Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 37


__ADS_3

Dirasa sudah membaik emosinya Nick kembali ke Apartemen dimana ia meninggalkan Ayumi sendirian. Sebelum nya ia sudah menghubungi pihak Pengelola Apartemen untuk memperbaiki Pintu kamar Ayumi.


Nick mengijinkan pihak pengelola untuk memperbaiki pintu kamar Ayumi. sedangkan ia masuk ke kamarnya, melihat Ayumi sudah tertidur dengan pulas dengan mata sedikit sebam dan masih ada sisa air mata di pipi Ayumi.


Nick membetulkan posisi selimut Ayumi. "Maafkan kakak Ayumi, sudah membentak mu tadi dan tidak mempercayai kamu", lirih Nick.


Nick mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur saja. ia keluar kamar dan melihat pihak pengelola yang sudah selesai memperbaiki pintu kamar Ayumi.


"Kami permisi, pintunya sudah kami perbaiki",


"Iya Terimakasih banyak", ucap Nick.


Merasa sangat lelah dan mengantuk Nick memilih tidur di sofa depan televisi. tidak butuh lama ia sudah terlelap dalam tidurnya.


Ayumi merasa perutnya lapar karena ia belum makan malam. ia terbangun dan menyibakkan selimutnya. ia tahu jika dirinya tidak tidur di kamarnya. Ayumi bangun dan melihat jam di atas Nakas baru pukul 01.00 waktu Rusia.


Ayumi berjalan keluar kamar. ia mengingat jika Nick membelikan dirinya makanan yang sangat banyak. dan benar saja makanan yang Nick beli masih di atas pantry.


Ayumi menghela napas panjang. Ia melihat makanan yang sudah dingin. terpaksa Ayumi memakan makanan nya meski sudah dingin. Nick menyadari jika ada seseorang di pantry. ia bangun dan melihat Ayumi sedang duduk dan memakan makanan yang ia beli tadi.


"Itu sudah dingin tidak enak Ayumi, biar kakak memasak lagi saja kalau tidak biar kakak panaskan kembali makanannya", Sahut Nick mengagetkan Ayumi yang sedang makan.


"Tidak usah kak, ini juga masih enak", jawab Ayumi. Ia kembali memakan makanan yang ada di depannya.


Nick mengambil gelas lalu menuangkan air kedalam gelas lalu menyodorkan kepada Ayumi.


"Terimakasih", kata Ayumi.


Nick tersenyum melihat Ayumi yang sudah membaik dan mau berbicara dengan nya.


"Kakak juga harus makan, ini banyak sekali tidak mungkin Ayumi habis", ucap Ayumi. membuat Nick terkekek.


"Baiklah Kakak akan menemani kamu makan", jawab Nick.


Nick menatap Ayumi yang sedang makan.


Kapan penderitaan yang kau alami akan berakhir Ayumi, aku kira kau akan bisa melupakan Rey disini, nyatanya tidak. Aku tidak tega meninggalkan mu sendirian disini. jika aku kembali ke Paris nanti, Sepertinya aku harus minta bantuan Tn Dominik,


Batin Nick.

__ADS_1


"Kakak kenapa menatap Ayumi seperti itu?",


"Tidak Ayumi, kakak hanya sedang berpikir jika kakak kembali ke Paris lalu kamu dengan Siapa disini", ucap Nick.


"Kak!! tidak perlu khawatir, Ayumi sudah besar dan tidak perlu khawatir seperti itu, ok", jawab Ayumi.


"Tetap saja kakak tuh khawatir sama kamu, bagaimana jika kau pindah ke mansion saja",


"No kak Nick", ucap Ayumi dengan sedikit meninggikan suaranya.


Membuat Nick terdiam, ia tidak mau membuat masalah baru, Ayumi sudah mau berbicara dengan nya saja sudah merasa bersyukur.


Ayumi menyudahi acara makan malam yang tertunda. ia masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan badannya. ia menyalahkan shower dan berdiri di bawah guyuran air shower. Ayumi masih mengenakan baju nya.


"Apa Ayumi terlalu egois, tidak bisa melupakan kak Rey dalam hidup Ayumi", gumam Ayumi di sela-sela mandinya.


