Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 119


__ADS_3

Sean menepuk bahu Rey. " Sabar biarkan mereka merasakan hukuman dulu"


Rey menganggukan kepalanya. Sean akan menemani Rey ke pengadilan. "Aku akan menemani mu Rey ke pengadilan"


"Bagaimana dengan istriku" tanya Rey.


"Dia ikutlah" ketus Sean.


Pukul 10 pagi waktu Paris, mereka datang sesuai surat undangan pengadilan. Rey datang bersama Sean. Sedangkan Ayumi di antar sopir Rey karena Rey pergi dulu ke markas.dan mereka bertemu di pengadilan.


Rey menghampiri mobil yang di naiki Ayumi dan membantu membukakan pintu mobil.


"Maaf kan aku baby, karena aku menyuruh sopir untuk menjemput mu" kata Rey saat Ayumi sudah di samping Rey.


"Tidak apa-apa sayang" jawab Ayumi. "Eh ada kak Sean?" Tanya Ayumi. Saat melihat Sean ada di belakang Rey.


"Iya tadi kita bertemu di markas", kata Rey memeluk pinggang Ayumi.


"Ayumi bagaimana kabarmu?" Tanya Sean.


"Kabar Ayumi baik kak"


"Ayo kita masuk, sebentar lagi akan di mulai, Tom dan Lucas sudah di dalam menunggu kita"


Mereka masuk kedalam ruangan persidangan. Ayumi ikut duduk di samping Lukas dan Tom saat melihatnya.


"Ayumi kau sendirian dimana Nick?" Tanya Lukas saat melihat Ayumi duduk di samping nya.


"Ayumi datang di antar sopir kak Rey"


"Apa itu benar Rey yang sedang bersama Sean?"tanya Tom.


"Iya Tom, ternyata Garrett itu Rey yang hilang ingatan", jelas Lukas.


Tom tidak meladeni percakapan dengan Lukas, karena persidangan akan segera di mulai. Rey ikut duduk di samping Ayumi.


Ayumi tersenyum saat Rey mengecup pucuk kepala Ayumi.


"Kita tahu kau sudah kembali Rey, tapi apa tidak bisa menunda keromantisan kalian, ini di pengadilan", cibir Lukas.


Sedangkan Tom hanya tertawa kecil. "Kau saja yang baper Lukas, aku saja yang masih jomblo biasa saja" kata Tom. "Aku tidak menyangka kau masih hidup brother" tanya Tom.


"Karena doa dari istri shalihah yang setia makanya aku kembali", sahut Rey.

__ADS_1


"Iya kau beruntung Rey mempunyai istri seperti Ayumi, andai saja Tuhan mempertemukan aku seorang istri seperti Ayumi" gumam Lukas.


"Hey, yang kau minta hanya milik ku" kata Rey ia tidak terima jika sahabat nya meminta seperti Ayumi.


"Kenapa kalian malah ribut?" Tanya Ayumi. "Sudah kalian diam tuh lihat didepan sudah mulai."


Setelah Tahap Penyidikan memberikan laporan dan diterima oleh pihak kepolisian dan dipelajari apakah laporan tersebut merupakan tindak pidana atau tidak. Apabila peristiwa yang dilaporkan dicurigai merupakan tindak pidana, maka kepolisian akan melakukan tahap penyidikan ini. Penyidikan ini seperti serangkaian upaya dalam mencari serta mengumpulkan bukti, agar tindak pidana menjadi lebih jelas.


Semua bukti sudah masuk ke pengadilan maka hari ini sidah lanjutan di mulai. Setelah tahap penuntut dan tahapan pemeriksaan sebelumnya.


Sean bukan hanya satu team dengan Rey tapi dia juga seorang pengacara muda yang sukses. Sean yang akan mendampingi Rey dalam kasus ini.


Setelah berdebat yang sangat sengit, akhirnya Sean memutuskan untuk mendatangkan Rey sebagai saksi atau korban.


Sedangkan pengacara Alex dan James tidak percaya jika Sean bisa mendatangkan Rey yang ia dengar Rey belum ketemu.


Ayumi memberi semangat kepada Rey saat akan memberikan kesaksian.


"Semangat sayang kau pasti bisa" bisik Ayumi.


