Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 202


__ADS_3

"Tn. Andreas sekarang tinggal dengan keluarga barunya." Kata seseorang yang menjelaskan panjang lebar nya.


Willi merasa kecewa karena tidak pernah bertemu lagi. Sejak saat dirinya berkelahi dengan Garrett. Sejak saat itu hubungan Willi kepada Garrett dan juga Dady Andreas tidak pernah bertemu atau tegur sapa lagi.


Willi berjalan dengan gontai meninggalkan pria paruh baya itu yang masih di depan rumah Dady Andreas.


"Tunggu nak," teriak pria paruh baya.


Membuat Willi menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Ada apa uncle?" Tanya Willi.


"Tunggu lah sebentar. dulu Andreas pernah menitipkan sesuatu kepada ku." Katanya. Ia meninggal Willi dan masuk ke dalam rumah nya.


Tiga puluh menit telah berlalu. Ia kembali kepada Willi dengan membawa amplop berwarna coklat.


Pria paruh baya itu memberikan amplop coklat kepada Willi.


Willi menatapnya dengan heran saat pria itu menyodorkan amplop itu kepada nya.


"Apa ini uncle?"


"Bukalah, mungkin itu sesuatu petunjuk yang kau cari."


"Baiklah uncle. Aku akan membukakan nanti. Saat ini aku sedang terburu-buru. Kalau begitu pergi dulu."


Pria paruh baya itu mengangguk kepalanya. Dan menatap punggung Willi hingga masuk mobil dan tak terlihat lagi.

__ADS_1


Willi memutuskan untuk pergi ke apartemen miliknya yang dulu saat ia masih tinggal di Colorado Amerika serikat.


Di apartemen ini lah Willi dan Rey dulu menghabiskan waktunya berdua untuk melepaskan penatnya setelah terbang beberapa hari.


Willi menghembuskan napas dengan kasar. Ia mulai membuka amplop berwarna coklat itu.


Amplop berwarna coklat itu memang di buat Dady Andreas untuk Willi.


Willi membaca dengan sangat hati-hati dan teliti.


Dady Andreas menuliskan tentang siapa Garrett dan memberitahu jika ia menikah dengan ibu nya Garrett dan menetap di Indonesia.


Willi merasa bersalah karena dulu dia tidak pernah mau mendengarkan saat Dady Andreas ingin menjelaskan kepada Willi.


Deg


"Jadi benar. jika, Rey pembalap mobil itu Garret?"


"Bodoh kau Willi. Kenapa tidak percaya saat itu"


Willi mengacak-acak rambutnya.


🍃🍃🍃


Ayumi nampak bersemangat sekali saat Rey mengajak Ayumi untuk pergi ke Paris Disneyland.


Ibu hamil ini sangat antusias saat pergi berlibur ala- ala Rey dan Ayumi. Bahkan ibu hamil ini sangat antusias.

__ADS_1


"Baby, lebih baik kita istirahat dan duduk disebelah sana,kau pasti capek baby!" Pinta Rey.


"Tapi sayang, Ayumi masih ingin berkeliling ke sana" kata Ayumi seraya menunjuk ke arah dirinya yang belum Ayumi datangi.


"Honey, apa kau tidak capek?"


"Tidak sayang, anak-anak kita sangat extait sekali,"


Rey pasrah jika Ayumi membawa nama anak-anaknya ia akan menurutinya.


Padahal Ayumi sudah berjalan- jalan hingga dua jam lamanya tanpa istirahat. Rey sangat khatir terhadap istri dan anaknya.


"Baiklah baby, apa kau ingin ku brlikan gula- gula kapuas" tanya Rey.


"Iya, sayang. Sepertinya enak"


"Baiklah akan aku belikan untuk mu."


"Yeah, terimakasih sayang."


Cup


Ayumi mencium pipi Rey di tempat umum. Membuat Rey tersenyum. Sememjak Ayumi hamil ia selalu bersikap manja kepada Rey. Membuat Rey merasa senang. Jika ia sangat di butuhkan oleh Istrinya.


Rey meninggalkan Ayumi sendirian di tempat duduk yang sudah di sediakan oleh pengelola.


"Sayang, jangan lupa membeli makanan dan minuman juga"

__ADS_1


Rey hanya mengisyaratkan dengan tangan nya.


Tidak butuh lama semua pesenan Ayumi sudah ada di tangan Rey. Membuat mata Ayumi berbinar-binar. Dan mengambil semua bungkusan yang ada di tangan Rey.


__ADS_2