Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 42


__ADS_3

Karina membereskan semua berkas dan kertas-kertas di atas meja sebelum ia pergi meninggalkan ruangan nya.


"Ayo sayang", ucap Karina.


"Kita mau kemana aunty" tanya Ayumi.


"Aunty mau ke butik kebetulan ada acara dengan rekan bisnis aunty sayang", jawab Karina.


"Nick maaf kau jadi supir kami iya", ucap Karina. Ia terkekeh.


"Nothing", kata Nick.


Ayumi berjalan bergandengan tangan dengan Karina dan Nick mengekor di belakang mereka. Banyak para pekerja memperhatikan mereka. Melihat gadis cantik bergantengan dengan bos nya. Banyak yang bertanya-tanya siapa gadis itu, karena baru pertama kalinya melihatnya.


Terutama Resepsionis yang sudah mengejeknya itu merasa malu.


Nick membukakan pintu mobil bagian belakang Ayumi masuk terlebih dahulu baru Karina menyusulnya.


Nick menutup pintu mobil dan ia memutar ke arah mengemudi. Nick memulai menghidupi mesin mobil dan pergi dari Sander Grup.


"Nona, kita akan kemana?", Tanya Nick ia belum tahu arah tujuan mereka kemana.


"Kita ke GUM Nick ", jawab Karina.


Nick hanya mengangguk kepalanya saja. Hanya butuh 35 menit mereka sampai pada tujuan nya.


Ayumi dan Karina masuk duluan. Nick akan mencari parkiran mobil terlebih dulu, sebelum itu Karina sudah memberitahu toko yang mereka datangi untuk Nick menyusul.


Kedatangan Karina sudah di ketahui oleh pemilik sang butik. Ia menyambut Karina dan Ayumi ketika melihat mereka berdua sudah masuk kedalam butiknya.


"Selamat datang di butik ekey, wow siapa gadis cantik ini" kata pemilik butik ia memeluk Karina dan Ayumi. "tapi masih cantikan ekey hihihi", Jeremy sang pemilik butik seorang pria yang lemah gemulai.


Ayumi yang habis di peluk merasa tidak suka. Ia mengibaskan tangannya ke bahu dan lengannya.


"Ekey punya gaun pesta yang cantik, u pasti menyukainya", kata Jeremy lagi. Mereka berdua mengikuti Jeremy ke lantai dua dimana terletak kantor pribadi Jeremy.


Ayumi tercengah melihat semua hasil desainer gaunnya.



"Pilih lah sayang, kau ingin gaun yang mana", ucap Karina kepada keponakan. Membuat Ayumi binggung, kenapa ia juga disuruh memilih.


Karina tersenyum melihat Ayumi binggung. "Nick bercerita jika kau akan pergi ke Birthday party sahabat kamu", ucap Karina kembali.

__ADS_1


"Kak!! Nick menyebalkan selalu mengadu", gumam Ayumi. Ia menginjak- injakan kakinya karena hari ini masih kesal karena Nick membuat Ayumi bad mood.


Meski begitu Ayumi tetap memilih sesuai keinginan nya. Ayumi memilih gaun berwarna putih tanpa lengan dengan punggung terbuka. dengan pita di pinggang nya. Ayumi masuk ke dalam Fitting room yang sudah di sediakan oleh Jeremy. Ia di bantu oleh asisten Jeremy.


"Wow, luar biasa kau cantik sekali, cucok di badan u cantik", seru Jeremy.


Nick yang baru sampai karena harus muter-muter dulu mencari butik yang di tuju. Setelah di beritahu oleh karyawan butik. Nick naik ke lantai dua dimana letak kantor Jeremy.


Nick tertegun melihat kecantikan Ayumi yang sangat alami.


Rey jika ada kamu disini kau akan terpesona dengan kecantikan istri kecilmu itu.


Nick mangambil handphone dan memotret nya.


Karina kagum akan kecantikan keponakan yang begitu alami. Seperti mendiang kakak nya.


Jeremy yang tidak sengaja menoleh kebelakang melihat Nick mematung ia menjerit membuat makhluk seisi ruangan merasa kaget akan teriakan Jeremy itu.


"Ahhhhhh" teriak Jeremy.


"Oh my God, dari mana datangnya prince ini", kata Jeremy lagi. Ia mulai mendekat ke arah Nick. Membuat Nick berkedik ngeri akan pria jadi-jadian. Nick melangkah mundur agar Jeremy tidak mendekat.


