Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab.183


__ADS_3

"Selena! Kau bisa tidak sih jangan mengikutiku terus?" Danilo berdecak kesal. Karena setiap hari Danilo selalu di ikuti oleh wanita yang begitu tergila-gila dengan Danilo. Bahkan kegiatan dan jadwal setiap hari sampai hafal.


"Gue tidak bisa, sebelum lho mau menjadi kekasihku." Selena tersenyum licik. "Bagaimana, apa kau bersedia?" Tanya Selena lagi.


"Ck, untung buat lho, rugi buat gue. Lho sama saja seperti Jessica, sama-sama terobsesi." Keluh Danilo.


"Jika bukan karena Ayumi, gue tidak mungkin seperti ini. Bisa saja kau pergi berdua sama tuh jalangg."


"Hei .. jaga bicaramu iya, yang kau maksud itu, kau tahu siapa Ayumi? Apa kau tidak akan takut sama dia?"


"Takut sama dia? Ck,, gue tidak akan pernah takut." Kata Selena dengan sombong.


"Bahkan Ayumi bisa membuat Jessica masuk penjara. Apa kau selanjutnya yang akan menyusul sahabat setia lho." sentak Danilo.


Deg


"Gue .. gue tidak mau, kalau harus tinggal di tempat sempit, jorok, tidak ada penghangat ruangan, dan banyak tikus. Oh ... Tidak ...." Selena berteriak seraya membayangkan jika ia ikut di penjara seperti Jessica.


"Ha ... Ha ... Ha ... " Danilo tertawa puas karena berhasil membuat Selena ketakutan.


"Pergilah jauh-jauh dari ku, apa sih yang lho mau dari gue? Bukan nya lho cantik bisa mendapatkan yang lho mau."


"Because, you are my man,( karena kamu adalah lelakiku),"


"Itu yang gue mau dari lho Danilo!"


Danilo menghembuskan napas dengan kasar. "Tapi, gue tidak mencintai mu Selena."


"Gue tidak peduli, coba lah untuk menerima gue Nilo ..."

__ADS_1


"Jika, itu bisa, Gue nerima lho dari dulu, Tapi,.maaf gue tidak bisa." Kata Danilo. Ia pergi meninggalkan Selena sendirian.


Selena hanya bisa tersenyum sinis. Atas apa yang ia terima adalah sebuah penolakan yang 350 kali.


Selena tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menatap punggung Danilo yang sudah semakin menjauh. Selena menghapus air matanya yang sempat meneteskan air nya di pipinya dengan kasar.


"Gue, tidak akan pernah menyerah begitu saja Danilo. Kita lihat saja, siapa yang akan bertekuk lutut terlebih dulu di hadapan Gue." gumam Selena.


"Gue atau lho yang akan mengemis cinta terlebih dulu."


🍃🍃🍃


Danilo memutuskan untuk pergi ke taman bunga yang cukup terkenal. Ia akan menenangkan pikiran dan hatinya.


Tidak butuh lama Danilo sampai di tempat tujuan. Ini adalah tempat favorit Danilo. jika sedang ada masalah.


Danilo berteriak sekuat-kuatnya di tempat ini.


"Jika, Dady tidak pindah-pindah mungkin Nilo tidak akan pernah bertemu dengan wanita yang sudah menggetarkan hati dan pikiran gue." Kata Danilo dengan menaikkan tinggi suara nya.


Danilo melempar kerikil kecil ke sembarang arah. Hingga ia tidak menyadari jika di taman bunga itu tidak hanya dia saja


Pluk


"Aww "teriak Ayumi saat merasakan sesuatu yang mendarat kan di kepalanya hingga membuat Ayumi mengadu kesakitan.


"Princess kau kenapa? Apa calon keponakan eyke bermasalah, hingga mau mengadu kesakitan." Tanya Jeremy.


"Sepertinya ada seseorang yang sudah melempar batu kerikil ke arah Ayumi." Kaya Ayumi seraya mengelus kepalanya.

__ADS_1


Ayumi dan Jeremy meneliti ke penjuru arah hamparan rumput ilalang dan juga ke arah Tan bunga.


Ayumi dan Jeremy melotot tajam saat melihat pemuda tampan yang berdiri tidak jauh darinya.


Jeremy mendekati pria itu. "Hei... Ye yang sudah melempar batu tadi ke arah my princess?" Ucap Jeremy yang sudah murka.


Danilo menoleh dan melihat Jeremy dengan wajah cantiknya nya. Membuat Danilo bergedik ngeri.



"Ahhhh ... Valakk ..." Teriak Danilo. Sedangkan Ayumi yang melihat Danilo menyipitkan matanya melihat Danilo ada di Tempat yang sama dengan nya.


"Danilo." Sapa Ayumi.


Danilo berhenti berteriak saat mendengar suara seseorang yang sudah tidak asing lagi buatnya.


"Oh my ... Kau kah itu Bidadariku?" Tanya Danilo.


"Uhhh ... Ye so sweet sekali memanggil eyke Bidadari. Oh pangeran eyke."


"No ... No .." Danilo mengerakkan telunjuk jari tangan nya ke kanan dan ke kiri.


"You valakk, she is angel." Danilo menunjuk ke arah Ayumi.


"Princess, kau mengenal prince." Kata Jeremy seraya menunjuk ke arah Danilo. Sedangkan Ayumi hanya mengangguk kepalanya saja.


"Dia teman Ayumi." Kata Ayumi.


"Oh no ..." Kata Danilo. "Bidadari, dia teman mu?" Tanya Danilo kepada Ayumi.

__ADS_1


Sedangkan Ayumi hanya mengangguk kepalanya.


"Astaga mimpi apa gue semalam." Gumam Danilo seraya mengusap air wajahnya.


__ADS_2