
Satu minggu telah berlalu, Rey memerintahkan Nick untuk mensterilkan seluruh rumah sakit. Dan menyiapkan hadiah untuk para ibu hamil yang melahirkan di hari yang sama dengan istrinya melahirkan.
Rey begitu menghormati mami Arum, karena mami Arum lah yang sudah melahirkannya nya dan juga menggantikan peran sebagai sosok figur seorang ayah. Begitu juga kepada istrinya dengan memperlakukan Ayumi bak ratu.
Sedari pagi Ayumi sudah berada di rumah sakit. Ia menahan untuk tidak merengek saat rasa kontraksi datang. Mami Arum yang mengetahui menantu kesayangan nya akan melahirkan. Ia tunda untuk keliling dunia ke Jepang. Dan Kembali ke Paris untuk menemani Ayumi.
Rey benar-benar menjadi suami siaga saatAyumi akan melahirkan dengan didampinginya. Akan membuat beban mental Ayumi menjadi berkurang. Maka dari itu Rey selalu memberikan support untuk Ayumi agar proses persalinan berjalan lancar. Dan merasa kuat. Namun itu di luar expetasinya. Rey lah yang merasa takut dan cemas
"Baby, apa rasanya sakit sekali, " tanya Rey saat Ayumi meringis dan mencengkram baju Rey dengan sangat kuat.
Ayumi hanya tersenyum kepada Rey. Ia senang karena Rey menghatirkan dirinya.
"Kita lakukan operasi Caesar saja iya?" Rey memohon kepada Ayumi karena Rey tidak sanggup melihat istrinya yang kesakitan.
"Sayang, kata Dokter Laura Ayumi bisa melahirkan secara normal."
"Tapi, honey lihat kamu kesakitan seperti ini." Kata Rey.
"Ayumi, Rey benar, mami tidak mau melihat kamu kesakitan. Melahirkan normal atau operasi Caesar sama saja sayang, tetap menjadi seorang ibu." Jelas Mami Arum.
"Dokter, lakukan sesuatu agar istriku tidak kesakitan." Teriak Rey saat melihat Dokter Laura datang untuk mengecek kondisi Ayumi.
"Tuan Rey ini wajar proses alamiah menjelang persalinan." Kata Dokter Laura.
Ia ingin tertawa saat melihat sosok Rey Vincenzo Xavier yang selama ini di kenal dingin, tegas dan berwibawa. Namun ia bisa melihat sisi lain dari sosok Rey saat melihat seseorang yang kita sayangi sedang berjuang.
"Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada istriku, lakukan sesuatu Dokter, " teriak Rey lagi
"Sayang, sudah Ayumi tidak apa-apa, " Ayumi mencoba menenangkan Rey untuk tidak berteriak- teriak. Meski dirinya tengah menahan sakit. Ia tetap bisa tenang.
Ayumi menjelma menjadi wanita yang kuat meski di usia yang masih muda untuk melahirkan.
"Rey, tenang kan dirimu. Biarkan Dokter Laura melakukan tugasnya. Kau disini hanya membuat kegaduhan saja, kasian istri kamu yang sedang berjuang."
"Tapi mih, Rey hanya ingin istri Rey tidak merasa kan kesakitan."
"Itu wajar Rey, jika kamu i tidak ingin istrimu merasakan kesakitan yang kamu mau, lebih baik kamu saja yang hamil," ketus mami Arum.
Hahahaha
Dokter Laura akhirnya tidak bisa menahan tawanya saat Rey di suruh untuk hamil.
"Dokter Lau..." Rey menunjuk jarinya ke arah Dokter Laura.
Mami Arum memotong pembicaraan Rey. "Rey, mami mohon kamu lebih baik keluar dari ruangan ini." Pinta Mami Arum.
Rey menuruti keinginan mami Arum untuk keluar dari ruangan tindakan.
__ADS_1
Sedangkan di luar ruangan sudah ada Karina, Sean, Nick,Tn. Dominik dan Dady Andreas.
Semua orang yang sedang duduk menunggu Ayumi berdiri.
"Rey bagaimana, apa keponakan ku sudah keluar." Tanya Nick. Ia sangat antusias karena ingin di panggil uncle oleh anak-anak Rey dan Ayumi.
Rey menggelengkan kepalanya saja dengan menundukkan kepalanya.
