
Rey membaringkan tubuh Ayumi di atas tempat tidur. Setelah adegan drama menyuruh Nick untuk memasak makanan yang di minta Ayumi. Namun, ibu hamil itu malah tertidur.
Rey menahan Nick untuk tidak segera pergi dari apartemen. Dan kini Nick tengah duduk di ruang kerja Rey.
"Nick,kau atur schedule ulang, karena, aku ingin menemani Ayumi selama ia hamil."
"Tapi, Rey. Bagaimana dengan pertandingan mu? Aku saranin kau harus memilih."
Rey menghela napas berat. "Tunggu pertandingan musim tahun ini, aku ingin berhenti."
"Bagaimana, dengan kontrak dengan berbagai sponsor? Kita tidak bisa membatalkan semua nya. Kita akan kena pinalti Rey ... "
"Berapa kontrak dengan sponsor akan selesai?," Tanya Rey.
Nick membuka tab nya dan melihat isi perjanjian kontrak dengan beberapa sponsor. "Paling lama lima tahun Rey, masing-masing hanya dua tahun."
"Ok, kita jadikan dua tahun semua, dan berapa denda yang harus kita bayar? hubungi Sean sebelum dia pergi honeymoon nanti. karena, pernikahan mereka sudah dekat."
Rey dan Nick jika sudah dalam urusan pekerjaan mereka akan serius.
"Tapi, kita tidak bisa membatalkan begitu saja Rey."
"Bukan nya kau yang mengurus semuanya, kenapa malah dipersulit?" Rey dengan mode dingin.
"Baik, secepatnya, aku akan mengubah dan membereskan semuanya."
"Hmm."
__ADS_1
Nick bangkit dari tempat duduknya. Ia yang sudah membalikkan tubuhnya yang hendak keluar dari ruangan kerja nya itu.
"Tunggu Nick, kau jangan lupa persiapkan hadiah untuk mami dan Dady Andreas."
Nick mengangguk dan segera pergi ke butik milik Jeremy.
🍃🍃🍃
"Sayang, bisa kan Ayumi ikut?" Rengek Ayumi. Saat ini Rey yang akan kembali untuk menjadi seorang pembalap.
Rey menangkup wajah cantik Ayumi. "Baby, look my eyes,"
Ayumi menatap wajah Rey. "Aku janji, jika, mereka sudah kuat untuk naik pesawat, aku janji akan mengajak mu baby moon, kemanapun yang ingin kau datangi." Tutur Rey.
Ayumi yang tadi murung kembali ceria saat mendengar Rey akan mengajak babymoon.
Ayumi hanya memperlihatkan gigi putihnya saja.
"Aku janji, setelah pertandingan di Brazil selesai aku akan segera pulang."
Rey berjongkok dan mengelus perut Ayumi yang nampak mulai membuncit.
"Sayang, selama Dady pergi, kalian tidak boleh membuat mommy sedih atau repot, Dady akan marah jika, kalian tidak mau nurut dengan Dady." Rey mengajak berbicara perut Ayumi.
"Iya, Dady, kita akan menjaga mommy sampai Dady kembali." Ayumi menirukan bahasa bayi.
Membuat Rey tertawa. Rey mengecup perut Ayumi dan ia berdiri.
__ADS_1
"Jaga diri baik-baik baby, selama aku tidak ada di sampingmu. Jika, ada apa-apa kau bisa menghubungi ku."
"Apa kalian akan bermesraan terus. Kapan kita akan berangkat." Sahut Nick yang tidak jauh dari Ayumi dan Rey.
Rey mencium pelipis Ayumi dan juga bibir Ayumi.
Namun Ayumi malah sedih membuat Rey mengerutkan keningnya.
"Ada apa honey?"
"Kan mau pergi cukup lama, kenapa ciumannya cuma satu. disini belum, disini juga belum."kata Ayumi. Membuat Rey menggelengkan kepalanya.
Cup
Cup
Cup
Cup
Rey mencium seluruh wajah Ayumi tanpa terlewatkan. "Aku pergi dulu."
Rey masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke bandara.
"Jangan sedih Sayang, dia hanya sebentar,pasti akan kembali lagi," kata Karina. Ia merangkul bahu Ayumi untuk tidak sedih lagi.
"Aunty, kemarin mengikuti kelas memasak makanan Indonesia, apa kau ingin yang pertama mencicipinya?"
__ADS_1
Ayumi mengerutkan keningnya. "Jika, gagal bagaimana? Aunty sendiri suka gagal." Ayumi menahan tawanya. Sedangkan Karina hanya bisa diam saja.