Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 47


__ADS_3

Seperti biasa Jessica selalu bangun pagi, ntah itu ada kelas pagi atau tidak gadis ini selalu rajin bangun pagi, Jessica selalu menyempatkan diri untuk berolahraga pagi karena ia selalu menjaga dan merawat tubuh nya dengan rajin berolahraga.


Hari ini keluarga besar Muller tinggal di apartemen yang biasa di tempat putrinya.


Meski istri seorang pengusaha Jennifer Muller selalu menyempatkan diri untuk membuat sarapan pagi untuk keluarganya. Kini ia sedang berkutat di dapur.


Jessica yang sudah selesai berolahraga, menglangkah ke arah dapur untuk mengambil air minum.


"Pagi mom" sapa Jessica menghampiri Mommy nya.


Pemandangan yang jarang sekali, mommy nya kembali memasak untuk nya.


"Morning sayang, cepat bersihkan badan kamu lalu kita sarapan bersama", seru Jenifer.


Tidak ingin lama-lama di dapur Jessica memilih untuk membersihkan badannya lalu ikut sarapan pagi bersama keluarga nya. Jarang-jarang momen sarapan pagi seperti ini.


Tidak butuh lama semua anggota keluarga sudah duduk di meja makan.


"Jessi senang birthday kali ini bisa kumpul seperti ini, momen langkah bisa berkumpul seperti ini, thanks mom, dad dan kak Willi sudah mau berkumpul seperti ini", seru Jessica.


Kedua orang tuanya merasa tersentuh akan kata-kata putrinya, yang selama ini tidak pernah bersama mereka selalu sibuk dan sibuk mengejar apa yang mereka inginkan padahal mereka sudah menjadi pengusaha sukses.


"Maafkan Dady sayang, yang tidak pernah memperhatikan pertumbuhan, pergaulan putri kesayangan Dady, tapi Dady bersyukur karena putri Dady tumbuh dengan cantik dan tidak salah dalam bergaul, tidak seperti kakak mu" ucap Robert Muller seraya menyindir putra nya.


"Dad, Willi sudah mau berubah, karena Willi menyukai teman Jessica, maka dari itu Willi ingin berubah dad", sahut Willi.


"Secantik dan sebaik apa wanita itu hingga kakak mu berubah begitu sayang", ucap Dady Robert.


Membuat Jessica tertawa, ternyata kakak nya serius ingin mendapatkan Ayumi.


"Dia sangat cantik dad, dan juga baik, dia cucu dari keluarga Sander" kata Jessica.


Membuat kedua orang tuanya membelalak kaget. Tidak percaya bahw putrinya berteman baik dengan cucu orang yang sangat berpengaruh di dunia.


Jessica menunjukkan foto saat berfoto bersama. "Kau benar sayang, jika dia sangat cantik, seperti mendiang Katrina", seru Jenifer.


"Dady yakin sekali, jika gadis ini sulit untuk di taklukan",


Setelah sarapan pagi bersama mereka membubarkan diri masing-masing kepada aktifitas nya. Jessica pamit untuk pergi ke kampus, sedangkan Willi mengantar Jessica karena ingin bertemu Ayumi.


"Kak, kenapa harus di antar segala sih", keluh Jessica.


"Kau diam saja Jess, dukung kakak mu agar teman kamu menerima kakak mu ini", ucap Willi dengan pede nya.


"Jangan kepedean kak, Ayumi itu sangat sulit untuk di dekati apa lagi dia susah sekali buat move on dari seseorang",

__ADS_1


Membuat Willi mengerem mendadak.


"Kak!", Teriak Jessica. "Kenapa sih, kak Willi" kata Jessica lagi.


"Kakak akan taklukan dia, meski dia sangat sulit untuk di dekati, buktinya kakak mu ini tidak pernah gagal untuk soal wanita",


"Terserah"


Mereka sudah sampai di kampus Jessica. Willi ikut turun dan berjalan bersama adiknya.


Dengan ketampanan Willi banyak mahasiswi yang terpesona akan ketampanan kakak Jessica.


"Kak! Jangan tebar pesona begitu dech", cibir Jessica melirik kakaknya yang tersenyum setiap ada mahasiswi yang lewat.


"Iya maaf",


"Danilo" teriak Jessica memanggil Danilo yang sedang berjalan.


"Hai Jes, gue kira lho gak masuk",


"Jessi hanya ingin bertemu Ayumi, apa melihat Ayumi", kata Jessica, pandangan ke kanan dan kiri mencari keberadaan temannya.


