Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab, 67


__ADS_3

Ayumi termenung di halaman belakang menghadap taman sembari menikmati semilirnya angin sore. Ia masih memikirkan cara bagaimana ia harus menjelaskan kepada Jessica tentang foto masa lalu Ayumi dengan Rey.


"Maafkan aku Jess, apa aku harus melepaskan kak Garrett untuk mu, jika itu membuatmu bahagia" lirih Ayumi. Ia memainkan cincin pemberian Garrett di putar- putar cincin berlian itu. Ingin rasanya ia melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya. Tapi ia terkejut saat ia mencoba melepaskannya ternyata tidak bisa.


"Ah cincin kenapa kau tidak mau di lepas" gumam Ayumi. Ia merasa kesal karena merasa kesusahan.


"Itu tandanya kau sudah berjodoh dengan nya Ayumi"sahut seseorang yang sudah berad di belakang nya ntah sudah berapa lama ia berdiri.


Ayumi menoleh ke belakang melihat Nick sudah ada di belakangnya. Ia tersenyum kepada Ayumi. Nick melangkah dan mendekati Ayumi. Kini ia sudah ada di hadapannya dan berjongkok untuk mensejajarkan Ayumi yang sedang duduk.


Ada kilat amarah yang Nick rasakan sekarang, saat melihat wajah putih mulus Ayumi nampak merah dan bengkak. Ia menarik tubuh Ayumi kedalam pelukannya.


Ayumi menangis dalam pelukan Nick. Ia meluapkan rasa sedih nya kepadanya, hanya Nick lah yang mampu membuat Ayumi meluapkan emosinya.


Karina dan Tn. Dominik melihat Ayumi dan Nick. Ia bisa melihat ketulusan Nick kepada Ayumi layaknya seorang kakak kepada adiknya.


Karina memeluk lengan Tn. Dominik. Ia ikut sedih melihat Ayumi menangis dalam pelukan Nick namun saat bersama nya Ayumi bisa menahan diri untuk tidak menangis.


"Dady, Karin bisa melihat bagaimana hancurnya perasaan Ayumi namun ia bisa menutup luka nya dengan tetap tersenyum"


"Dia seperti kakak mu sayang, tidak mudah berbagi kesedihan kepada orang lain"


"Kak! Ayumi lelah" teriak Ayumi. "Kenapa! Kenapa selalu Ayumi yang mendapatkan cobaan seperti ini, Ayumi ingin melepaskan kak Garrett"


"Sabar sayang" bisik Nick.


"Sampai kapan kak" Ayumi mengurai pelukannya.


Sampai Rey di temukan dan kembali pada pelukanmu


Batin Nick.


Ayumi menguncangkan tubuh Nick. Seraya menangis dengan histeris.


"Sampai kapan kak" Ayumi mengulangi kata yang sama namun Nick masih diam tidak menjawabnya.


Bug


Ayumi tidak sadarkan diri di dekapan Nick.


"Ayumi sayang, Ayumi kakak mohon" teriak Nick.


Namun Ayumi tidak ada reaksi apa-apa. Membuat Nick mendesah kasar.


Karina melihat Ayumi tidak sadarkan diri ia mendekati Ayumi. "Nick!! Kenapa Ayumi"

__ADS_1


"Ayumi pingsan nona"


"Bawah dia ke kamar Nick, cepat " pintanya.


"Dady, bagaimana ini" ucap Karina yang merasa khawatir melihat Ayumi.


"Sabar sayang, kita hubungi dokter keluarga agar cepat memeriksa keadaan Ayumi",


Nick mengendong Ayumi ala bridal style. Ia merasa khawatir akan kesehatan Ayumi. Ini bukan pertama kalinya Ayumi jika terguncang ia akan tidak sadarkan diri.


Ayumi sudah berada di dalam kamar. Karina sudah menghubungi Dokter keluarga. "Nick!" Tanyanya.


"Apa Ayumi sebelumnya pernah seperti ini" tanya Karina.


"Iya nona, semenjak Rey meninggal, jika Ayumi merasa tertekan ia akan seperti ini "


Karina merasa bersedih mendengar kenyataan yang belum ia ketahui. "Oh My ,Ayumi sayang",


"Kau mau kemana Nick"


"Saya ingin menemui Tn. Dominik" kata Nick tanpa menoleh ia melanjutkan langkahnya keluar kamar Ayumi. Karina memberitahu kabar Ayumi kepada Garrett. Bagaimana pun ia harus tahu.


🍃🍃🍃


Berbeda dengan Jessica ia sedang berada di kamarnya semua barang- barang yang ada di kamarnya ia lempar dan buang.


