
Mereka masuk kedalam kelas dan benar saja Dosen mereka masuk dan memberi beberapa materi. setelah dua jam lamanya kelas selesai.
Danilo mengajak Ayumi untuk ke kantin sembari menunggu kelas berikutnya.
Ayumi pun tidak bisa menolak, toh dia juga lagi ingin makan.
"Kau ingin makan apa bidadariku"
"Samakan saja" kata Ayumi.
"Ok, baiklah" jawab Danilo, pergi memesan makanan mereka.
"Hay, boleh kita ikut gabung" sapa Jessica bersama kedua temannya.
Ayumi yang masih fokus dengan handphone, ia menatap ke depan melihat Jessica dan kedua sahabatnya. Bersamaan dengan Danilo membawa makanan mereka.
"Jes,. Kenapa kita duduk disini bersama wanita murahan ini"
Ayumi ingin membalas nya namun Danilo sudah datang. "Jaga mulutmu nona jika tidak ingin gue sumpel mulut lho pakai cabe"
Karena tidak ingin ribut dengan mereka, Ayumi memilih pergi dari tempat duduknya. "Danilo maaf, Ayumi harus bertemu rektor dulu" ia tidak mempedulikan Ayumi dan kawan-kawan.
"Cih, sombong sekali dia Jess, memang dia siapa?" seru teman Jessica.
Danilo mengikuti Ayumi, ia tahu jika Ayumi sedang tidak ingin bertemu Jessica dan kawan nya.
Danilo menyerahkan paper bag kepada Ayumi. "Makan lah, kau belum makan kan tadi" seru Danilo. Karena alasan Ayumi bertemu rektor hanya pura-pura.
"Terimakasih"
"Jangan di dengarkan perkataan mereka, baru tadi pagi minta maaf dan belas kasih tapi malah merendahkan mu, sungguh mengelikan", kata Danilo.
"Sudah lah, kenapa masih di bahas sih" Ayumi mengalihkan pembicaraan mereka.
Ayumi menghindar Karena Jessica adiknya Willi. Jika Ayumi mengingat akan cerita Nick semalam ia akan teringat dengan Rey yang sedang berjuang.
Danilo akan menjadi teman Ujian akhir nanti, setelah bertemu Dosen tadi.
"Bagaimana ujian akhir nanti, apa kamu sudah siap?" Tanya Ayumi kepada Danilo.
"Sudah dong, masa harus kalah sama bidadari"
"Ayo kita masuk kelas" ajak Ayumi.
Sekarang Ayumi dekat dengan Danilo dan ia tidak lagi untuk menghindari Danilo meski kadang bersikap membuat Ayumi ingin muntah, dengan panggilan bidadariku. Terdengar geli di telinga Ayumi.
"Ay, Saka calling gue" ucap Danilo. Ia memperlihatkan handphone kepada Ayumi.
__ADS_1
"Angkat- angkat cepat" Ayumi begitu excited melihat kakak tirinya menghubungi Danilo.
Ayumi berteriak histeris setelah melihat Saka di balik layar handphone Danilo.
"Hey Kudanil lho satu kampus sama adik gue?" Ucap Saka di sebrang.
"Kita kan jodoh jadi, tidak hanya satu kampus tapi satu kelas tuh tuh kan" kata Danilo memperlihatkan suasana di dalam kelas mereka. Membuat Ayumi tertawa.
"Hay sayang, bagaimana kabarmu, kapan pulang ke Jakarta" sahut seseorang yang Ayumi kenal.
"Ahhh Bulan Miss you," jawab Ayumi saat melihat Bulan dengan Saka.
Mereka mengobrol hingga Dosen masuk. Mereka menyudahi Vidio call nya.
🍃🍃🍃
Meski Rey belum ada tanda untuk sadar, tapi dari perkembangan dokter yang menangani Rey, cukup bagus, ini akan mempercepat proses penyembuhan Rey.
Andreas jika tidak sedang bertugas sebagai pilot ia akan selalu menemani Rey di rumah sakit, namun ia sedih karena satu Minggu ini ia akan terbang ke Afrika, Mesir dan Miami.
"Nak, maafkan Dady jika nanti Dady tidak menjagamu, Dady harus menggantikan David terbang ke Afrika, ia akan cuti libur karena istrinya akan melahirkan" tutur Andres.
"Bangun lah nak, apa kau tidak lelah berbaring terus" kata Andreas lagi. Ia nampak menitihkan air matanya.