Baby, aku mohon, jika kau ingin aku ada disisimu saat anak-anak kita keluar nanti.
Batin Rey. Ia berdoa agar Ayumi meminta kepada Dokter Laura dan maminya untuk mengijinkan dirinya.
Ayumi menatap Rey hingga tidak terlihat lagi. Ia merasa sedih karena suaminya tidak bisa mendamping nya.
"Mami, dokter. Ayumi mohon ijinkan kak Rey untuk tetap disini," pinta Ayumi.
"Tapi sayang," seru Mami Arum menatap wajah menantunya.
"Baiklah, mami ijinkan,"
Mami Arum melangkah kakinya keluar dan menghampiri Rey yang sedang bersama yang lainnya.
"Mami, kenapa keluar, lalu siapa yang menjaga Ayumi di dalam?" Tanya Dady Andreas.
Mami Arum tidak mempedulikannya pertanyaan suaminya. "Rey, masuklah temani Ayumi."
"Ini permintaan Ayumi sayang." Kata mami Arum.
"Tapi ingat kau di dalam tidak boleh membuat dokter Laura pusing karena kau berteriak-teriak. Ok."
Rey tersenyum saat diijinkan untuk mendampingi Ayumi. Ia mengacungkan jari jempolnya.
Rey menguatkan Ayumi dengan bisikan kata-kata cinta saat Ayumi ingin menyerah. Membuat Ayumi mendapatkan kekuatan kembali.
"Ayo nona Ayumi, anda pasti bisa. Ayo kita ulangi lagi setelah saya berikan aba-aba nona untuk mengejan. Ok!"
Ayumi menganggukan kepalanya. "Ayo baby, kau pasti bisa, kau pasti bisa sayang." Ucap Rey.
"Satu, dua, tiga... nona Ayumi waktunya untuk mengejan."
Aaahh
Ayumi berteriak saat merasakan dorongan dari bawa sana saat ingin keluar.
Oek .. oek ... Oek ..
Huhuhuhuhu
__ADS_1
Napasnya Ayumi tersengal-sengal saat baby pertama mereka keluar. Dan Rey mengelap peluh yang membanjiri wajah Ayumi.
"Selamat nona baby anda laki-laki. ayo kita lakukan lagi. Seperti intruksi saya. ok!"
"Semangat baby, satu lagi untuk berjuang anak kita melihat dunia."
"Satu, dua, tiga ..."
Ahhhhhhh
"Selamat nona, tuan baby ke dua kalian laki-laki lagi"
Rey dan Ayumi terharu ketika baby twins yang selama ini di tunggu akhirnya lahir ke dunia.
"Terimakasih baby, terima kasih kau sudah hadirkan malaikat kecil yang lucu. I love you."
Cup.
🍃🍃🍃
"Sayang, bisa kau untuk menjaga twins L?" Pinta Ayumi.
"Wait baby, aku selesai ini dulu," kata Rey.
Rey memberikan nama anak kembar mereka dengan Leon dan Lionel. Kini usia twins L sudah memasuki usia 4 bulan. Selama merawat twins L Ayumi mengurus sendiri. Meski mami Arum dan Rey menyuruh Ayumi untuk di bantu dengan baby sister. Namun Ayumi menolak.
Dua bulan lalu Nick dan Irina sudah melangsungkan pernikahan mereka yang sempat tertunda. Sedangkan Karina usia kandungan nya sudah memasuki enam bulan.
Rey tersenyum saat melihat Ayumi begitu telaten mengurus baby twins seorang diri.
"Baby, terimakasih kau sudah menjadi mommy yang terbaik untuk baby Twins L. Aku takut melihat mu kesakitan jika nanti kau hamil lagi." Seru Rey.
Rey memilih untuk tidak meminta Ayumi untuk hamil lagi. Karena ia merasa sudah lengkap dengan kehadiran baby twins L buah cinta mereka berdua.
"Ayumi yang harusnya bilang terima kasih. Karena kau mau ikut merawat baby Twins bersama. Kau Dady terhebat baby twins dan juga suami tercinta Ayumi."
"I love you Kak Rey."
"I love you more "
Rey dan Ayumi saling berpelukan dan ia sesekali berciuman. namun baby Twins L merasa di a abaikan oleh kedua orang tuanya membuat baby twins menangis.
Rey dan Ayumi tertawa bersama saat melihat kedua anaknya cemburu.
(the end)
__ADS_1