
Malam semakin tinggi, desir angin kian terasa dingin. Nampak terlihat Ayumi yang mengusap- usap tangannya untuk mengurangi rasa dingin yang begitu mencengkram di kulit mulusnya. Nick tidak tega melihat Ayumi kedinginan.
Nick melepaskan jaket nya dari tubuh kekarnya. Ia memakaikan jaket miliknya ke tubuh Ayumi.
"Terimakasih kak" ucap Ayumi, saat menerima jaket dari Nick. Ayumi mengeratkan jaketnya, kini ia sudah tidak merasa kedinginan lagi.
"Jika jaketnya dikasih ke Ayumi bagaimana dengan kak Nick" tanya Ayumi.
"Kakak tidak apa-apa, yang terpenting kamu tidak merasa kedinginan sekarang" ucap Nick
"Gak kak, lebih baik kita pulang, lagian ini juga sudah malam" kata Ayumi.
"Kau serius ingin pulang, apa kau sudah tenang sekarang, kakak tidak mau jika kamu seperti kemarin" tegas Nick sebelum meninggalkan taman.
Ayumi menganggukan kepalanya. Mereka meninggalkan taman. Karena tidak ada yang mereka inginkan lagi mereka memutuskan untuk pulang saja.
"Ceritakan jika ada masalah, jangan di pendam sendiri, kakak sudah berapa kali ngomong sama kamu, kakak siap mendengarkan semuanya, jangan seperti kemarin"
"Iya kak, maaf" lirih Ayumi. "Kak" Ayumi menoleh ke Nick yang sedang fokus menyetir karena mereka sudah di dalam mobil.
"Humm" Nick sekilas dan kembali fokus kedepan pengemudi.
"Apa Ayumi boleh minta sesuatu" ucap Ayumi.
"Katakan saja sayang kau ingin meminta apa" jawab Nick tanpa melihat Ayumi.
Ayumi diam ia ragu ingin mengatakan nya. Membuat Nick menunggu. "Ayumi ingin minta apa? Kenapa malah diam?"
"Ayumi ingin" ucap Ayumi. "Ayumi ingin makan" ucap Ayumi asal. Membuat Nick tertawa. "Kau ingin makan tapi kenapa ragu gitu"
Sebenarnya Ayumi ingin kak Nick memindahkan kak Rey ke rumah sakit di Moskow. Itu yang akan di katakan Ayumi kepada Nick tapi Ayumi merasa tidak berani. Mungkin ia akan berkonsultasi dulu kepada dokter rumah sakit yang menangani Rey di Amerika.
Nick masih saja tertawa, "kau ingin makan apa hum"
"Ayumi ingin makan Shashlik untuk mengurangi rasa kangen dengan sate Indonesian" tutur Ayumi.
"Ok tuan putri, kakak tahu dimana penjual Shashlik yang enak"
Namun saat sudah sampai Ayumi malah tertidur. Nick tidak tega untuk membangun kan nya. Jadi Nick memutuskan untuk pergi sendiri dan membawa pulang.
🍃🍃🍃
"Pagi kak" sapa Ayumi kepada Nick yang sudah duduk di meja makan.
"Pagi" kata Nick.
__ADS_1
"Maaf semalam Ayumi ketiduran, jadi tidak sempat makan Shashlik"
"Tidak apa-apa, nanti kakak belikan lagi"
"No, ini saja masih bisa di makan jika dipanasi lagi"
Hari ini Ayumi sudah mulai kembali masuk kuliah,
Seperti biasa Nick akan mengantar Ayumi ke kampus nya. Meski jarak dari apartemen ke kampus tidak terlalu jauh.
"Kak apa mami sudah tahu tentang kak Rey?"
"Nyonya belum tahu" kata Nick.
"Baiklah biar Ayumi saja yang menyampaikan kabar kak Rey" ujar Ayumi. "Terimakasih kak, Ayumi turun dulu"
Ayumi menghirup udara segar, sebelum ia masuk ke dalam gedung. "Semangat Ayumi waktunya untuk menimba ilmu" gumam Ayumi menyemangati dirinya sendiri.
Ayumi mulai melangkah kakinya masuk ke dalam. Sepanjang jalan, banyak yang menyapa Ayumi, Siapa yang tidak kenal, Ayumi termasuk mahasiswi yang fames.
Danilo yang sedang duduk di taman sendirian. Ia termenung sejenak karena sudah hampir seminggu tidak bertemu Ayumi. Ia merasa hampa karena tidak melihat bidadari nya.
