
Keseharian Jessica terasa hampa tanpa kehadiran sahabat nya. Ia tidak tahu keberadaan Ayumi saat ini. karena Dady nya tidak memberitahu akan kondisi sahabat nya.
Membuat gadis berusia 20 tahun malas untuk pergi ke kampus.
Danilo yang melihat Jessica ia mencoba menghiburnya.
"Woy, lusu sekali jadi cewek" sahut Danilo.
"Separuh napas ku tidak tahu kemana" jawab Jessica ia yang sedang menyenderkan kepadanya di atas meja.
Membuat Danilo tertawa terpingkal-pingkal akan Jawab Jessica. "Lho tidak apa-apa kan Jes? Lagi tidak sakitkan" kata Danilo menyentuh kening Jessica.
"Tidak panas atau demam" kata Danilo.
"Apaan sih siapa yang sakit, bagaimana apa kau tahu kabar Ayumi" tanya Jessica.
"Maaf Jess, gue tidak tahu, kakaknya yang di Indonesia juga tidak tahu" jawab Danilo.
Membuat Jessica menangis "Ayumi kau dimana" teriak Jessica.
"Hey!! Kau sudah gila apa? Teriak sambil menangis begitu, gak malu apa di lihatin mahasiswa yang lain, nanti di kita gue lagi yang membuat lho nangis kaya gini" ucap Danilo.
"Bodo amat, gue gak mikirin tuh, yang Jessi pikiran sekarang Ayumi", sahut Jessica ia bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Danilo.
"Hey!! Ko gue di tinggal si Jes" teriak Danilo. Namun membuat Jessica tidak mempedulikan Teriakan Danilo.
Jessica memutuskan untuk pulang. Ia sudah tidak bersemangat untuk masuk kelas hari ini. Sudah hampir satu Minggu lebih membuat semangat Jessica hilang.
"Jessi pulang" teriak Jessica saat sampai di Apartemen nya.
"Sayang kau sudah pulang, temani mommy shopping" ucap Mommy Jessica saat melihat putrinya sudah pulang, saat dirinya yang hendak pergi.
"Malas mom, Jessi di rumah saja", ucap Jessica yang tidak bersemangat.
"No sayang, kau harus ikut, mommy tahu kau sedang ada masalah karena Ayumi kan" tanya Mommy Jessica.
"Mommy jamin kau akan happy lagi setelah shoping" kata mommy Jessica seraya menyeret putrinya untuk ikut.
" Mom! Putrimu tidak suka Shopping kenapa harus shoping, lebih baik dirumah terus tidur"
"Oh My God sayang, Dady mu punya banyak uang, sedang putrinya malas untuk menghabiskan uang Dady nya. Ini seperti bukan putri mommy" pura-pura sedih.
Jessica tidak suka jika melihat Mommynya sedih.
"Mom! Jangan begitu dong, Jessica masih putri mommy, Jessica lagi malas saja mom untuk pergi shoping" kata Jessica membela diri.
"Mommy sepertinya harus mencari anak gadis lagi agar bisa menemani mommy kemana-mana" sendu nya.
"No mom!! hanya Jessica lah satu-satunya putri dikeluarga Muller" teriak Jessica. Membuat mommy tersenyum bahagia Akhirnya bisa mengerjai putrinya itu.
__ADS_1
"Baiklah Jessica ikut mommy hari ini" kata Jessica lagi
Yes berhasil
Batin mommy Jessica. Ia merasa bahagia akhirnya putrinya luluh juga dengan rayuan buaya nya.
🍃🍃🍃
Hari ini Karina terbang ke Amerika karena semenjak Ayumi sadar dari koma nya ia belum bertemu lagi keponakan kesayangan nya.
Pengacara Dimitri menyerahkan barang pribadi Ayumi yang sempat sebagai bukti di kepolisian. Ia menyerahkan kepada Karina. Dan tersangka kasus kecelakaan Ayumi dan Sopir Taxsi di hukum sesuai pasal pidana yang ia berbuat yang mengakibatkan Ayumi kecelakaan dan sopir taksi meninggal di tempat.
Karina hanya mendapatkan kabar dari Nick saja, yang sudah menjaga Ayumi selama di rawat di Rumah Sakit Amerika.
Dengan perjalanan hampir kurang lebih 8 jam Karina akhirnya tiba di Bandara.
Ia tidak senagja bertemu dengan Garrett yang baru saja menyelesaikan pekerjaan. Ia yang sedang berjalan menyeret kopernya menuju parkiran, sedang Karina yang sedang menunggu di jemput oleh Nick.
