
"Makan lah honey, bukannya tadi kau lapar ingin makan makanan Korea?" Kata Rey saat melihat istri kecilnya hanya menatap nya saja.
"Sayang, Ayumi memang ingin makanan Korea tapi bukan berarti Ayumi lapar." Jawab Ayumi dengan tatapan nanar.
"Lalu, kau ingin makan apa honey?"
Ayumi hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia malah menutup mulutnya dan bangkit dari tempat duduknya.
Ayumi berlari ke luar ruangan Private room menuju Toilet.
Sebelum nya Rey sudah reservasi. Jadi mereka bertiga berada di private room.
Rey terkejut melihat istri kecilnya tiba-tiba keluar dari ruangan.
"Honey ... Tunggu, kau kenapa?" Tanya Rey. Namun, Ayumi tidak mempedulikan Rey. Ayumi sudah tidak tahan dengan rasa mual yang ia rasakan sekarang.
"Daniel, kau makan lah dulu, aku akan mengejar Ayumi, aku takut kenapa- kenapa dengan Ayumi ... "
"Baby!"
"Baby! ku mohon berhentilah." Kata Rey.
Daniel tidak mengiyakan perintah Rey untuk makan terlebih dulu. Daniel tidak mungkin makan sendiri. Jika Bos nya saja tidak makan.
Daniel memutuskan untuk mengikuti Rey dan Ayumi.
Rey melihat Ayumi masuk ke dalam toilet wanita. Rey ingin masuk kedalam. tapi, ia urungkan karena, mengingat itu Toilet wanita. bisa-bisa akan di amuk oleh para wanita yang ada di dalam sana. Tapi Rey juga memikirkan Ayumi. Rey takut terjadi sesuatu kepada istri kecilnya.
__ADS_1
"Tuan muda, masuklah, saya akan berjaga di depan pintu." Tawar Daniel.
Rey mendesah kasar. Perlahan ia mulai masuk kedalam Toilet wanita. Ini pertama dan terakhir kalinya bagi Rey. Jika di dalam sana ada istrinya yang sedang Rey khawatir kan. Jika tidak, Rey tidak akan nekat untuk masuk.
Di dalam Toilet wanita. Ayumi memutahkan isi perutnya. Padahal Ayumi belum sempat makan apapun tadi. Hanya cairan bening yang berwarna kucing saja yang keluar.
"Baby" seru Rey memanggil Ayumi yang sedang tergulai lemas di lantai Toilet.
"Hicks ... Hick ... Sakit." Lirih Ayumi.
"Mana yang sakit baby, ayo kita kerumah sakit saja, aku takut kau kenapa- kenapa. Lihat wajahmu baby, begitu pucat."
Tidak butuh jawaban dari Ayumi Rey segera mengendong Ayumi ala bridal style. Melihat wajah pucat dan penuh dengan keringat yang membasahi wajahnya.
"Tuan, nona Ayumi kenapa?" Tanya Daniel saat melihat Ayumi dalam gendongan Rey.
"Daniel, Ayumi harus segera di bawa kerumah sakit." Cicit Rey.
Di sepanjang jalan Ayumi tidak hentinya menangis dan memuntahkan cairan bening kembali. Naas baju Rey terkena muntahan Ayumi. Namun Rey tidak pedulikan itu. Ia tetap fokus pada istrinya.
"Sayang, sakit hick ... hick ..."
"Iya baby, kau tenang iya, kita akaan segera sampai dirumah sakit. Daniel apa bisa lebih cepat lagi!"
"Baik, tuan."
Daniel berteriak dan tidak henti-hentinya membunyikan klakson mobil untuk memberikan tanda kepada pengemudi lainnya agar minggir.
__ADS_1
"Hai .. sialan, cepat minggir dari hadapan ku." Seru Daniel.
Setelah melewati drama di jalan tadi. Mobil sampai di depan Lobby Rumah sakit.
Bahkan Daniel memarkirkan mobilnya dengan asal-asalan.
"Suster .... Dokter ... Tolong saya ..." Teriak Daniel seraya membukakan pintu mobil belakang.
"Honey, kumohon sadarlah. Kita sudah sampai di rumah sakit."
lima belas menit yang lalu Ayumi jatuh tak sadarkan diri yang masih didalam gendongan Rey.
"Maaf, kalian bisa tunggu di luar saja." Kata perawat.
Rey benar-benar merasa khawatir dengan keadaan Ayumi. Ia melirik ke arah Daniel.
"Daniel." Panggil Rey.
"Iya, tuan." kata Daniel mendekati Rey.
"Bagaimana Ayumi saat aku tinggal, apa dia makan dengan baik?"
Deg
Daniel baru ingat, jika Ayumi selalu saja menolak untuk makan. Ia bilang jika makan akan kembali memuntahkan isi perutnya kembali.
Pernah Karina memaksa Ayumi untuk makan. Terpaksa Ayumi makan. Namun, baru beberapa suapan Ayumi sudah berlari ke dalam toilet.
__ADS_1
"Shiittt," umpat kesal Rey. Rey merasa menyesal karena tidak mengingatkan istrinya untuk menjaga pola makannya.
terlalu serius belajar hingga melupakan untuk Istirahat. itulah kebiasaan Ayumi dari dulu. selalu mengutamakan untuk belajar dari pada istirahat untuk makan.