Danilo menatap kepalanya ke atas langit. "Langit bisa kah kau hadirkan bidadari untuk ku.. aku rindu senyuman nya, rindu akan kebersamaan nya aku ..." Danilo kembali menatap lurus ke depan. Ia bisa melihat Ayumi dari jauh.
Danilo berteriak memanggil Ayumi, namun Ayumi tidak mempedulikan Teriakan Danilo. Ia terus melangkah menuju ruangan Dosen.
Danilo mendengus kesal karena Ayumi tidak mendengar teriakkan nya. "Langit kau telah mempermainkan cowok tertampan di dunia sungguh kau jahat sekali, aku tidak akan pernah meminta permohonan lagi"
Setelah dari ruangan Dosen Ayumi kembali ke kelas. Namun di lorong ia berpapasan dengan Jessica.
Ayumi tidak mempedulikan ia tetap Cuek dan terus berjalan namun Jessica malah menghentikan langkahnya.
"Ayumi Tunggu" pinta Jessica.
Ayumi menghentikan langkahnya. Namun ia tidak membalikkan badannya.
"Bisa kita bicara sebentar" kata Jessica.
"Maaf Jes, Ayumi harus kembali kekelas."
"10 menit" Jessica memohon.
Namun Jessica binggung harus mulai dari mana,ia hanya diam ia tidak percaya bahwa Ayumi mau mendengarkan nya.
"Waktumu tinggal 7 menit lagi Jess" perkataan Ayumi membuyarkan lamunan Jessica.
__ADS_1
"Sorry" kata Jessica. "Jessi hanya ingin minta maf soal kejadian itu,"
Ayumi hanya diam. Membuat Jessica berlutut di hadapan Ayumi.
"Ayumi, Jessi mohon maafkan Jessi"
Ayumi menatap sekitar banyak yang melihatnya ia merasa malu, melihat Jessica berlutut seperti itu.
Danilo yang melihat dari jauh tersenyum miring.
"Kenapa baru sekarang dia minta maaf" gumam Danilo yang masih terdengar oleh mahasiswa lain.
Banyak yang berteriak jika Ayumi harus memanfaatkan Jessica banyak juga yang menolak Ayumi untuk memaafkan Jessica karena perlakuan Jessica.
Ayumi merasa binggung, melihat situasi seperti ini.
"Please Ayumi, maafkan Jessi"
"Please Ayumi, maafkan Jessi " kata yang sama Jessica ucapkan.
Ayumi menatap Danilo, dan pria itu menganggukan kepalanya. Bagaimana pun Ayumi harus memberi kesempatan untuk Jessica. Tapi jika di ingat dengan Rey yang sedang koma gara-gara kakaknya Jessica.
Ayumi merasa tidak enak di lihat seluruh mahasiswa. Dan Ayumi memutuskan untuk memaafkan Jessica.
"Bangun lah Jess, jangan seperti ini, apa kamu ga malu di pertontonkan tuh lihat banyak yang melihat ke arah kita" tutur Ayumi.
"Biarkan saja, sebelum kamu memaafkan, Jessi tetap akan berlutut di hadapan mu"
Ayumi menghela napas kasar. "ok Ayumi maafkan kamu, tapi tolong kamu bangun Jess"
Jessica bangun dan memeluk tubuh Ayumi namun Ayumi hanya diam.
Danilo mendekat mereka berdua. "Ayo bidadariku kita masuk kelas, jangan berpelukan terus kaya Teletubbies" cibir Danilo, mengukur kan tangan Ayumi untuk menjauh.
"Lho apa-apa sih, Jessi belum selesai ngomong" kata Jessica.
"Ini sudah lebih dari 10 menit nona, tuh lihat Dosen sudah mau masuk' ujar Danilo. Membawa Ayumi pergi dari hadapan Jessica. Namun Ayumi hanya diam ia menoleh ke belakang meski tangannya di tarik Danilo.
"Dia bisa lho berlutut seperti itu hanya ingin di maafkan" Danilo mengelengkan kepalanya.
Setelah dirasa sudah jauh Ayumi melepas tangan dari Danilo. Dan Danilo menyadari. " Maaf"
"Tidak apa-apa, Ayumi harusnya berterimakasih kepada Danilo, karena sudah membawa Ayumi pergi tadi",
"Nothing bidadariku"
__ADS_1