"Terimakasih baby, atas dukungan mu, doa kan aku baby" ucap Rey. Ia mengecup bibir Ayumi singkat sebelum melangkah kedepan persidangan.


Alex, James dan pengacaranya merasa shock akan kedatangan Rey.


"Dia pasti bukan Rey, dia pasti bohong, kau di bayar berapa untuk menjadi Rey" teriak James ia tidak terima jika Rey masih hidup.


Tok.. tok.. tok


"Saudara James kami mohon untuk diam" kata hakim ketua.


Rey menjelaskan semua saat kejadian hingga ia tidak sadarkan diri dan Rey juga memberikan bukti-bukti saat ia di rawat di rumah sakit di Colorado Amerika saat di bawa Dady Andreas.


Setelah hakim ketua membaca buku yang Rey bawa dan berdiskusi dengan hakim lain. Mereka semua setuju akan memberikan keputusan hukum apa yang akan di terima James dan Alex.


Karena Rey adalah bukti yang kuat dan beruntung tidak meminta saksi lain.


Dan waktunya untuk Tahap eksekusi dimana tahap terakhir dalam proses peradilan pidana. Karena putusan peradilan dari hakim sudah disetujui oleh semua pihak, maka putusan tersebut memiliki kekuatan hukum tetap.


Maka tahap ini merupakan eksekusi dari vonis yang diberikan oleh pengadilan, terhadap terdakwa.


Hakim ketua memutuskan memberi vonis hukum seumur hidup, karena ini termasuk pembunuhan berencana dan terdakwa mencoba menghilangkan jejak korban agar tidak di temukan oleh siapa pun.


Setelah memberikan keputusan, sidang akhirnya di tutup.

__ADS_1


Ayumi tidak henti-hentinya berdoa dan mengucapkan syukur karena terdakwa telah mendapatkan hukuman yang setimpal. Ayumi bangkit dari tempat duduknya dan berlari mendekati Rey yang masih di depan bersama Sean.


Ayumi memeluk Rey tiba-tiba saat Rey masih berbincang dengan Sean.


"Sayang" ucap Ayumi memeluk Rey dengan menangis


"Hey baby kenapa kau menangis" seru Rey mengurai pelukannya.


"Ayumi senang akhirnya pelakunya mendapatkan hukuman yang setimpal" kata Ayumi.


Rey tersenyum ia menghapus air mata Ayumi. "Sudah baby, tidak perlu menangis, yang penting aku ada disini bersamamu"


"Ehem..ehmm" Sean berdehem membuyarkan pasangan suami istri di depan nya.


"Maaf kak" kata Ayumi.


"Selamat brother kau sukses dalam persidangan ini" seru Lukas menepuk pundak Sean.


"Ini juga karena Rey, mungkin jika tidak ada Rey mereka bisa bebas, karena bukti tidak kuat, tapi bukti yang sebenarnya adalah Rey maka mereka haruse mendapatkan hukuman sesuai perbuatan nya, aku hanya membantu saja semua keputusan ada pada pak hakim" jawab Sean.


"Bagaimana jika kita merayakan kemenangan ini dengan party" usul Tom.


"Kau ini, suka sekali party" seru Sean.


"Tom benar, sekalian kita merayakan ulang tahun Ayumi" sahut seseorang yang tiba-tiba mengejutkan mereka berlima.


"Nick kau datang" kata Lukas.


"Iya, maaf jika aku datang Terlambat" jawab Nick.


"Bagaimana Rey?" Tanya Sean. Menoleh ke Rey dan Ayumi.


"Baiklah, Nick pesan tempat untuk kita semua berpesta" pinta Rey kepada Nick. Seraya memeluk pinggang Ayumi.


"Ok siap bos" kata Nick. "Kebetulan aku sudah memesannya, karena tahu kita akan menang di persidangan ini" Nick terkekek.


"Kau ini bisa saja Nick." Kata Lukas


Membuat Tom dan Sean tertawa.


Mereka semua keluar dari ruangan sidang menuju parkiran dimana mobil mereka berada.


Di sepanjang jalan Rey tidak melepaskan genggaman tangan Ayumi hingga sampai di mobilnya.

__ADS_1


Mereka masuk kedalam mobil masing-masing dan meninggalkan halaman pengadilan menuju tempat yang sudah di pesan Nick.


__ADS_2