"Jessi!!, buka pintunya sayang, mommy mohon"


Namun Jessica tidak mempedulikan panggilan dan ketukan pintu dari mommy nya.


"Dimana Jessi mom" tanya Robert Muller. Yang tiba-tiba datang dan melihat istrinya di depan kamar putrinya.


"Dari siang ia di kamarnya dad, bahkan tidak mau keluar" kata Jenifer Muller. "Anak itu" keluh Robert Muller. "Ada apa dad" tanya Jenifer,


"Perusahaan Sander mencabut semua kerja sama dengan perusahaan kita, bahkan sahamnya juga"


Membuat Jenifer tidak percaya. "Dad, kenapa bisa seperti itu, bukannya perusahaan kita tidak pernah bermasalah"


"Iya kau benar honey, tapi itu semua ulah putri kita Jessica"


"What" pekik Jenifer. "Kenapa Jessica? Memang putri kita telah melakukan hal apa? Sehingga Perusahaan Sander memutuskan hubungan kerja sama kita yang sudah berjalan hingga bertahun-tahun"


"Tanyakan saja padanya sehingga membuat perusahaan goyah"


Jenifer masih belum percaya jika perusahaannya baru saja kehilangan orang yang selama ini sudah membantunya hanya karena ulah putrinya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Dad" cecar Jenifer.


"Jessi sudah berani menampar cucu kesayangan Tn. Sander mom" kata Robert yang akhirnya menjelaskan kepada istrinya.


Jennifer merasa belum yakin jika putri kesayangannya sudah berani melakukan yang akan menghancurkan perusahaan yang selama ini mereka bangun. "Dady jangan bercanda tidak mungkin jessi melakukan"


Robert melempar iPad nya ke istrinya. Ia melihat rekam Vidio dengan seksama dan begitu terkejut dan shock melihat kelakuan putrinya.


"Astaga Jessica, ini tidak mungkin kan dad, putri kita melakukannya" kata Jenifer yang sedikit kehilangan keseimbangan. Hingga Robert sang suami memegang bahu Istrinya yang hendak tumbang.


"Itu kenyataan mom, tadi dady juga sempat tidak percaya, tapi itu asli bukan rekayasa"


Robert memapah Istrinya untuk duduk. Membuat Jennifer menangis karena melihat kelakuan putrinya.


"Apa yang harus kita lakukan dad, agar perusahaan kembali lagi" keluh Jenifer yang menyenderkan tubuhnya di dada suaminya.


"Jessica harus meminta maaf kepada cucu Tn. Dominik mom" kata Robert.


"Ini ulah kita dad, yang tidak pernah ada buat Jessica sehingga putri kita bisa melakukan hal seperti itu" seru Jenifer yang masih menangis.


Robert hanya bisa diam. Apa yang istrinya katakan memang benar, meski tanpa mereka di samping nya namun masih ada orang kepercayaan untuk selalu melapor kegiatan Jessica, namun setelah ia memutuskan untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya. putrinya kesayangan melakukan hal yang tidak terduga.


Apa karena Jessica ingin balas dendam kepada kedua orangtuanya yang tidak pernah ada waktu untuk nya atau bentuk rasa kecewa kepada orangtuanya.


"Bagaimana jika Jessica tidak mau Dad, bagaimana nasib kita nanti,"


"Itulah yang sedang Dady pikirkan mom" Robert berdiri. "Anak itu harus bertanggung jawab atas semua yang ia perbuat" Ia meninggalkan istrinya yang masih menangis.


"Jessi, mommy masih tidak percaya sayang" gumam Jenifer.


***


"Garrett kau kenapa pulang-pulang dengan wajah yang babak belur seperti ini" tanya Andreas. Melihat putranya dengan wajah lebam.


"Tidak apa-apa dad, hanya luka kecil, nanti juga sembuh" kata Garrett yang hendak masuk ke kamar.


"Duduk lah nak biar dady obati lukamu" ucap Andreas ia mengambil kain dan air es untuk mengompres luka Garrett.


Garrett meringis kesakitan saat lukanya di kompres. " Sebenarnya apa yang terjadi"


"Willi tiba-tiba datang dan memukul Garrett"


"Apa alasan Willi sehingga membuat mu seperti ini"


"Jessica tidak sengaja melihat foto masa lalu Ayumi bersama pria yang mirip ku dad" jelas Garrett.

__ADS_1


"Dia bercerita kepada Willi dan membuat Willi memukul ku, seakan foto itu Garrett hingga marah besar" kata nya lagi.


__ADS_2