayumi ke ruang Rey. dan nampak terkejut melihat papan yang ada di atas meja nama suaminya.


"Kak, bisa jelaskan ini" tanya Ayumi yang masih berdiri.


"Duduk lah, kakak akan jelaskan semuanya" kata Nick menyuruh Ayumi untuk duduk.


"Ini adalah perusahaan milik Rey, dia berencana Setelah pertandingan terakhirnya dulu ia akan berhenti dan akan fokus pada perusahaan dan kamu, namun Tuhan berkehendak lain, dia memang berhentii dari dunia balap yang sudah membesarkan namanya selam ini tapi untuk selama-lamanya " jelas Nick sendu.


"Tapi bukannya dia tidak mau meneruskan perusahaan yang di tinggalkan papi" kata Ayumi.


"Iya kau benar, Ayumi tapi apa kau ingat saat pengacara mu bilang jika Rey sudah menjadi wali kamu setelah kau menikah, disitulah niat Rey untuk menjalankan perusahaannya kembali yang ia bangun dan sudah lama ia tinggalkan dan dengan usaha dan tekatnya hingga sebesar ini"


Ayumi memanggut- manggutkan kepalanya mengerti.


"Ayumi kakak ada meeting sebentar, bisa tunggu kakak disini, hanya sebentar ok"


"Iya kak"


Nick pergi meninggalkan Ayumi sendirian di ruangan Rey. Nick bertemu orang kepercayaan Rey yang selama ini mengurus perusahaannya.


Ayumi bangkit dari tempat duduknya ia mengelilingi ruangan Rey dan Ayumi tersenyum saat melihat fotonya di atas meja. Belum puasa Ayumi melihat ada pintu, mungkin ini ruangan pribadi Rey, ia masuk dan benar saja.


Ayumi sudah berkaca-kaca, ternyata Rey benar-benar menyiapkan semuanya untuk keluarga kecilnya kelak. di buka lemari baju Rey banyak setelan jas dan juga baju balap Rey yang masih tersimpan rapih di lemari.


Ayumi mengambil salah satunya ia memeluk baju milik Rey, ini sudah menjadi kebiasaan Ayumi jika sedang merindukan Rey, bahkan baju terakhir yang Rey pakai sampai saat ini belum Ayumi cuci,

__ADS_1


Ayumi menitihkan air matanya. Meski ia sudah yakin jika Garrett itu Rey dari tato inisial yang Ayumi buat saat itu.


Benar saja Nick tidak lama, ia kembali keruangan Rey dan ia tidak melihat Ayumi di dalam. Ia menelpon sekertaris nya. Namun ia tidak melihat yang Nick maksud. Namun pandangan Nick tertuju pada satu pintu yang sedikit terbuka.


Nick melangkah masuk dan benar saja ada Ayumi di dalam yang sedang duduk di lantai dengan memeluk salah satu baju Rey dengan menangis.


Nick berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badan Ayumi. Nick menarik Ayumi dalam pelukannya. Nick tidak berkata apa-apa, ia tahu jika Ayumi sedang merindukan Rey.


Setelah cukup lama, Nick mengajak Ayumi untuk pergi dari perusahaan milik Rey, ia tidak ingin melihat Ayumi terus bersedih.


"Ayo kita pulang, bukan nya kau akan pergi ke Praha nanti siang" bisik Nick. Ia mengurai pelukannya dan membantu menghapuskan air mata Ayumi dan membantunya berdiri. Nick mengambil baju yang Ayumi peluk.dan menaruhnya kembali.


Nick memapah tubuh Ayumi untuk keluar dari ruangan pribadi Rey untuk tidak bersedih lagi.


"Maaf kan kakak harusnya tidak mengajak mu kesini" kata Nick. Ayumi hanya diam. Nick mengambil tas Ayumi dan pergi keluar ia masuk ke dalam lift khusus yang hanya Nick dan Rey yang bisa gunakan karena menggunakan kartu khusus.dan langsung menuju parkiran.


Selama di perjalanan pulang, Ayumi masih menangis dalam diam dan Nick tahu itu. Ia menyodorkan selembar tisu kepada Ayumi.


"Hapus lah air matamu, Nona Karina dan Tn.Dominik akan curiga, ia pasti akan bertanya macam-macam"


"Maaf kak, mungkin karena aku merindukan kak Rey, Ayumi takut kak jika kak Garret juga akan pergi meninggalkan Ayumi "


"Sudah kakak katakan, berpikirlah positif, doakan saja semua baik-baik saja," kata Nick mengusap tangan Ayumi.