Ayumi, Karina dan asisten Jeremy tertawa akan ketakutan Nick.


"Dia Keluarga kami Je, namanya Nick ", sahut Karina. Membuat Nick urungkan untuk mendekati Nick lebih dekat. Nick merasa lega karena tidak jadi di dekati.


Mimpi apa semalam, ahh sial banget hari ini menemani mereka ke butik.


Ayumi masuk ke Fitting room kembali untuk Menganti bajunya yang tadi di pakai.


"Aunty! mana gaun aunty", tanya Ayumi.


"Punya aunty tinggal di bungkus sayang", kata Karina ia menarik tangan Ayumi untuk turun kebawa dan membayar gaun mereka.


Karina menyerahkan black card miliknya dan menyerahkan kepada Jeremy. Ia tidak henti-hentinya melirik ke arah Nick. Membuat Nick merasa jengah ia memutuskan untuk pergi terlebih dulu.


"Ulala ekey suka jika dia bersikap dingin, lebih menggoda hihihi", ucap Jeremy yang sedikit absurt itu.


"Hati-hati lho jika sudah marah, kau bisa di terkam olehnya", bisik Karina.


"Ihh takut ekey, tapi kalau di terkam di ranjang ekey siap". Seru Jeremy.


Setelah selesai mereka pergi dari butik Jeremy, ia tidak mau terus-menerus mendengar ocehan Jeremy yang tidak di filter.

__ADS_1


🍃🍃🍃


"Sayang kau ingin makan dimana", tanya Karina kepada Ayumi ia melirik ke arah jam tangan yang sudah memasuki makan siang.


"Ayumi ingin makan kepiting aunty", jawab Ayumi.


"Baiklah kita ke wine & crab saja kalau begitu." Seru Karina.


Nick menjalankan mobilnya menuju restoran yang di maksud Karina. Nick sudah hafal di Moskow, karena dulu Rey juga sering ikut pertandingan di sini. Dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya sampai di restoran yang di maksud.


Karina sudah Reservasi terlebih dulu selama masih di perjalanan.


Ia memesan Private room. Ayumi berjalan dengan Nick ia membisikan Nick tentang Jeremy. Membuat Nick mengusap rambut Ayumi.


"Ihh kakak nyebelin,"ucap Ayumi. Ayumi merapikan rambutnya kembali."Makanya adik kecil jangan suka iseng, amit-amit dech sama makhluk jadi-jadian" ucap Nick dengan tubuh bergetar karena merasa Jijik.


Mereka bertiga duduk dalam satu private room. Ayumi membelalak tidak percaya di hadapannya terdapat macam-macam kepiting.


Ayumi langsung menyantapnya begitu saja. Membuat Nick tersenyum. Ia melihat Ayumi seperti melihat Rey mereka sama-sama pecinta hewan invertebrata yang tidak mempunyai tulang belakang.


Setelah makan siang mereka memutuskan untuk pulang. dan Karina di antar oleh Nick mansion keluarga Sander.


***


Di belahan dunia yang berbeda. Seorang pria tampan yang rajin konsultasi pergi ke psikiater. Ia selalu merasa jika tidurnya selalu terganggu.


Dia adalah Garret Wilson putra dari Andreas Wilson.


"Apa tidurmu masih terganggu Tn. Wilson ", ucap Dr. Spikolog Garrett.


"Iya, dia selalu datang dalam mimpi ku, seseorang itu yang selalu tersenyum kepadaku, " seru Garrett. "Namun ketika aku mendekati dia. Ia akan tertutup cahaya wajahnya hingga tidak bisa melihat dengan jelas"


"Aku akan pergi untuk minum setelah terjaga ketika malam hari", kata Garrett kembali.


Dr. Spikolog Garrett hanya menyimak cerita Garrett. "Tapi Tuan! Jika anda terus-menerus pergi untuk minum, itu akan merusak kesehatan anda dan konsentrasi anda, jika membawa pesawat terbang, itu akan membahayakan ratusan penumpang yang anda bawa ", penjelasan Dr. Spikolog Garrett.


"Mari kita lakukan terapinya Tuan", pinta nya.


Hampir satu jam Garrett melakukan terapis nya. Setelah terapi ia akan merasa jauh lebih baik.


Garrett akan berhenti minum ia akan meminum obat yang di sarankan oleh Dr. Spikolog nya.


bersambung.

__ADS_1


Jeremy



__ADS_2