Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab.211


__ADS_3

Setelah memberikan pelajaran kepada Emily. Mami Arum mendorong Emily hampir terjatuh. Dengan tatapan mengintimidasi Karina berjalan dengan angun dan membisikkan sesuatu kepada Emily. Dengan aura dingin yang terpancar dari seorang Karina Sander.


"Berani sekali kau ingin merebut suami keponakan ku, jika, kau berani kau akan berurusan dengan Keluarga Sander." Bisik Karina tepat di telinga Emily membuat Emily merasakan ketakutan.


"Jika, kau masih ingin hidup, dan menjadi seorang pramugari. maka jauhi Rey dan jangan pernah menampakkan batang hidungmu lagi di hadapannya."


Glek


Emily menelan Saliva nya. Ia merasa takut dengan ancaman Karina.


"Aku ... "


"Aku ... " Ucap Emily dengan kata yang sama. Ia tidak bisa berkata-kata. Hanya ada rasa ketakutan yang ia rasakan.


"Kau, aku tugaskan untuk mengawasi ulat bulu ini. Jika, dia datang menganggu keluarga ku, kau akan tahu akibat nya." Ancam Karina kepada salah satu bodyguard yang bertugas menjaga Emily.


"Shiitt" umpat Emily.


Sepertinya aku salah mencari mangsa. Patas saja kapten Garret susah sekali untuk di dekati.


Batin Emily mengutuk dirinya sendiri.


🍃🍃🍃


Dady Andreas merasa cemas ia takut jika Istrinya bertingkah semaunya menghajar Emily. Dan juga Sean merasa khawatir dengan Karina. Ia tahu jika Istrinya memiliki kekuasaan.


"Dady, Sean kalian tidak perlu khawatir, mami dan aunty Karina baik-baik saja." Kata Rey. Ia baru saja mendapatkan laporan dari anak buahnya. Jika, mami Arum habis menghajar Emily.


Membuat pria beda generasi ini menghela napas panjang.


"Syukurlah jika mereka tidak melakukan yang berlebihan." ujar Sean.

__ADS_1


Tidak lama kemudian kedua wanita beda usia ini kembali ke rumah sakit dimana Ayumi di rawat.


Ceklek


Pintu kamar rawat Ayumi di buka dari luar oleh seseorang.


"Kalian sudah kembali? Syukurlah, Dady dan Sean mengkhawatirkan kalian."


Mami Arum tersenyum saat suaminya mengkhawatirkan dirinya. "Mami tidak apa-apa dad, mami hanya memberikan sedikit pelajaran kepada ulat bulu itu yang sudah membuat putri mami harus di larikan kerumah sakit."


"Eughh." Lenggukan suara Ayumi yang baru saja terbangun.


Semua orang menoleh kearah Ayumi yang sudah membuka matanya. Melihat Ayumi yang hanya diam saja.


"Baby, kau sudah sadar? apa ada yang sakit?" Tanya Rey. ia menggenggam tangan Ayumi. Namun, dengan segera Ayumi menghempaskan tangan Rey.


"Aunty, mami. Ayumi tidak ingin melihat kak Rey ada disini." pinta Ayumi.


"Baby, aku minta maaf, ini hanya kesalahpahaman saja. ijinkan aku menjelaskan ..."


Mami Arum menepuk pundak putranya. Untuk tidak mendekati Ayumi.


"Biar mami yang bujuk Ayumi sayang." Bisik mami Arum.


"Tapi, mih."


"Percayalah sama mami Rey."


Setelah Rey di ajak keluar oleh Dady Andreas dan Sean. Mami Arum mendekati Ayumi.


"Sayang, are you ok?"

__ADS_1


Ayumi langsung memeluk mami Arum. Ayumi menumpahkan kesedihan nya di pelukannya.


"Kak Rey mih, dia dia membuat wanita itu hamil."


Mami Arum mengurai pelukannya. Ia tersenyum menatap wajah cantik menantunya. Ia menghapuskan air matanya.


"Tenang dulu sayang, Rey tidak akan berani menyakitimu apa lagi berpaling dari kamu."


"Tidak mih, Ayumi mendengar sendiri dan ia memeluk kak Rey mih." Ucap Ayumi yang menggebu-gebu.


Karina memotong pembicaraan Ayumi dan mami Arum. "Sayang, percaya lah Rey tidak seperti itu."


"Tapi, aunty" seru Ayumi.


"Kau tenang saja, wanita itu tidak akan berani untuk mendekati Rey lagi." Jelas Karina untuk meyakinkan Ayumi.


"Bagaimana Aunty tau?" Tanya Ayumi.


"Mami mu sudah membuat dia jera sayang. Iya kan mih."


"Benar apa kata Karina. Mami udah hajar dia. Tadi sebenarnya mami belum puas Karin, menghajar ondel-ondel itu. "


Karina mengerutkan keningnya mendengar mami Arum menyebut ondel-ondel.


"Apa itu ondel-ondel mih?" Tanya Karina.


Membuat Ayumi yang tadi sedih ingin tertawa. Mengetahui Karina tidak tahu apa itu ondel-ondel.


Bukan nya menjelaskan apa itu ondel-ondel. Tapi mami Arum merasa senang melihat menantunya tertawa kembali."Nah gitu kan cantik jika tertawa." Kata mami Arum.


"Habis mami lucu. Mana tau aunty tau ondel-ondel mih,"

__ADS_1


Mami Arum ikutan tertawa. "Sering-seringlah datang ke Indonesia Karina. Kau akan tahu apa itu ondel-ondel."


"Ish, kalian berdua jahat." Karina cemberut karena tidak di jelaskan apa itu ondel-ondel.


__ADS_2