
Sean masih tertegun, ia masih belum percaya jika istrinya Karina tengah berbadan dua. Keinginan Sean selama ini akhirnya membuahkan hasil. Doa Sean memberikan keluarga yang lengkap kini sudah di kabulkan.
Sean menitihkan air matanya. Ia bersujud mengucapkan terima kasih.
"Oh my ..."
Tn. Dominik ikut menitihkan air matanya, karena bahagia, ia akan di berikan cucu dari putri nya yang selama ini ia tunggu.
"Ayo lebih baik kita lihat Karina, perawat baru saja membawanya ke ruangan," seru Mami Arum mengajak keluarga nya untuk melihat Karina.
Namun, mereka memilih untuk menunggu di ruang tunggu yang masih satu ruangan dengan Karina.
Sean duduk di samping Karina yang masih memejamkan matanya. Ia menggenggam tangan Karina. Sesekali Sean mengecup tangan Karina.
Cup
"Terimakasih honey,"
"Maafkan aku jika aku tidak tau kau jika disini ada calon anak kita," imbuh Sean lagi.
"Bangunlah baby, apa kau tidak mau melihat calon anak kita?" Bisik Sean.
Tidak menunggu lama. Karina mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat ruangan yang tampak asing bagi Karina.
Eughh
"Ini dimana," ucap Karina lirih. Namun, masih bisa di dengar oleh Sean.
"Honey, kau sudah sadar, syukurlah baby."
Cup
Sean mengecup kening Karina. "Ini dimana," Karina bertanya kembali.
"Kamu di rumah sakit baby,"
"Aku dirumah sakit, lalu bagaimana dengan acara pernikahan.."
__ADS_1
Sean membekam jari nya ke bibir Karina. "Kau tidak perlu khawatir soal pernikahan, ada berita yang lebih membahagiakan " bisik Sean.
Membuat Karina penasaran dengan berita bahagia yang Sean katakan.
"Baby, karena kamu ..."
Ucapan Sean terputus dengan kedatangan perawat yang akan mengecek kondisi Karina.
"Permisi, saya akan mengecek Nyonya Karina terlebih dahulu."
"Silahkan sus," kata Sean. Mempersilahkan perawat. Sean bangkit dari duduknya dan mundur dua langkah di belakang perawat.
"Untuk jadwal bertemu dengan Dokter sudah saya jadwalkan, hari ini juga nyonya Karina bisa bertemu dengan Dokter Lauren,"
Deg
Karina tahu jika dokter Lauren adalah Dokter kandungan Ayumi. Karena Karina sering menemani Ayumi untuk cek kandungan saat Rey tidak bisa.
Seketika Karina menitihkan air matanya. Ia mengelus perutnya. "Sayang, a- apa aku sedang mengandung buah cinta kita?" Tanya Karina. Saat perawat tadi sudah pergi.
Sean mendekati Karina dan mengecup kening nya.
Cup
"Sayang," Karina memeluk Sean. Sepasang suami istri ini menangis bersama. Sedangkan keluarga mereka berdua yang melihat suami istri ini saling berpelukan ikut terharu.
"Maafkan aku, harusnya aku tidak perlu capek-capek kemarin,"
"No, honey. Jangan minta maaf, dengan kejadian ini kita semua tahu kamu tengah mengandung." Bisik Sean. Ia mengurai pelukannya dan mengecup pucuk kepala Karina.
"Terimakasih baby, terimakasih." Sambung Sean.
Karina menoleh ke samping ia bisa melihat keluarga nya.
"Dady ..." Gumam Karina.
Tn. Dominik tersenyum dan melangkah menuju dimana putri nya berada.
__ADS_1
Sean memberikan ruang bagi istri dan ayah mertuanya.
"Congratulation sayang, akhirnya kau akan menjadi seorang ibu."
Setelah semua anggota keluarga mengucapkan selamat kepada Karina dan Sean. Mereka mengunjungi Dokter Lauren untuk memastikan jika Karina tengah hamil dan benar saja jika Karina tengah hamil 5 week.
Kabar kehamilan Karina terdengar hingga ke negara Thailand dimana Ayumi dan Rey liburan babymoon.
Mendengar kabar bahagia, Ayumi Kembali merengek kepada Rey untuk cepat kembali ke Paris.
"Astaga baby, kita masih ada waktu untuk liburan. Bahkan kamu aja belum menghabiskan uangku," kata Rey.
"Sayang, apa kamu tidak lihat, kita sudah banyak sekali shoping hari ini, dan sebagian lagi sudah kita kirim ke Paris, lima menit yang lalu," kata Ayumi.
Ia menunjuk ke arah dimana bodyguard nya membantu membawa semua belanja an miliknya. Dan itu semua atas usulan Rey untuk membeli semua warna meski satu model.
🍃🍃🍃
Perasaan Janefer begitu hancur saat melihat Jessica di bawa oleh pihak kepolisian setempat untuk di kembalikan kepada kepolisian Rusia.
"Maafkan mommy Jessi, jika kau tidak menuruti ambisi dan obsesi mu, kau tidak akan seperti ini." Lirih Janefer.
Tn Robert memeluk pinggang Istrinya. Ia menguatkan nya agar ia bisa menerima keputusan yang ia ambil sendiri.
"Sudah lah mom, kita doa kan saja, Jessi bisa berubah dan bertobat, kita serahkan kepada pihak kepolisian."
"Ayo mom, dad, kita pulang ke apartemen Willi saja," kata Willi ia mengajak kedua orang tuanya untuk pulang ke apartemen.
"Bukan kau harus kembali ke California, untuk meeting dengan Perusahaan galaxy corporet," tanya Tn. Robert.
"Willi sudah menyuruh Lucky untuk menghandle semua nya dad,"
"Apa kau yakin, lucky bisa?"
"Willi yakin, sudah Willi kirim email jika yang hadir pertemuan lucky bukan Willi."
"Iya, Dady percaya sama kamu boy." Ucap Tn. Robert menepuk bahu putranya.
__ADS_1
"Dad, mom, maafkan Willi, Jika dulu tidak merengek minta adik." Kata Willi meminta maaf.
Tn. Robert hanya bisa tersenyum kepada putranya. Sejak perusahaan di ambil alih Willi putra semata wayangnya, Willi benar-benar berubah ia berhenti menjadi seorang Casanova.