Karina tersenyum kepada Garrett membuat pria bule ini mengerutkan keningnya karena ada wanita yang tersenyum kepadanya.
"Apa kita bisa bicara sebentar" ucap Karina.
Garrett tertegun sebentar dan ia menerima tawaran Karina.
"Baiklah, di sebelah sana ada coffe shop, kita bisa berbicara di sana " kata Garrett.
Karina mengikuti Garrett, ia menatap Garrett dari belakang, Sungguh pria yang sangat sempurna jika di mata wanita,
"Maaf saya sudah mengganggu waktu anda Tn. Garrett" ucap Karina.
Garrett pikir wanita di hadapannya mengenal dirinya karena ia seorang pilot.
"Nothing, nyonya" seru Garrett.
"Perkenalkan saya Karina, Aunty nya Ayumi" kata Karina memperkenalkan dirinya.
Deg
Garrett sudah merasa takut setelah mendengar nama Ayumi. Ia takut Tante nya ini tidak mendukung nya.
"Maaf jika saya lancang, saya tahu jika kau sedang mendekati keponakan ku"
"Saya sangat mendukung mu jika kau mendekati Ayumi" kata Karina lagi.
Garrett merasa lega setelah Karina mendukung jika ia mendekati Ayumi.
"Sangat mendukung sekali, jika kebahagiaan Ayumi ada pada kamu, maka dari itu jangan pernah kecewakan saya atau Ayumi"
Garrett Tersenyum. "Terimakasih jika anda sudah mendukung ku, sangat yakin sekali jika aku tidak akan pernah mengecewakan anda atau Ayumi, percayalah pada ku" ucap Garrett yang akhirnya berbicara.
__ADS_1
"Apa anda ingin saya antar ke Rumah sakit atau Apartemen" tawaran Garrett.
"Jika kau tidak keberatan, boleh juga, lagian menunggu Nick belum juga muncul" ucap Karina sembari tertawa.
"Baiklah, mari aku antar anda" kata Garrett.
Karina mengirim pesan singkat jika ia sudah ada yang jemput.
Di sepanjang perjalanan banyak sekali Karina bertanya kepada Garrett, ternyata setelah tahu lebih dekat Garrett orang yang sangat humbel kepada siapa pun, apa mungkin karena pekerjaan seorang pilot ia harus di tuntut seperti itu. Pikir Karina.
Ini kesempatan Garrett juga untuk bertanya lebih banyak soal Ayumi.
"Kami baru bertemu kembali saat Ayumi memasuki bangku kuliah, ia memutuskan untuk kuliah di Moskow Rusia, padahal ia mendapatkan beasiswa di Amerika"
Membuat Garrett merasa terkejut, ternyata Ayumi salah satu gadis yang jenius dan pintar.
Sungguh gadis yang sangat spesial, beruntung sekali pria itu
Batin Garrett.
Garrett mengantar Karina hingga Rumah Sakit ia juga ingin bertemu Ayumi setelah beberapa hari tidak bertemu.
Karina tersenyum saat dirinya di antar ke rumah sakit bukan ke apartemen
Apa segitunya pria ini mencintai Ayumi, padahal aku tidak ingin kerumah sakit dulu tapi tidak apa lah.
Batin Karina.
Mereka berjalan beriringan menuju kamar Ayumi, membuat Ayumi kaget karena Karina bisa datang bersama dengan pria yang mirip Rey.
"Aunty" teriak Ayumi saat melihat kedatangan Karina.
"Aunty kenapa bisa barengan sama dia" kata Ayumi lagi. ia memeluk Karina.
"Aunty tidak tahu sayang, tadi kebetulan saja bertemu di bandara dan pria ini sepertinya sudah sangat merindukan sekali sama keponakan aunty" bisik Karina. ia mengurai pelukannya.
Membuat Ayumi tersenyum. Ia menjadi salah tingkah. dan pertama kalinya ia mengetahui profesi Garrett yang ternyata seorang Pilot.
"Bagaimana kabarmu Ayumi" seru Garrett.
"Lihatlah kak, jika Ayumi baik-baik saja" jawab Ayumi.
"Maaf kan aku tidak membawa bunga untuk mu"
"Tidak apa-apa, yang terpenting kakak datang, Ayumi senang" ucap Ayumi keceplosan. Membuat ia menutup mulutnya.
Ah ini mulut kenapa jujur sekali
Batin Ayumi.
__ADS_1