Namun ia juga tidak ingin menangis di depan Rey. Andreas menyeka air matanya dengan segera.
Andreas sedikit bercerita tentang pertemuan nya dulu. Ia tidak tahu harus berbicara apa pada Rey, karena sudah habis kata-kata. Hinga akhirnya handphone Andreas berdering. Nick menghubungi Andreas ia ingin tahu perkembangan Rey.
Setelah mendengar dari Andreas, Nick merasa lega, tapi saat ia minta maaf kepada Nick jika Minggu depan tidak bisa menemani Rey karena tuntutan pekerjaan yang sudah menanti.
Mungkin ini kesempatan baik untuk membawa Ayumi pergi ke Colorado. Karena dirinya akan menggantikan Andreas, meski ada anak buahnya.
Nick akan berbicara lagi dengan Ayumi, setelah pulang nanti, dan sekarang Nick sedang menunggu Ayumi.
Nick mengirimkan pesan singkat kepada Ayumi jika dirinya sudah berada di parkiran.
Setelah menerima pesan singkat dari Nick, Ayumi bergegas menuju parkiran. "Danilo Ayumi pergi dulu, kak Nick sudah menunggu Ayumi"
"Iya, dadah sampai jumpa besok pagi" Danilo tersenyum melihat kepergian Ayumi. Meski susah untuk mendapatkan hati Ayumi bahkan menolak nya namun Danilo tidak masalah ia menerima keputusan Ayumi, jika.dirinya dengan Ayumi hanya batas sahabat saja.
"Jess, bagaimana hubungan lho dengan kak Garrett" kata teman Jessica dengan nada menyindir saat melihat Ayumi datang.
"Hubungan ku dengan kak Garrett baik ko, Dady sama mommy juga merestui hubungan ku dengan kak Garrett " ujar Jessica, ia tidak melihat Ayumi di belakang Jessica. Hanya kedua teman nya yang melihat Ayumi.
Ayumi tidak bergeming saat mendengar obrolan Jessica dengan kedua teman nya.
"Dia pasti bohong, kak Garret sedang di rawat, masih belum sadar Ayumi" gumam Ayumi.
__ADS_1
Namun Ayumi berpikir lain, bagaimana jika Garret memang mempunyai hubungan dengan Jessica sebelum ia koma.
Ayumi kembali melanjutkan perjalanan nya menuju parkiran, Setelah berbicara seperti itu membuat kedua teman Jessica tertawa puas.
"Kalian apa-apa sih" kata Jessica saat melihat Ayumi lewat.
"Maaf Jess, habis aku ingin sekali mengerjain Ayumi"
"Kalian berdua tidak lucu" bentak Jessica kepada sahabatnya. " Asal kalian tahu, Jessi dengan Ayumi sudah kembali baik, jadi tolong buat kalian jaga sikap"
"Lho serius Jess"
'Kapan Jessica tidak serius?", Kesal Jessica.
"Maaf kak, nunggu lama iya" seru Ayumi yang sudah masuk kedalam mobilnya.
"Tidak, kakak baru saja sampai" bohong Nick.
"Bagaimana kuliahnya" tanya Nick.
"Minggu depan Ayumi harus Ujian akhir"
Nick menghela napas, "Ayumi, jika kakak ke Rey tanpa kamu bagaikan"
Deg
"Tapi Ayumi ingin di dekat kak Rey" sendu Ayumi
"Kamu bisa menyusul setelah ujian akhir kamu selesai" Ayumi berpikir sejenak. "Baiklah Ayumi akan datang setelah selesai ujian akhir"
Nick tersenyum melihat Ayumi meski nampak sedih di wajahnya.
Nick mulai menjalankan mobilnya. sebelum sampai apartemen,
"Kita makan dirumah sja iya kak"
"Ok, tapi kita pergi beli bahan makanan dulu iya"
Nick membawa Ayumi ke supermarket untuk membeli keperluan yang akan Ayumi masak dan juga membeli keperluan untuk selama di apartemen.
Nick sampai di supermarket ia mengambil troli belanja dan Nick mendorong mengikuti Ayumi yang sedang memilih bahan makanan yang akan dia beli.
"Beli untuk stock hingga Minggu depan iya" pinta Nick.
"Siap bos" kata Ayumi.
Setelah selesai mereka menuju kasir untuk membayar semua belanjaan yang mereka ambil tadi.
__ADS_1