
Ayumi masih tidak percaya. Jika, Rey menyanggupi permintaan Ayumi untuk pergi liburan. Ayumi bangun dan duduk di samping Rey yang juga ikut bangun.
"Sayang, coba kau Cubi Ayumi, jika, ini tidak bohong kan, Ayumi sedang tidak mimpikan. Ini serius kan kita sekarang babymoon." Cerocos Ayumi. Seraya memegang tangan Rey untuk mencubit pipi Ayumi hingga ia mengadu kesakitan.
"AW sayang sakit. Jadi ini gak mimpikan?" Imbuh Ayumi.
Rey malah tertawa renyah melihat kelucuan Istrinya. "Honey, sejak kapan aku tidak pernah mengabulkan permintaan kamu? Kamu minta aku beli pulau ini saja aku sanggup." Kata Rey dengan sombongnya.
"Astaga sayang, kau selalu saja boros. Sudah ke berapa kali sayang pulau yang akan di beli." Ucap Ayumi membuat Rey kembali tertawa.
Ia mencolek hidung Ayumi. "Baby, selagi aku bisa kenapa tidak. Aku akan membuat mu selalu bahagia."
"Tapi,"
Rey membukam Ayumi dengan mencium dan ******* bibir Ayumi. Hingga Ayumi susah untuk bernapas.
Rey tersenyum dan mengusap bibir Ayumi yang basah akibat ulah ciuman nya.
"Ayo kita kembali tidur lagi." Sajak Rey.
"No! Sayang. Mereka ingin Dady nya menempati janjinya untuk membuat es puter" Ayumi kembali mengingatkan kembali saat di dalam pesawat.
Astaga, baby kau masih mengingatnya
Batin Rey.
"Tapi, honey, lihat ini masih pagi sekali, jika sakit perut bagaimana? Apa ku tidak "
Ayumi memotong pembicaraan Rey. "Ini permintaannya anak-anak kamu," sendu Ayumi. Ia mulai mengeluarkan jurus jitu dengan menangis.
__ADS_1
Melihat Ayumi menangis Rey dengan segera bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju dapur.
Rey dan Ayumi saat ini berada di resort yang ada di puket Thailand. Nick benar-benar mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan orang hamil. Membuat Rey tidak kesusahan jika memenuhi kebutuhan Ayumi Istrinya. Yang saat ini tengah ngidam es puter khas Indonesia.
Rey kebingungan ia tidak pernah membuat es puter khas Indonesia. Dan ia mengeluarkan handphone untuk melihat tutorial membuat es puter. Namun, Rey merasa kesusahan karena banyak sekali cara membuat es puter.
Hingga Rey teringat pada asisten rumah tangganya yang bernama bi Atun. Ia mencari nomor asisten nya itu dan setelah beberapa dering telepon tersambung.
Rey meminta asisten rumah tangganya untuk mengajari cara membuat es puter. Rey termasuk pria jenius hingga ia cepat menguasai apa yang di ajarkan BI Atun kepadanya.
Setelah selesai es puter yang Rey buat ia masukkan terlebih dahulu ke dalam pendingin sebelum di sajikan ke pada Ayumi.
Selagi es puter permintaan Ayumi jadi . Rey membuatkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
Ayumi turun dari tempat tidur nya. Ia melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Rey menyadari akan kehadiran Ayumi. Ia menyuruh Ayumi untuk duduk di pentry. Membuat Ayumi terkejut karena kedatangan nya di ketahui Rey.
"Baby, kau duduk saja dulu disitu. Sebentar lagi selesai." Kata Rey. Ia tahu Ayumi akan membantu nya memasak.
"Tapi, Ayumi ingin...."
"Five minutes. Honey." Ujar Rey.
Setelah selesai mereka berdua sarapan bersama.
Rey melihat reaksi Ayumi yang sedang memakan makanan yang ia buat. Ia takut masakan yang sudah ia buat tidak di sukai oleh Ayumi. Namun, di luar dugaan Rey Ayumi akan menolak. Namun, ibu hamil ini hingga mau menambahkan porsi makanan nya.
Rey tidak pernah melarang Ayumi untuk makan dengan porsi banyak. Karena, ia tahu, jika, di dalam perut Istrinya ada dua malaikat yang lucu-lucu yang akan segera launching ke dunia.
__ADS_1
Setelah selesai. Rey meninggalkan Ayumi untuk mengambil es outer permintaan ibu hamil. Membuat Ayumi berbinar-binar melihat es outer buatan suaminya.
"Hmm yuamy. Ini enak sekali sayang, seperti es puter khas Indonesia."
"Really, baby?"
"Yes of course sayang," kata Ayumi. Ia menyuapi Rey es puter buatannya.
🍃🍃🍃
"Jessica, menyerah lah sayang. Jangan ikuti ego dan dendam mu itu." Ucap Jenifer.
Iya. Keluar Muller telah menemukan persembunyian Jessica yang tengah kabur.
"Ck, kalian siapa? "
"Ini mommy sayang."
"Ck, Jessi bukan anak kalian." Bentak Jessica
"Jessica jaga sikap kamu." Hardik Willi.
Membuat Jessica tertawa puas. "Kalian itu lucu sekali. Bukan nya Jessi bukan anak keluarga Muller?" Jessica bangkit dari tempat duduknya dan berjalan memutari mommy Jenifer.
"Lebih baik kalian pergi dari sini. Pergi!"pinta Jessica.
Membuat mommy Jenifer menangis di perlakukan seperti ini oleh Jessica.
"Maafkan mommy Jessi."pinta Jennifer.
__ADS_1