Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 168


__ADS_3

Nick yang sedari tadi diam saja hanya bisa menyeringai. Ia merasa senang melihat Jessica begitu ketakutan saat melihat dirinya yang tertuang CCTV.


Jessica menggelengkan kepalanya. Seraya berjalan mundur hingga ia menabrak tembok.


Kenapa bisa sampai seperti ini.jessi tidak mau jika sampai tertangkap.


Batin Jessica.


"Jessica. Apa-apaan ini. bisa jelaskan kepada Dady?" Tn. Robert murka mengetahui kelakuan putrinya. Ia kira Jessica juga berubah hingga ia meminta ijin untuk memimpin perusahaan Muller.


"Tidak dad, jangan percaya ini semua pasti rekayasa dad. Jessi tidak pernah melakukan itu semua. Dady harus percaya sama Jessi." Ucap Jessica.


Plak


Tn. Robert benar-benar sudah habis kesabaran. Ia hanya minta Jessica untuk menjelaskan tentang rekaman cctv itu bukan malah berbelit-belit.


Aww


Jessica memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Dady nya. namun ia hanya bisa diam.


Jessica merintih kesakitan saat Tn Robert menampar pipi putrinya.


"Dad, kenapa menampar Jessi?" Tanya Ibu Jessica.


"Dady hanya ingin memberikan pelajaran. tapi Dady malah menampar dia. Mom ...." gumam Tn Robert setelah menampar putrinya ia masih menatap tangan nya.


"Daniel bawa dia ke polisi dan berikan hukuman yang pantas untuk nya." Cicit Tn. Dominik.

__ADS_1


"Baik Tuan besar." Kata Daniel. Ia mendekati Jessica yang masih mematung. Ini kedua kalinya Dady nya menamparnya.


Daniel menyeret Jessica. Namun di cegah oleh ibu Jessica.


"Tunggu, jangan bawa putriku. Biar kami yang akan memberikan hukuman untuk putriku." Ibu Jessica memohon agar putrinya di bebaskan.


Sedangkan Tn. Robert hanya bisa diam.


"Dad. Tolongin Jessi dad." Teriak Ibu Jessica.


"Tuan. Saya mohon lepaskan putriku. Saya janji akan melakukan apapun asalkan putri saya di bebaskan."


"Apa anda serius Tn. Muller jika anda ingin putri kesayangannya anda bebas?" Cicit Rey.


Robert mengangguk kepalanya.


"Apa itu syarat nya. Om akan mengabulkannya."


Rey tersenyum tipis. "Dengarkan baik-baik. Saya akan mengakuisi perusahaan Muller. dan anda akan mendapatkan putri anda kembali. Tapi. Jika Putri and di bawa ke pihak berwajib saya akan menanam modal untuk Perusahaan Muller agar kembali berjaya. bukannya itu perusahaan yang anda rintis dari nol? Apa anda akan setuju dengan syarat yang saya ajukan untuk anda. tuan ... "


"Bangsat kau. bisa-bisanya kau memberikan syarat yang sangat susah."


"Jika anda tidak mau, siap-siap saja perusahaan Muller menjadi milikku seutuhnya. Karena Putra anda sudah menjual 30 % saham ke R&A company."


"Apa" pekik Tn. Robert tidak percaya.


"Nick, tunjukkan bukti- buktinya."titah Rey.

__ADS_1


Nick memberikan map berisi berkas jika 30% saham milik Tn. Muller sudah di jual oleh putra nya sendiri.


Tn. Robert membuka dan membaca dengan sangat teliti.


Deg


Willi apa-apa ini, kenapa dia berani menjual saham nya tanpa aku ketahui.


Batin Tn. Robert. Sedangkan Istrinya masih menangis.


Jika perusahaan Muller di akusisi oleh Rey. Otomatis Robert dan keluarga nya akan kehilangan sumber keuangannya selama ini. Apa lagi perusahaan itu ia bangun dari nol dengan susah payah.


Istrinya tentu saja tidak akan mau, karena ia sudah terbiasa dengan kehidupan glamor dan foya-foya.


Tn. Robert menghela napas dalam-dalam. Ia benar-benar sulit di posisi sekarang. Ia harus memilih di antara perusahaan yang ia bangun dari nol dan putrinya. Jika ia memilih putrinya. Tn. Robert otomatis akan jatuh miskin. Sedangkan jika ia menyerahkan putrinya. Ia akan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dan perusahaan akan kembali exsis.


"Bawa Jessica." Lirih Tn. Robert.


"Dad, apa-apaan kenapa Dady menukar Jessica." Teriak Jessica ia tidak terima dengan keputusan Dady nya yang ia ambil.


Istri Tn. Robert memeluk tubuh Jessica agar tidak di bawa ke kantor polisi.


"Tolong jangan bawa putriku."


"Mom. Lepaskan dia, Dady memilih perusahaan karena mommy tidak akan tahan hidup miskin."


Deg

__ADS_1


Ibu Jessica tersadar. Jika ia kehilangan perusahaan. Ia tidak bisa untuk hidup mewah dan pergi shoping bersama teman-teman sosialitanya.


__ADS_2