"Tidak!, Tadi di kelas juga tidak ada, tumben tuh anak tidak masuk",


"Jessi hubungi tidak pernah tersambung, sebenarnya dia kenapa iya Dan",


"Kenapa tidak datangi ke apartemen saja Jess, Siapa tahu Ayumi sakit",


"Baiklah, terimakasih iya",


Danilo menganggukan kepalanya saja. Ia menatap kepergian Jessica dengan kakak nya.


🍃🍃🍃🍃


Pengacara Dimitri mendatangi kampus Ayumi untuk mengajukan cuti, agar ia tidak di Do karena tidak pernah masuk. Dan juga ia memberitahu kondisi Ayumi, agar pengajuan cutinya bisa di terima. Beruntung karena menggunakan kekuasaan keluarga Sander semuanya di permudah begitu saja membuat pengacara Dimitri merasa lega.


Ia akan ke Amerika jika urusan dengan tersangka kasus kecelakaan sudah selesai. Pengacara Dimitri akan memperjuangkan keadilan untuk Ayumi dan juga sopir taksi yang meninggal.


Jessica mendatangi apartemen Ayumi namun tidak ada orang yang membukakan hingga akhirnya Jessica yang hendak pergi terdengar pintu apartemen Ayumi terbuka.


Mami Arum yang membukakan pintu untuk Jessica. Karena mereka belum saling mengenal, mereka hanya saling menatap saja.


"Morning Tante, saya Jessica teman Ayumi, apa Ayumi ada di dalam Tante", ucap Jessica.


"Masuk dulu sayang, kita berbicara di dalam saja", jawab Mami Arum. Mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


"Mungkin nak Jessica baru melihat Tante? Perkenalkan Tante mami nya Ayumi " kata mami Arum.


"Ayumi nya dimana Tante", seru Jessica. Ia datang ke apartemen hanya ingin bertemu Ayumi.


"Maafkan Tante Jessi, tidak bisa memberitahukan keberadaan Ayumi sekarang ", ucap lembut mami Arum.


"Kenapa Tante, Jessi ingin tahu maka dari itu Jessi datang kesini",


Mami Arum menghela napas berat ia sesungguhnya tidak tega menutupi dari Jessica tapi ia juga tidak mau Menceritakan Ayumi dengan kondisinya sekarang. Mau tidak mau mami Arum menceritakan tentang Ayumi namun tidak akan memberitahu keberadaan nya.


"Jessi, maaf kan Ayumi jika dia punya salah sama Jessi, sepulang dari Birthday party Ayumi kecelakaan dan sekarang sedang di rawat"


Membuat Jessica dan Willimrasa terkejut ia tidak percaya jika kepergian malam itu membuat Ayumi mengalami kecelakaan. Mendengar sahabat nya kecelakaan Jessica menangis hingga histeris.


"Tante jangan bohong, jika Ayumi kecelakaan" teriak Jessica. Willi mencoba menenangkan adiknya agar untuk bersabar.


Mami Arum hanya diam, ia juga tidak kuat menahan air matanya. Ia juga sedih dengan kondisi Ayumi yang harus di operasi.


"Sabar Jess, kita berdoa saja semoga Ayumi tidak kenapa-kenapa, lebih baik kita pulang yuh", seru Willi mengajak Jessica untuk pulang.


"Terimakasih Tante atas waktunya dan terimakasih untuk informasinya kami permisi dulu", ucap Willi.


Mami Arum hanya mengangguk kepalanya. Setelah kepergian Jessica dan Willi. mami Arum menangis yang tadi ia tahan.


Willi memapah Jessica yang masih menangis ia masih tidak percaya temannya kecelakaan.


"Kak, ini tidak mungkin kan" ucap Jessica.


"Kakak juga shock dengernya Jess, apa lagi kamu yang sudah tahu Ayumi seperti apa",


Mereka memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Melihat putrinya menangis ia bertanya kepada putranya.


"Kenapa adik kamu Willi hingga menangis seperti itu" tanya Dady Robert.


Willi menghempaskan tubuhnya di kursi samping Dady nya, ia menceritakan semua kejadian tadi hingga membuat Jessica berakhir menangis.


Dady Robert juga ikut terkejut mendengar cerita dari putranya.


"Apa kecelakaan itu teman Jessica Willi", seru Dady Robert menunjukan berita pagi ini tentang kecelakaan tadi malam.


Willi melihat wajah Ayumi sekilas dan membuat Willi penasaran. Willi mengeraskan volume suara televisi hingga Jessica yang hendak kekamarnya ia urungkan. Jessica membalikkan badannya dan mendengar dan melihat semua berita pagi ini.


"Ayumi Tidakkk" teriak Jessica hingga tidak sadarkan diri.


"Jessica" Jenifer berterik melihat putrinya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Willi meratapi kebodohan nya sendiri kenapa ia malah mengeraskan volume suara televisi hingga terdengar Jessica.


__ADS_2