
Nampak seorang pemuda tampan yang sedang duduk di salah satu cafe yang cukup instagramable. Sesekali ia melihat jam yang melingkar di tangannya. Sudah cukup lama ia duduk sendirian di sana dengan di temani secangkir kopi vanila late di depannya dan juga stick potato sebagai temannya.
Sesekali Ia mendesah kasar. Karena terlalu lama menunggu seseorang yang sudah berjanji akan bertemu dengan nya sesuai permintaan di telepon tempo hari. Namun, sudah cukup lama hampir setengah jam seseorang belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Huft, buat janji sendiri. tapi, malah belum datang." desiis nya.
Iya, Pria tampan yang di maksud itu adalah Danilo. Seseorang Yang di telepon ingin dia hindari. bahkan sudah sangat muak dengan nya.
"Danilo." sapa seseorang wanita cantik yang baru saja datang.
"Kenapa kau baru datang Jes ... "
"Maaf," hanya kata maaf yang keluar dari mulutnya. Jessica masih berdiri di hadapan Danilo.
Membuat Danilo menyipitkan matanya. Karena melihat Jessica yang masih setia berdiri. Bukannya malah duduk di kursi yang ada di hadapan Danilo.
Danilo menghembuskan napas kasar. Dan kembali menatap Jessica yang masih setia berdiri di tempatnya.
"Apa lho mau berdiri saja seperti patung di situ Jes?" bentak Danilo merasa geram.
"Kenapa kau malah membentak. Jessi memang salah sudah terlambat. Tapi kenapa kau ... "
__ADS_1
"Katakan mau apa kau menyuruh gue untuk bertemu lho disini? Padahal lho bisa saja kan bicara lewat Telepon." ucap Danilo yang menatap tajam wajah Jessica.
Semenjak kejadian Ayumi yang di tarik rambut oleh Jessica. Danilo sudah tidak mau untuk menjadi sahabat nya lagi.
"Danilo ..."
"Hemm." Jawab Danilo.
"Ayo, kita bekerja sama." kata Jessica to the points.
Danilo mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti dengan Jessica mengajak kerja sama untuk apa.
"Kerja sama untuk apa iya?" Tanya Danilo.
"Ayo, kita membuat kesepakatan bersama untuk memisahkan Ayumi dengan suaminya."
Brak
Danilo menggebrak meja Cafe dengan sangat keras. Membuat Jessica menyumbul kaget.
"Apa kau sudah gila Jess? Hah. Memisahkan mereka."
__ADS_1
Jessica menyunggingkan senyumnya. "Jessi memang sudah gila. Karena Ayumi beraninya merebut pria incaran Jessica." Teriak Jessica tak kalah. Hingga membuat para pengunjung cafe yang cukup ramai itu menoleh ke arah Danilo dan Jessica. Dan Jessica tidak mempedulikan nya.
Danilo tertawa renyah. "Kau salah Jes, Ayumi dan Rey memang sudah mengenal sejak mereka masih kecil. Dan selama ini Ayumi sudah cukup menderita. Karena harus kehilangan Rey dulu. Dia tidak merebut Rey dari lho. Justru lho yang merebut Rey dari Ayumi yang jelas-jelas mereka sudah menikah saat Ayumi masih di bangku High school."
"Ck, bukannya kau sangat menyukai Ayumi?"
"Iya, gue memang menyukai Ayumi, Tapi itu dulu, gue sudah mengikhlaskan Ayumi. bukannya mencintai tidak harus memiliki. Gue senang jika melihat Ayumi bahagia."
"Ck, jangan egois lho Nilo, ayo kita buat kesepakatan untuk memisahkan mereka, lho dapat Ayumi dan gue dapat Kak Garrett." Kata Jessica dengan senyuman liciknya.
"Gue tidak mau, lho benar-benar gila Jes,"
Danilo bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Jessica yang masih duduk menatap punggung Danilo yang semakin menjauh.
"Jessi jamin kau akan menyesal. Jika, kau berubah pikiran kau bisa menemui gue, Nilo ... " Teriak Jessica.
"Jika ,Danilo tidak mau, Jessi harus meminta bantuan kak Willi. Bukannya kak Willi tergila-gila pada Ayumi." gumam Jessica menemukan ide ke dua. jika, Danilo tidak mau membantu Jessica.
Tn. Dominik sudah tahu, jika putri dari keluarga Muller sedang mengincar Ayumi. Cucu kesayangan nya. Semenjak perkelahian Ayumi dan Jessica. Tn. Dominik menyuruh anak buahnya untuk memata-matai Jessica. Tn. Dominik takut jika, Jessica berulah lagi. Dan tebakan Tn Dominik tidak pernah melesat.
Beruntung Rey sudah mengetahuinya. Rey juga tidak tinggal diam. selama tidak ada Nick untuk menjaga Istri kecilnya dan Daniel. Rey menyuruh bodyguard untuk menjaga Ayumi meski hanya, bodyguard bayangan saja.
__ADS_1
****
Jangan lupa dukungan nya hari ini author doubel up 🙏🥰 dengan jempol like dan komentar.