Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 185


__ADS_3

Pagi hari yang hangat dan cerah...


Ayumi mengerjapkan matanya saat sinar matahari menyilaukan matanya. Saat hendak merentangkan tangannya. Ia merasa ada sesuatu yang menimpa bagian perutnya.


Ayumi membuka matanya dan tersenyum saat ada tangan yang memeluk melingkar di atas perut. Ayumi yang hendak menyingkirkan tangan Rey. namun Rey semakin mengeratkan pelukannya. hingga wajah Rey menempel di tengkuk leher jenjang Ayumi. Hingga bisa merasakan hembusan napas Rey di kulit lehernya.


Ada rasa kenyamanan dan kehangatan yang tidak bisa di jabarkan. Ayumi merasa senang karena bisa merasakan pelukan hangat Rey yang ia rindukan beberapa hari.


"Sayang! Bangun ini sudah pagi." Kata Ayumi. Ia membalikkan badannya menghadap Rey.


Di belai lembut wajah tampan Rey.


"Baby, jangan ganggu aku, lebih biak kita kembali tidur lagi." Kata Rey dengan suara khas orang bangun tidur. Ia menarik tubuh Ayumi hingga wajah wanita hamil ini menempel di dadanya.


Ayumi sedikit mendongakkan kepalanya. Ia menatap dan mengamati wajah tampan suaminya itu yang terlihat tenang.


Ayumi tahu kau begitu capek, banyak yang harus kau kerjakan tidak hanya sebagai seorang pembalap saja. Tapi kau juga harus mengurus ketiga perusahaan sekaligus. Maafkan aku jika telah membebanimu sayang.


Batin Ayumi bermonolog.


Rey membuka matanya karena ia merasa ada sepasang mata yang sedang menatap wajah tampan nya.


"Kenapa honey? Hum??" Tanya Rey.


"Suamiku tampan." Jawab Ayumi jujur.


Rey tersenyum saat mendengar penuturan Ayumi.


"Iya! Suamimu memang tampan baby, banyak wanita yang tergila-gila di luar sana. Tapi kau tidak perlu khawatir. Karena hanya dirimu lah dan mami yang paling cantik di antar ribuan wanita di luaran sana." Tutur Rey.

__ADS_1


Ayumi merasa malu di puji oleh Rey. Ia menutup tangannya ke wajahnya untuk menutupi wajah cantiknya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa wajahmu baby?" Tanya Rey.


"Ayumi malu."


Membuat Rey tertawa renyah.


"Bagaimana mereka apa dia menyusahkan mu?" Tanya Rey.


Ayumi menggelengkan kepalanya.


"Kapan jadwal kontrolnya?" Tanya Rey.


"Dua hari lagi. Tapi bertepatan dengan pernikahan aunty Karina."


"Ya,sudah kita kerumah sakit nanti siang saja bagaimana?"


Cup


Rey mengecup kening Ayumi dan Rey tersenyum ia mengangkat tangannya untuk mengelus pipi mulus istrinya yang semakin Cubby.


Ayumi memejamkan matanya merasakan kelembutan oleh sentuhan tangan Rey. Ayumi membuka matanya dan tersenyum melihat Rey.


"Kenapa baby?"


"Hug and kiss." Rengek Ayumi.


Rey terkekeh ia menarik pinggang Ayumi agar lebih mendekat. Lalu mencium kening dan terakhir ciumannya mendarat dengan sempurna di bibir mungil Ayumi.

__ADS_1


Rey menyesap bibir Ayumi bergantian. Keduanya saling berciuman lembut dan membelit lidah. Menyalurkan kasih sayang dan rindu.


Cimuman nya lama-lama semakin menuntut dan juga panas. Hingga keduanya terbakar gairah.


Rey semakin mendalam ciuman nya dan membuka kancing piyama Ayumi.


Ayumi mendesah saat tangan Rey sudah di are favorit nya yang kini semakin bulat dan berisi.


Hingga merasakan tubuhnya meremang dan semakin panas akan kenikmatan yang sudah lama ia rindukan semenjak Ayumi di buanyak hamil dan menyusur untuk bed rest.


Ntah sejak kapan hingga mereka berdua sudah tidak memakai sehelai benang pun. Kini Ayumi sudah berada di bawah Kungkungan Rey.


Saat Jendral kecil milik Rey sudah berdiri dengan gagahnya siap untuk bertarung dan mengobrak-abrik lembah safana milik Ayumi yang sudah basah.


"Sayang." Ucap Ayumi saat tangan nya menahan dada bidang milik Rey.


"Astaga, maaf baby. Aku khilaf." Kata Rey.


"Tidak apa-apa sayang, Ayumi tahu kau pasti menginginkan nya kan." Ujar Ayumi.


"Lakukan lah sayang jika kau ingin menengok anak-anak."


"Tidak honey, aku takut menyakiti mereka. Lebih baik kita konsultasi ke dokter dulu nanti sekalian kamu periksa baby",


"Baiklah Sayang."


Rey menutup tubuh Ayumi dengan selimut dan mengecup bibir Ayumi sekilas. Ia bangkit dari tempat tidur dan melangkah pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan Jenderal kecilnya di guyuran air shower.


"Maaf kan Ayumi sayang." Lirih Ayumi saat tubuh Rey sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


Ayumi merasa bersedih karena tidak bisa memberikan apa yang Rey mau. Tapi ia tahu betul ada calon anak-anak nya yang harus di jaga dan di lindungi.


__ADS_2