Karena sudah tengah malam lewat Ayumi merasakan dingin, karena ia harus mandi di tengah malam.


Ayumi menyudahi acara mandinya dan memakai piyama kesayangan yang bergambar kartun.


Ayumi kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu karena merasa lapar.


Willi yang harus membantu Jessica untuk mendapatkan Garret. Setelah sampai di apartemen nya ia hanya mengganti bajunya dan pergi lagi ke rumah Garret. Karena ia akan membujuk temannya untuk menjadikan kekasih Jessica.


Willi sedikit ragu jika nanti Garret masih marah kepadanya atas kejadian di bandara tadi.


Tidak terasa Willi sampai di depan rumah Garret. ia mengambil napas panjang untuk menghadapi Garret jika ia masih marah kepadanya nanti.


Setelah sampai di depan pintu yang hendak mengetok pintu Willi di kejutkan dengan Garret yang hendak keluar dari rumahnya.


"Garrett!! aku minta maaf soal kejadian tadi di bandara, sungguh aku tidak berniat untuk bilang seperti itu", Ucap Willi dengan tulus.


"Hmm.. masuklah", kata Garret dengan dingin.


Namun Garret malah pergi dari hadapan Willi.


"Kau menyuruh aku masuk,tapi kau malah mau pergi?", Kata Willi merasa binggung terhadap temannya itu.


Garrett menghentikan langkahnya. ia membalikkan badannya. "Tunggulah di dalam, ada sesuatu yang harus aku ambil di dalam mobilku", kata Garret.

__ADS_1


"Ck!! kalau tidak karena Jessi, aku lebih memilih dating dengan cewek yang baru aku kenal", gumam Willi. ia masuk dan duduk di depan televisi.


Garret masuk kembali kedalam dan mengambil minuman softdrink untuk temannya.


"Ada apa kamu kemari?", Tanya Garret.


"Aku hanya mau membahas tentang Jessica", ucap Willi. ia meraih minuman softdrink nya dihadapan nya.


"Setiap hari Jessi selalu merenggek agar kau mau jadi kekasihnya, sebentar lagi dia akan ulang tahun", kata Willi.


Garret tidak berkomentar apa-apa, karena ia tidak tertarik sama sekali.


"Setidaknya kau bisa kasih perhatian kepada Jessi, meski kau tidak mencintainya", seru Willi. ia menepuk bahu Garret dan ia berdiri lalu meninggalkan Garret sendirian.


Garret tertegun sejenak memikirkan ucapan Willi tadi. tapi ia takut jika memberikan perhatian kepada Jessica, ia takut jika nanti Jessica akan salah mengartikan perhatian nya.


Garret mengusap wajahnya dengan kasar, ia binggung harus bagaimana.


Apa dia harus menerima tawaran sahabatnya Willi?


Tapi jika menerima nya, Jessica pasti akan terluka nantinya, karena akan dikira mempermainkan perasaan Jessica.


Garret benar-benar merasa bimbang, ia juga binggung kenapa ia tidak bisa menerima Jessica, Gadis cantik,pintar dan mandiri. namun di dalam lubuk hati yang paling dalam ia merasa ada sesuatu yang membuatnya tidak mencintai Jessica.


Willi merasa lega karena sahabatnya tidak marah kepadanya, dan ia juga merasa senang karena sudah mengungkapkan keinginannya untuk memenuhi permintaan adik kesayangannya Jessica.


Willi merogo kantong saku nya ia mengambil handphone dan menghubungi seseorang.


"Hallo baby kau dimana?", ucap Willi kepada seseorang.


"........................",


"Ok, Tunggu aku Baby, aku akan segera ke Apartemen mu", ucap Willi.


Memutuskan sambungan telepon. dan segera menuju apartemen seseorang yang baru saja Willi telepon.


Dia adalah salah satu wanita yang sedang dekat dengan Willi, jika Willi sedang libur kerja ia akan menghabiskan waktunya berkencan dengan wanita nya. itulah kebiasaan Willi yang suka Gonta ganti wanita hanya untuk menghibur dirinya dari kepenatan pekerjaan yang sangat padat.


Willi lebih suka berganti -ganti wanita dari pada setia pada satu wanita.

__ADS_1


__ADS_2