Sungguh perasaan mu begitu peka sekali Ayumi, jika Garrett sedang berjuang di rumah sakit


🍃🍃🍃


Karina sudah menyuruh orang kepercayaan nya untuk menyiapkan private jet nya, karena hari ini ia akan menemani Ayumi liburan ke Praha Ceko bersama Jeremy, untuk bertemu di Bandara.


Kini Ayumi dan Karina sudah berada di Bandara di temani Nick. Sudah hampir setengah jam namun orang yang di tunggu- tunggu belum juga datang.


"Aunty dia jadi ikutan gak sih, ko lama sekali" tanya Ayumi.


"Aunty juga tidak tahu sayang, nanti coba aunty telepon dulu" Karina mengambil handphone nya dan menghubungi Jeremy.


"Kalian nunggu siapa, bukannya sebentar lagi kalian akan take off" sahut Nick karena setengah jam lagi Nick harus ke Amerika setelah Ayumi pergi. Agar kepergian Nick tidak di ketahui Ayumi.


"Tuh anaknya datang" ucap Ayumi.


"Hey pangeran eikey duh so sweet banget sih sudah mau nunggu" sahut Jeremy yang baru datang mengejutkan Nick dari belakangnya.


Nick sudah merasa hawa nya tidak enak dan setelah menoleh benar saja, ada makhluk jadi-jadian.


Deg.

__ADS_1


Nick melihat Jeremy yang menyeret kopernya, ia menggunakan kaca mata dan memeluk boneka Teddy bear dalam gendongan nya.


"Nona anda berlibur bersama manusia setengah setan?", Tanya Nick.


"Iya Nick, Ayumi yang mengajaknya, kemarin kita tidak sengaja bertemu saat di Paris fashion week",


Karina dan Ayumi melihat penampilan Jeremy yang sangat rempong, Bukan apa yang di bawa Jeremy tapi penampilan Jeremy meski ia memakai kemeja pria dan celana pendek namun ia malah menggunakan high heels yang membuat Ayumi dan Karina ingin tertawa.


Jeremy menyerahkan boneka Teddy bear ke arah Ayumi dan ia yang ingin memeluk Nick. Membuat Nick mundur beberapa langkah.


"Pangeran I Miss you, kau mau kemana jangan lari" teriak Jeremy membuat Ayumi dan Karina tertawa terbahak-bahak. Membuat pengunjung Bandara melihat Jeremy.


Anak buah Karina datang untuk memberitahu kan bahwa privat jet nya sudah siap.


"Nona, pesawat sudah Ready" sahut anak buah Karina.


"Miss, ayo pesawat sudah siap, kita harus segera pergi" teriak Karina yang melihat Jeremy yang akan memeluk Nick namun urungkan karena teriakan Karina.


"Pangeran eikey pergi dulu iya bye" jaremy melambaikan tangannya dan memberikan ciuman jauh.


Membuat Nick berkedik ngeri dan ia mengelus dadanya karena terselamatkan oleh kedatangan anak buah Karina.


Nicke menatap kepergian mereka bertiga. Hingga tidak terlihat lagi.


"Huft, hampir saja perjaka ku di rengut manusia planet" gumam Nick.


Namun Nick di kejutkan dengan kedatangan anak buah Rey, "Tuan Nick" sapa nya.


Membuat Nick terkejut, " kau membuatku jantung, tadi manusia setan lalu kau datang, ada apa?" Tanya Nick sedikit membentak. "Maaf mengangetkan anda Tuan, "


"Baiklah, apa semua nya sudah siap?",


"Sudah tuan, pesawat sudah siap",


Nick memakai kacamata hitam nya dan berjalan menuju private jet milik Keluarga Xavier.


"Ayumi maafkan kakak", gumam Nick saat melihat private jet milik Keluarga Sander mulai mengudara.


Nick akan pergi ke Colorado Amerika selama dua hari karena ia harus ada di Paris sebelum Ayumi kembali dari liburan nya. Agar Ayumi tidak merasa curiga.


Sementara di negara belahan lain yang sedang berjuang sendirian di dalam ruang operasi, Setelah kesadaran Garrett mulai stabil, Dokter menjadwalkannya Operasi dengan segera.


Kini nampak Andres yang masih setia di depan ruang operasi menunggu Garrett. Ia tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan Garrett.


Garrett kritis saat jalannya operasi membuat detak jantungnya melemah di monitor. Para medis yang membantu jalannya operasi berusaha untuk membuat nya kembali normal.

__ADS_1


"Detak jantung pasien semakin menurun dok" teriak Perawat yang membantu nya.


__ADS_2